Home
Berita
Berita
Santri Milenial Tak Alergi Teknologi

Batang - Sebagai seorang santri yang hidup di era digital tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja. Mereka dituntut untuk tidak menutup diri dengan digitalisasi dalam dunia dakwah.

Berita
Berita
Berita
Berita
Berita
Berita
Jawa Tengah Dukung Penuh Pelantikan Presiden

Batang - Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono bersama Forkopimda dan ratusan Organisasi Masyarakat Kabupaten Batang mengucapkan deklarasi mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma’ruf, dan menolak aksi radikalisme di kawasan Pantai Si Cepit, Kelurahan Kesepuhan, Kabupaten Batang, Jumat (18/10/2019).

Berita
Bupati Batang Buka Silatnas Petanesia

Kota Pekalongan - Bupati Batang Wihaji, secara resmi membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Organisasi Masyarakat Pecinta Tanah Air Indoensia (Petanesia) di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Jumat (18/10/2019).

Berita
Berita
KemenPANRB Minta Pemkab Batang Realisasikan Revolusi Mental ASN

Batang - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk merealisasikan revolusi mental Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis (17/10/2019).

Berita
Berita
Progres Terlambat Bupati Batang Sidak Jembatan Situri

Batang - Rentan mengalami keterlambatan progres pembangunan fisik, Bupati Batang Wihaji melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Jembatan Situri, Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, Selasa (15/10/2019).

Berita
Berita
Penyiar Berkarakter Ujung Tombak Informasi

Batang - Memasuki era industri 4.0, dunia radio pun dituntut supaya mampu mengikuti perkembangan teknologi kepenyiaran. Sedangkan tokoh yang menjadi ujung tombak adalah penyiar yang mempunyai suara berkarakter, untuk memperkuat informasi yang disampaikan kepada pendengar.

Berita
Bebaskan Pantai Kita Dari Tumpukan Sampah

Batang - Banyaknya sampah yang menumpuk membuat hati para pelajar SMK Bintara terketuk untuk membersihkannya bersama Organisasi Kemasyarakatan di Pantai Sicepit, Kecamatan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Jumat (18/10/2019).

Berita
Berita
Kunjungi Penderita Tumor Mata, Bupati Batang Beri Motivasi dan Bantuan

Batang - Meskipun di tengah padatnya jadwal kegiatan kedinasan, Bupati Batang Wihaji, sengaja meluangkan waktunya untuk bertemu Nafisa Alfa Azzahra (5th) anak pasangan Tuyono dan Karmiti yang menderita tumor pada matanya di Dukuh Gembyang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jumat malam (18/10/2019).

Berita
Danramil 04/Bawang Jalin Sinergitas dengan Kapolsek Bawang

Batang - Guna terciptanya hubungan yang harmonis serta mempererat hubungan silaturahmi dan sinergitas antara TNI dan Polri di tingkat kewilayahan paling bawah, Danramil 04/Bawang Kapten Inf Amin menerima kunjungan Kapolsek Bawang Iptu Pol Muharom beserta anggota di Makoramil 04/Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (16/10/2019).

Berita
Antisipasi Perang Cyber, IT Harus Digenggaman TNI

Batang - Membangun postur TNI yang proporsional, untuk mengantisipasi terjadinya perang cyber, semua anggota harus kembali pada jati diri sebagai seorang prajurit, yang memiliki kemampuan menggunakan teknologi informasi canggih. Prajurit harus memiliki kepekaan yang luar biasa, di manapun berada baik saat bertugas maupun di lingkungan masyarakat.

Berita
Penerapan Bioteknologi Pelajar Batang di Bidang Pangan Kekinian

Batang - Selama ini masyarakat hanya mengenal menu tape berbahan dasar ketan dan singkong, tanpa variasi apapun. Namun, berkat kejelian dan kreativitas guru dan pelajar, maka terciptalah berbagai menu tape dengan beragam bahan dasar.

Berita
Pramuka Milenial di Batang Siap Hadapi Tantangan Revolusi 4.0 Lewat Vlog

Batang - Menjadi anggota Pramuka di era milenial, harus melengkapi diri dengan berbagai kemampuan. Salah satunya dengan menyelami dunia teknologi informasi melalui video blogging (vlog) untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Hal itu dikarenakan para anggota Pramuka dituntut untuk mampu menghadapi tantangan di masa depan, terutama di era revolusi industri 4.0. Kegiatan itu mulai dikenalkan dalam bentuk perlombaan kepada para peserta Jambore Ranting SD/MI Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Batang, sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun Paramuka ke-58, di lapangan Dracik Kampus Proyonanggan Selatan Kabupaten Batang, Rabu (14/8/2019). Meskipun teknologi informasi sudah merajai di dunia informasi, namun wakil Ketua Bina Muda Kwartir Ranting Batang, Coyo selalu mengharapkan, agar anak-anak tetap menggunakan media sosial pada jalur yang benar pada segala kegiatan positif. “Sehingga dengan perkembangan teknologi informasi ini, berdampak positif pula bagi kehidupan manusia Salah satu peserta lomba vlog, Ghita Putri Azharia pelajar SD Negeri Proyonanggan 5 mengutarakan tentang semangatnya untuk mengikuti lomba itu karena tertarik dengan cara pembuatannya dan dapat bersosialisasi dengan banyak orang. “Lewat media vlog saya bisa menyampaikan pesan kepada teman-teman, tentang keramaian dan begitu asyiknya mengikuti acara Jambore Ranting SD/MI ini. Jadi vlog ini bisa memberi tahu buat mereka yang belum datang, untuk segera bergabung biar bisa seru-seruan bareng,” terangnya. Ia menuturkan, bagi teman-teman yang ikut berkemah, bisa mengetahui semua kegiatan selama tiga hari di sini dan bagi yang belum ikut, semoga setelah menonton vlog yang saya buat akan punya semangat untuk ikut berkemah bersama teman-teman yang lain. “Saya menjadi anggota Pramuka, agar menjadi anak yang mandiri, memiliki semangat tinggi dan tidak mudah putus asa menghadapi tantangan di masa depan,” ungkapnya. Pembina dan Pendamping SD Proyonanggan 5, Rizkika Wahid Widilaksa menambahkan, salah satu bentuk dukungan terhadap para anggota Pramuka milenial adalah dengan mengikuti lomba vlog. “Anak-anak bisa memaksimalkan untuk mengolah kemampuan mereka dalam mengunakan media sosial secara tepat dan bijak,” tuturnya. (MC Batang, Jateng/Heri)

Berita
Program Sadar Data untuk Menghasilkan Data Berstandarisasi

Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Data Sektoral Kecamatan sebagai Bahan Informasi Menuju Perangkat Sadar Data di Ruang Sigandu Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Batang, Rabu (31/7/2019). Kepala Diskominfo Kabupaten Batang Jamal Abdul Naser mengemukakan, bimtek ini diselenggarakan agar semua perangkat daerah termasuk kecamatan dan desa dapat melaksakan secara terstruktur sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia. “Yaitu satu data berstandar, satu metadata statistik sektoral yang baku, interoperabilitas data dan referensi data,” tuturnya. Sementara dalam sambutannya, Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Batang, Ripyono mengharapkan, agar semua perangkat daerah melaksanakan pengelolaan data sektoral sesuai peraturan, sehingga akan tercapai tata kelola data yang diharapkan.  “Perangkat daerah diharapkan mengetahui pengelolaan data sektoral yang dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data dan penyajian data, sebagai bagian dari langkah pengambilan kebijakan.  Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Batang, Tina Wahyufitri mengutarakan, program Sadar Data akan dilaksanakan selama 100 hari, kepada Diskominfo Batang, selanjutnya siap memberikan pelatihan kepada perangkat kecamatan untuk menghasilkan data yang berstandar. “BPS dan pemerintah daerah banyak menggunakan data dari kecamatan dan desa, sehingga jika datanyan berstandar, pasti akan diiringi dengan data yang kualitas,” ungkapnya. Tina menambahkan, program Sadar Data akan dimasukkan ke dalam kompetisi inovasi, yaitu kerja sama antara BPS dengan Diskominfo. (MC Batang, Jateng/Heri)

Berita
Santri Milenial Tak Alergi Teknologi

Batang - Sebagai seorang santri yang hidup di era digital tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja. Mereka dituntut untuk tidak menutup diri dengan digitalisasi dalam dunia dakwah.

Berita
Dialog Lintas Agama, Bentuk Kerukunan Dalam Masyarakat

Batang – Kerukunan dalam masyarakat adalah suatu cita - cita manusia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kerukunan antara masyarakat menjadi ciri khas Bangsa Indonesia maka dari itu jangan sampai berpecah belah atas nama agama.

Berita
FKUB Batang Segera Wujudkan Desa Sadar Kerukunan

Batang - Dalam pertemuan rutin yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Batang, berencana segera mewujudkan Desa Sadar Kerukunan pada tahun 2020 di Mulia Resto Desa Beji, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (21/9/2019).

Berita
Bupati Batang Minta Anggota UPZ Mampu Kelola Zakat

Batang - Bupati Batang Wihaji sangat apresiatif dengan adanya sosialisasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bagi pengurus masjid se-Kabupaten Batang Tahun 2019 di Aula Kantor Bupati Batang, Rabu (21/9/2019). Bupati Batang Wihaji mengatakan semua pengurus Masjid dapat meningkatkan pelayanan dalam pengumpulan zakat, sehingga bisa memberikan kontribusi di masyarakat melalui pemberdayaan zakat yang amanah, transparan, serta dapat dipercaya. “Bila UPZ dapat dikelola secara profesional maka akan mampu berkembang, sehingga dapat mengatasi problematika sosial, utamanya dalam menyejahterakan rakyat, mengentaskan kemiskinan, serta banyak hal positif lain yang mampu dilakukan,” jelasnya. Selain itu juga, lanjutnya, mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya zakat. Wihaji berharap anggota UPZ nantinya mampu mengelola zakat secara produktif. “Oleh karena itu, UPZ juga mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya zakat. Sudah seharusnya para mustahiq diberikan pemahaman yang lebih terhadap hak-hak mereka,” jelasnya. Disampaikan bahwa akan lebih bermanfaat jika zakat yang diterima bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk ketrampilan maupun modal usaha.  “Ini harus dipahami, sehingga nantinya melalui pengumpulan zakat dapat benar-benar mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita
Capai ODF, Dinkes Batang Inginkan Seluruh Desa STOP BABS

Batang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, menggelar pertemuan advokasi Bupati dengan Kepala Desa dalam upaya STOP Buang Air Besar Sembarangan (BABS) seluruh desa di Aula Kantor Bupati Batang, Senin (21/10/2019).

Berita
PMI Batang Gelar Jumbara Palang Merah Remaja

Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang, menggelar Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) Mula Ke -5, sejumlah 630 PMR tingkat Mula dari 43 pangkalan SD/MI seluruh Kabupaten Batang mengikuti kegiatan yang digelar di Lapangan Desa Rejosari Timur Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jumat (18/10/2019).

Berita
Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun Untuk Menjaga Kesehatan

Batang - Sehat atau tidaknya tubuh manusia salah satu faktor penentunya adalah tangan. Maka melalui Hari Cuci Tangan Sedunia, Ketua Tim Peggerak PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasi Wihaji mengajak para pelajar membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan melakukan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun di SD Negeri I Karang Tengah Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (16/10/2019).

Berita
Klinik Pratama QIM Hadir di Sojomerto

Batang - Guna mendekatkan dan melengkapi layanan kesehatan masyarakat Kabupaten Batang, Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (QIM) kembali membuka klinik pratama rawat jalan untuk yang kedua kalinya.

Berita
Kenalkan Disiplin Berlalulintas Sejak Awal

Batang - Puluhan anak dari Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi didampingi orang tua melakukan kunjungan untuk mengenal para Polisi Lalulintas dengan tugasnya sebagai pengatur lalulintas di Satuan Lalulintas Polres Batang, Sabtu (19/10/2019).

Berita
Pelajar Milenial Harus Pandai Merangkai Kata Positif di Era Digital

Batang - SMAN 2 Batang mengundang praktisi jurnalistik Akhmad Saefudin untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menulis, khususnya di era digital. Karena kegiatan menulis tidak dapat terlepas dari rutinitas seorang pelajar, terutama dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Berita
Ajang MAPSI, Semangat Berinovasi Sejak Dini

Batang - Ajang seleksi Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) tingkat Kecamatan Batang ke-22, melombakan kewirausahaan islami sebagai satu dari cabang yang dilombakan di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Batang, Kamis (3/10/2019).

Berita
Semangat Jadi Sekolah Adiwiyata, SMAN 2 Batang Hijaukan Lingkungan

Batang - Menghijaukan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang, tapi telah menjadi kewajiban seluruh manusia sebagai makhluk bumi. Hal itu disebabkan keadaan bumi yang lambat laun lapisan ozon mulai menipis, karena pemanasan global. Maka pihak sekolah berinisiatif menanam puluhan pohon di lingkungan SMAN 2 Kabupaten Batang, Jumat (27/9/2019).

Berita
Berita
Pemkab Yakin Batang Expo Penuhi Target Rp6 M

Batang Gelaran Batang Expo yang digelar setiap tahunnya, selalu membawa harapan positif bagi Pemerintah Kabupaten Batang. Pemkab memperkirakan transaksi yang diraih mencapai Rp6 miliar, sesuai target yang diinginkan oleh Bupati Batang Wihaji.

Berita
Berita
Bupati Batang Minta Harga Kuliner Pandawa Street Food Jangan Memukul

Batang - Bupati Batang Wihaji, meminta harga kuliner Pandawa Street Food (PSF) yang berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan jangan memukul pembeli.  "Yang paling penting harganya jangan memukul, standar saja yang penting rasanya enak pasti pembeli getok tular," kata Bupati Batang Wihaji dalam pembukaan PSF di Jl. KH. Ahmad Dahlan Kabupaten Batang, Jumat malam (9/8/2019).  Ia juga mengatakan PSF merupakan program Pemkab dalam merelokasi pedagang yang bertujuan memecah keramaian, karena selama ini terpusat di Alun - alun yang terkadang mengalami krodit.  "Oleh karena itu, kita pecah untuk menambah pertumbuhan ekonomi baru dan ternyata luar biasa, walaupun ada pro dan kontra, namun demikian tetap terus kita evaluasi," jelasnya. Ia juga menjelaskan kebijakan lalulintas sistem satu arah yang bertujuan menertibkan pengguna jalan, kenyamana dalam berkendara, serta untuk meramaikan pusat kuliner baru.  “Karena ke depan Batang akan semakin ramai dengan kehadiran banyak industri, bertambahnya penduduk yang tentunya akan dibarengi juga bertambahnya jumlah kendaraan,” imbuhnya.  Tidak hanya itu, untuk meramaikan PSF ke depan akan ditambah ornamen lampu hias dan hiburan musiknya, jam buka pedagang pukul 16.00 - 23.00 WIB, tapi untuk malam sampai pukul 00.00 WIB.  Ketua paguyuban PSF Mustofa yang merupakan pegadang mie gobyos berharap agar kuliner baru ini bisa berkembang lagi.  "Launching PSF sudah ramai pengunjung maupun pembelinya, walaupun belum semua pedagang berjualan," terangnya.  Dijelaskan juga bahwa animo pedagang  yang yang direlokasi jumlah 120 sangat antusias, karena di tempat ini sudah ada legalitasnya.  "Disini suah ada legalitasnya dengan diterbitkannya surat keputusan Bupati, jadi lebih tenang tidak diganggu satuan Polisi Pamong Praja," katanya.  Namun demikian, ia berharap agar di tempat yang lama tidak ada lagi pedagang, dan harus ada ketegasan dari Pemkab Batang.  Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto menjelaskan, bahwa jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan dipindahkan sebanyak 120 orang yang akan menempati (PSF).  “Adapun bantuan untuk PKL sejumlah 142 gerobak yang terdiri dari Kementerian Perdagangan 100 buah, 30 buah dari aspirasi anggota DPR RI, dan 42 buah dari Pemkab Batang,” imbuhnya. Sebelum pemindahan PKL ke PSF, lanjutnya, di Jalan Ahmad Dahlan Pemkab telah melengkapai ornamen prasarana dan fasilitas pendukung yakni perbaikan dan pengaspalan bahu jalan dan trotoar, pembuatan jaringan air bersih, penyediaan jaringan listrik, pemasangan lampu hias dan pemasangan baru lampu PJU. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita
Disperindagkop Batang Gelar Uji Tera Ulang UTTP di Pasar Gorong

Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang, menggelar uji tera ulang pada alat ukur, takar, timbangan, dan perlengkapannya (UTTP) di Pasar Gorong Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (28/8/2019).  Kepala seksi Kemetrologian Bidang Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Batang Andari Rooska Yuseffina mengatakan kewajiban pemilik UTTP atau timbangan untuk menera ulangkan secara berkala setiap tahunnya. “Kegiatan tera ulang UTTP atau timbangan ini untuk meminimalisir kecurangan pedagang di pasar-pasar,” ujarnya. Dijelaskan pelayanan tera ulang UTTP atau timbangan langkahnya akan dilakukan sosialisasi kepada pedagang agar timbangannya mau ditera ulang kemudian timbangan masuk uji kelayakan jika timbangan tidak lolos uji akan dilakukan reparasi timbangan sampai lolos uji. Ia menegaskan untuk pemilik timbangan agar menggunakan timbangannya dengan baik dan benar sesuai dengan peruntukannya. “Sanksi untuk pemilik timbangan yang melakukan perbuatan memakai UTTP atau timbangan yang bertanda batal atau yang tidak bertanda tera sah yang berlaku atau tandanya rusak akan dipidana penjara 1 tahun atau denda Rp1 juta,” terangnya. Ia mengharapkan masyarakat yang menjadi konsumen juga cerdas sebelum membeli barang agar memastikan timbangan berlaku dan bertanda tera sah sesuai tahun yang berlaku. (MC Batang, Jateng/Roza)

Berita
Pandawa Street Food untuk Pemerataan Perekonomian di Batang

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang akan merealisasikan janjinya untuk memindahkan ratusan pedagang yang selama empat tahun membuka lapak dagangannya di sekitar Jalan Diponegoro, A. Yani dan Veteran ke Jalan Ahmad Dahlan dengan nama Pandawa Street Food. “Tujuan utamanya untuk memecah keramaian dan pemerataan perekonomian, yang semula terpusat di tiga jalan itu. Maka Pemkab Batang melakukan penyebaran pedagang di beberapa titik, termasuk di Jalan Ahmad Dahlan,” ungkap Bupati Batang Wihaji usai menyerahkan gerobak kepada pedagang di halaman Kantor Bupati Kabupaten Batang, Jumat (2/8/2019). Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, dibuatnya Pandawa Street Food ini, merupakan sebagai langkah awal untuk menginspirasi munculnya titik-titik perekonomian baru di Kota Batang, namun regulasinya tetap berada di bawah Pemkab Batang.  “Secara resmi pemindahan pedagang dari sekitar Alun-alun ke Pandawa Street Food akan dilakukan pada 9 Agustus mendatang, bersamaan dengan uji coba jalur satu arah. Beberapa jalan yang akan diberlakukan jalur satu arah antara lain: Jalan Ahmad Dahlan, A. Yani, Brigjen. Katamso dan Dr. Sutomo,” terangnya. Bupati memastikan, para pedagang mendapat bantuan berupa gerobak dan sarana prasarana pendukung, seperti air, lampu penerangan jalan dan listrik.  “Bagi pedagang yang telah lama menggelar dagangannya di Jalan Ahmad Dahlan, tidak perlu khawatir, karena akan tetap diberikan ruang supaya dapat mempertahakan konsumen lama sekaligus mendapatkan pelanggan baru,” tegasnya. Pandawa Street Food akan semakin ramai karena nantinya setiap pekannya ditampilkan event-event musik dan kesenian, sehingga semua kalangan masyarakat dapat ikut merasakan manfaat atas keberadaan pusat kuliner dan hiburan masyarakat.  Untuk mengawalinya, seluruh Aparatur Sipil Negara dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah diminta untuk mencicipi kuliner di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, dengan harapan masyarakat pun ikut meramaikan Pandawa Street Food menjadi destinasi baru wisata kuliner Kota Batang. Kepala Disperidagkop dan UKM, Subiyanto menerangkan, 143 gerobak dberikan kepada para pedagang yang akan segera menempati Pandawa Street Food, yang berasal dari Kementerian Perdagangan 100 buah dan APBD 43 buah.  “Untuk pembagiannya sebanyak 30 buah diberikan kepada Organisasi Kemasyarakatan Muslimat NU, dan 112 diberikan kepada pedagang,” tuturnya. Ia menuturkan, fasilitas penunjang lain yang diberikan yakni tempat sampah, lampu taman di 15 titik, air dari PDAM di empat titik dan stop kontak untuk menerangi dagangan mereka di malam hari. “Pandawa Street Food akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu arah timur khusus kuliner dan arah barat khusus permainan anak,” tuturnya. Dibangunnya Pandawa Street Food berdampak besar untuk memecah pertumbuhan perekonomian di Kota Batang. Meskipun pusat perekonomian berada di tengah kota, tetapi harus dilakukan penataan, agar jalan dan lingkungan sekitarnya tertata dengan rapi.  “Para pedagang tidak perlu merasa takut akan kehilangan pelanggan, karena lambat laun pasti ramai dengan sendirinya, walaupun memang membutuhkan waktu, bahkan mungkin akan mendatangkan konsumen baru,” ungkapnya. Subiyanto menyarankan, jikalau suasana Pandawa Street Food sudah ramai, dan dimungkinkan akan bertambahnya pedagang baru, maka jenis makanan yang dijual harus berbeda dari yang sudah ada, agar konsemen memiliki banyak varian kuliner. Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Ahmad Dahlan, Mustofa menanggapi pemindahan pedagang ke Pandawa Street Food, harus menggelar dagangan di tempat baru.  “Ada 120 pedagang yang siap pindah ke Pandawa Street Food, karena semua persyaratan yang diajukan telah dipenuhi Pemkab, yaitu sarana prasarana pendukung, bagi pedagang,” ungkap Mustofa yang juga telah empat tahun berdagang mie gobyos di samping Rumah Dinas Bupati. Menurutnya, selama menggelar dagangan di sana, sangat menguntungkan karena konsumen berdatangan dari segala pnjuru. Hal itu disebabkan jalan A. Yani merupakan pusat perekonomian Kota Batang. “Selama kurun waktu tiga bulan ke depan, anggota Paguyuban Pedagang Ahmad Dahlan belum bersedia jika ada penambahan pedagang baru, karena masa itu masih tergolong penyesuaian untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan perekonomian,” tegasnya. Ia mengharapkan , setelah dilakukan pemindahan kondisi jalan di seputar Alun-alun benar-benar bersih dari aktivitas perekonomian. “Jangan sampai muncul pedagang-pedagang baru setelah kami pindah ke Pandawa Street Food,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)

Berita
Tambah Populasi Ikan di Perairan Umum Dengan Tebar Benih

Batang - Untuk menambah jumlah populasi ikan di perairan umum, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Batang bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, melakukan tebar puluhan ribu benih ikan di Wisata Curug Genting, Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Selasa (2/7/2019). Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dislutkanak Kabupaten Batang Marwati, mengatakan penebaran benih ikan di Kabupaten Batang bukan hanya di Desa Bawang saja, tapi juga di beberapa Kecamatan dan Desa lainnya. “Penebaran benih ikan juga dilakukan di 10 kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Gringsing, Banyuputih, Limpung, Subah, Tulis, Warungasem, Reban, Blado, Bawang, dan Tersono,” jelasnya. Ia menyampaikan kegiatan ini sudah dilakukan untuk ketiga kalinya, dan di tahun 2019 Kabupaten Batang mendapat bantuan sebanyak 905 ribu ekor benih ikan jenis nila merah dan nilem.  “Untuk di Desa Bawang, kita menebar 25 ribu bibit ikan jenis nila merah dan 30 ribu ikan jenis nilem dengan total 55 ribu benih ikan,” terangnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Vita, mengatakan penebaran benih yang dilakukan di perairan umum, merupakan kegiatan rutin dari provinsi untuk seluruh kabupaten di Jateng termasuk Batang. “Diharapkan saat ikan-ikan ini sudah besar, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dikonsumsi sehari-hari, namun dengan alat tangkap yang diperbolehkan, seperti pancing agar populasi ikan di sungai tetap terjaga,” pintanya. Sementara, Kepala Desa yang diwakili oleh Perangkat Desa Bawang Bagus, mengatakan sangat mendukung dan mendorong program seperti ini dilaksanakan secara berkelanjutan. “Harapannya semoga dengan program ini bisa menambah dan melestarikan spesies ikan yang ada di Curug Genting,” harapnya. (MC Batang, Jateng/Ardhy)

Berita
Nelayan Batang Cenderung Melaut di Bagian Tengah

Batang - Mayoritas nelayan dari perairan Kabupaten Batang, cenderung melaut di area Perairan Utara Jawa Tengah, sebab gelombang yang ditimbulkan masih termasuk kategori ringan, jika dibandingkan dengan Laut Jawa bagian timur dan barat yang gelombangnya lebih tinggi. “Para nelayan dari Kabupaten Batang tidak perlu khawatir karena perairan yang menjadi wilayah tangkapnya memiliki gelombang yang tidak terlalu tinggi. Berdasarkan kiriman informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah berkisar antara 0,5-1,25 meter, sedangkan Laut Jawa Bagian Barat mencapai 0,4-2 meter dan Perairan Utara Jawa Timur mencapai 0,2-1 meter,” papar Zaidun, Petugas Kesyahbandaran Pelabuhan di Kantor Pelayanan Satu Atap Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor Kabupaten Batang, Selasa (2/7/2019). Ia menerangkan, meskipun gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah masih dalam keadaan lebih tenang, tetapi jika terpapar gelombang besar dari Laut Jawa Bagian Barat dan Timur, dampaknya juga kurang baik bagi nelayan yang sedang mencari ikan. Para nelayan harus mampu melihat situasi dan kondisi di sekitar wilayah tangkap ikan, jika cuaca sudah terlihat tidak bersahahat, segera mengambil langkah yang tepat. “Kalau memang ada sesuatu hal yang menurut nelayan sudah berbeda cuaca, lebih baik menepi di posisi pulau terdekat,” tuturnya. Zaidun juga mengingatkan, agar sebelum berlabuh untuk mempersiapkan peralatan keselamatan yang dibutuhkan harus dipenuhi di kapal seperti : pelampung keselamatan dan pemadam api.  “Di satu sisi mereka selalu memonitor teman yang berada di laut, untuk mengetahui informasi terbaru di sana. Biasanya mereka tidak berangkat sendiri-sendiri, tetapi selalu menggerombol antara dua hingga tiga kapal dalam radius yang tidak terlalu jauh, sehingga apabila terjadi sesuatu dapat saling memberikan pertolongan,” terangnya. Salah seorang nelayan, Kasmundar menuturkan, selama kurang lebih tiga hari, tinggi gelombang hampir mencapai 2 meter, yang dapat mengurangi hasil tangkapan ikan.  “Selama lima hari melaut dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi, hanya membawa pulang hasil tangkapan ikan 2-5 kwintal saja, berbeda jika kondisi normal bisa membawa pulang tangkapan mencapai 10 ton,” katanya. Namun demikian, Kasmundar bersama kawan-kawannya selalu mempersiapkan peralatan keselamatan sebelum berangkat melaut, sebagai langkah antisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi saat berada di tengah lautan. (MC Batang, Jateng/Heri)

Berita
Tahun 2020, Bupati Batang Canangkan Jadi Kabupaten Pariwisata dan Industri

Batang - Bupati Batang Wihaji, mencanangkan di tahun 2020 sebagai Kabupaten Industri dan Pariwisata, pasalnya di tahun itu Perubahan Peraturan Daerah RTRW akan disahkan secara resmi. "2020 Batang sebagai Kabupaten Pariwisata dan Industri, karena kita memiliki potensi wisata yang luar biasa lengkap, dari alam sampai dengan wisata religi dan budaya," kata Bupati Batang Wihaji usai membuka Job Fair di SMKN Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (26/8/2019).  Kalau industri, lanjutnya, Pemkab sudah menyiapkan 3.500 hektar lahan yang akan menjadi kawasan industri, yakni di wilayah Kecamatan Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih dan Gringsing.  "Batang memiliki sumber energi listrik PLTU 2x1000 MW yang pada tahun ini akan diuji coba, yang artinya ketersediaan energi untuk industri akan tercukupi," ujarnya.  Bupati juga menjelaskan rencana pencanangan Batang menjadi Kabupaten Industri dan Pariwisata merupakan implementasi dari rencana jangka menengah daerah untuk memunculkan banyak investasi.  "Dengan Investasi akan memunculkan industri yang akan menyerap banyak tenaga kerja, yang tentunya akan ada perputaran uang dan daya beli maka pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Batang akan naik," katanya.  Sementara ini, lanjut Bupati kendala kita pada perubahan RTRW, sehingga memperlambat investasi, padahal ketertarikan investor ke Batang sangat tinggi. Hal ini terlihat puluhan investor sudah mengantri.  "Oleh karena itu, masyarakat Batang harus bersiap diri dengan meningkatkan kemampuan SDMnya, agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Namun, Pemkab berusaha agar perekrutan tenaga kerjanya memprioritaskan masyarakat Batang," pintanya. Ia menyampaikan, semakin maraknya wisatawan yang berkunjung di Batang, maka banyak pula peluang usaha dibidang ekonomi kreatif, kesempatan ini harus kita tangkap dengan ide - ide kreatif dan inovatif.  "Upaya Pemkab untuk mendukung tahun kunjungan wsiata dengan Heaven of Asianya, selain melakukan pembinaan kepada kelompok sadar wisata agar terus berbenah dan menambah fasilitas wahana wisaata," jelasnya. Bupati juga menerangkan, Pemkab Batang melalui Dinas Tenaga Kerja sudah melatih pemuda untuk usaha di bidang ekonomi kreatif seperti desain grafis, pelatihan kuliner hingga pelatihan kerajinan tangan, dengan harapan mereka dapat menangkap peluang usaha. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita
Berburu Kuliner di Pandawa Street Food Batang

Batang - Bagi kalian yang suka wisata malam berburu makanan dan mempostingnya di media sosial, mungkin kuliner jalanan di Jalan Ahmad Dahlan Kabupaten Batang bisa menjadi pilihan.  Kuliner yang akan dibuka pada Jumat (9/8/2019), menjadi pusat kuliner baru di Kabupaten Batang, pasalnya Pemerintah Kabupaten Batang menyulap jalan yang sebelumnya cukup sepi ini menjadi pusat kuliner baru dengan nama Pandawa Street Food  (PSF).  Seperti namanya, nama pandawa hampir mirip dengan tokoh pewayangan, tapi Pandawa ini memiliki arti Panggonan Panganan Lan Wedangan (pusat makanan dan minuman) dengan konsep street food atau kuliner pinggir jalan dari makanan ringan hingga makanan berat.  Beberapa ornamen serta gerobak kuliner terlihat sudah menghiasi sepanjang Jalan Ahmad Dahlan dengan hiasan lampu penerangan jalan mempercantik jalanan, sehingga menarik untuk berswafoto. Bupati Batang Wihaji mengatakan Pandawa Street Food akan menjadi pusat kuliner serta pemecah keramaian di Alun-alun Batang. "Kita akan sulap sebagus mungkin,  dengan lampu-lampu hias dan ornamen lainnya, beragam sajian kuliner yang menggugah selera dari makanan ringan sampai makanan berat, juga ada permainan anak-anak," jelasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita
Duwis 2019 Usung Program MTV untuk Promosikan Destinasi Wisata Batang

Batang - Sudah saatnya mempromosikan dunia pariwisata di era milenial menggunakan berbagai aplikasi online, dengan tujuan untuk lebih menarik dan mempercepat pengenalan sebuah destinasi wisata. Salah satu program yang dibawa oleh Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Batang 2019, Andrian Rayhan Yanamitofic dan Sri Rezeki adalah Milenial Tourism Vlog (MTV), yang cara kerjanya mengajak para youtuber dan publik figur, memperkenalkan suatu obyek wisata unggulan di Kabupaten Batang. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso mengatakan, MTV merupakan ide yang cemerlang menggunakan kemampuan yang dimiliki Mas dan Mbak Batang, yaitu membuat vlog untuk setiap potensi yang ada Kabupaten Batang. “Saya juga menyarankan, karena mereka memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, kami akan membuat obyek wisata dan ekonomi kreatif potensil juga akan dibuat vlog menggunakan dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris,” tuturnya saat ditemui di Kantor Disparpora Kabupaten Batang, Selasa (30/7/2019). Dikatakan, tujuannya agar destinasi wisata itu tidak hanya dinikmati oleh wisatawan domestik saja, namun juga oleh mancanegara akan lebih mengenal keindahan alam Kabupaten Batang. Kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2018 mencapai 350 orang. Harapannya di tahun 2019 dapat terjadi peningkatan yang luar biasa, berkat adanya program MTV guna menyukseskan Visit Batang Years 2022, Heaven of Asia. Wahyu menambahkan, para wisatawan mancanegara lebih menyukai pada wisata Batik Rifa’iyah, karena tertarik untuk mempelajari cara membatik yang tergolong unik yaitu sambil melafalkan sholawat kepada Nabi Muhammad.  “Di sisi budaya mereka tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang tradisi Nyadran Gunung Silurah dan obyek wisata Pagilaran yang sudah mempunyai program tahunan bersama komunitas pecinta teh dunia,” pungkasnya. Mbak Kabupaten Batang Sri Rezeki memandang bahwa pariwisata di Kabupaten Batang sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, namun dari sisi manajemen masih menjadi pekerjaan rumah yang besar, untuk semua pihak. “Kontribusi saya sebagai Duta Wisata Kabupaten Batang, akan mengoptimalkan promosi destinasi wisata menggunakan program bernama MTV, karena di zaman milenial seperti ini, banyak warganya yang bermain di facebook, instagram atau youtube,” tuturnya. Menurutnya, semua akan mudah tersampaikan kepada warganet menggunakan media sosial. Dalam waktu singkat, pesan untuk mempromosikan keunggulan pariwisata di Kabupaten Batang sudah tersampaikan kepada wisatawan mancanegara. “Kita hanya membutuhkan waktu satu menit di instagram, tiga sampai lima menit di youtube. Diharapkan pesan-pesan pariwisata akan dikemas secara menarik, sehingga orang mau berkunjung ke sana,” terangnya. Lebih lanjut, Jeje sapaan akrabnya, menerangkan MTV jadi lebih menarik, karena cita-cita saya supaya dapat berkolaborasi dengan para youtuber Indonesia. “Mereka bisa mendukung dan secara tidak langsung pariwisata di Kabupaten Batang membuat orang semakin penasaran untuk berkunjung. Wah ternyata artis pun ikut mengvlog obyek wisata di Batang. Ditambah lagi harga tiket masuk yang sangat ramah di kantong,” paparnya. Jeje beranggapan bahwa kaum milenial adalah garda terdepan untuk mempromosikan pariwisata. Tolok ukur suatu pariwisata dapat berkembang itu, dapat dinilai dari cara pemudanya bisa mengembangkan pariwisatanya menjadi lebih bermakna. “Di MTV ini kami akan membuat setiap episodenya dikemas semenarik dan selalu terbaru, sehingga membuat warganet penasaran untuk terus mengikuti jalan ceritanya mirip seperti tema-tema “Game of Throne”,” pungkasnya. Ditemui di tempat yang sama, Mas Kabupaten Batang Andrian Rayhan Yanamitofic sependapat dengan Kepala Disparpora untuk mempromosikan destinasi wisata yang terdapat di Kabupaten Batang menggunakan media sosial.  “Masyarakat khususnya kaum milenial jadi lebih mudah dan cepat mengakses obyek-obyek wisata, untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Termasuk akan membuat vlog bersama Mbak Batang 2019 Sri Rezeki, di destinasi wisata dan kawasan ekonomi kreatif, agar makin dikenal masyarakat luas,” ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri)

Berita
Pasar Ndalu Desa Gringsing Jadi Destinasi Baru di Batang

Batang - Wakil Bupati Batang Suyono, mengapresiasi kegiatan Pasar Ndalu yang digagas oleh Forum Silaturahmi Mahasiswa Batang Yogyakarta (Forsimba), berkolaborasi dengan Karang Taruna Remaja Bhakti Desa Gringsing. "Kegiatan ini sangat luar biasa, karena membangkitkan kembali potensi budaya lokal yang dikemas apik menjadi destinasi wiaata," kata Wakil Bupati Batang Suyono saat hadir di acara Ntelisik Batang dan Pasar Ndalu di Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Sabtu malam (27/7/2019). Kegiatan yang mengerahkan begitu banyak stakeholder, lanjutnya, sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena ada efek yang ditimbulkan dalam perputaran uang di desa sebagai kekuatan ekonomi.  "Semoga kegiatan Pasar Ndalu terus berkelanjutan, karena ini bagian dari kebudayaan dan potensi ekonomi yang harus digali," harapnya. Wabup juga berharap pemuda dan pemudi teruslah mengeksplore potensi wisata dan kuliner. Pemuda adalah aset terbesar bangsa, kemampuan para pemuda dan pemudi adalah aset terbesar bangsa.  "Teruslah eksplore kemampuan bakat dan terus kembangkan kreatif, inovatif serta tularkan ilmunya kepada yang lain," pintanya.  Ketua Panitia Pasar Ndalu Desa Gringsing Rohmanto mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian acara Puncak Ntelisik Batang. Kegiatan ini sudah berjalan selama empat kali.  "Kita hadir di Kecamatan Gringsing untuk membedah potensi yang ada, namun kali ini kita kemas dengan meliibatkan karang taruna dan masyarakat," jelasnya. "Pasar Ndalu berlangsung selama dua hari, berbagai kuliner, wahana permainan anak, tempat berswafoto, seni dan budaya kita sajikan di sepanjang sungai Desa Gringsing yang panjangnya 200 m," terangnya. Kegiatan ini juga diramaikan dengan Tari Batik Gringsing dan Tari Simo Gringsing dari Sanggar Abimanyu. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita
Berita
Bupati Batang : Berteater, Cara Mengkritik yang Intelek

Batang - Bupati Batang Wihaji memandang hal yang lumrah, ketika kelompok teater berisi orang-orang idealis yang mengkritik jalannya sistem pemerintahan dalam suatu negara, dengan sudut pandang pelaku teater.

Berita
Bupati Batang Wacanakan Gedung Wanita Jadi Gedung Kesenian

Batang Bupati Batang Wihaji, mewacanakan gedung wanita akan dijadikan gedung kesenian. Pasalnya perkembangan kesenian di Batang ada kemajuan yang sangat luar biasa, sehingga sudah selayaknya Pemkab memiliki gedung kesenian.

Berita
Bupati Batang : Seniman Butuh Ruang Berekspresi

Batang - Sebuah karya dibuat dengan penuh daya imajinasi dari seorang seniman, pada akhirnya harus disuguhkan bagi para penikmat seni. Namun selama ini, mereka yang berjiwa seni tinggi, belum memiki ruang khusus untuk mengekspresikan karyanya, karena Kota Batang belum mempunyai gedung kesenian maupun taman budaya.

Berita
Panen Raya di Batang, Padi Hasil Pupuk Organik Wijaya Kusuma

Batang - Kodim 0736/Batang bersama Kelompok Tani Desa Pesaren, menggelar Panen Raya Padi Organik di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Senin (12/8/2019). Baminwanwil Sertu Yugo Rusianto mengatakan panen raya padi organik merupakan bentuk kolaborasi dan sinergitas antara petani dengan Kodim 0736/Batang untuk melindungi lahan pertanian berkelanjutan yang luasnya 9,5 Hektar dari 4 desa yaitu Pesaren, Pandansari, Kaliwareng dan Cepagan.  “Dengan adanya kerjasama antara TNI dan petani diharapkan ke depan kita membantu masyarakat dengan swasembada pangan tidak perlu mengekspor dari luar,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, pendamping dari Demplot padi Hartoyo menyampaikan fungsi dari pupuk organik Wijaya Kusuma untuk menghasilkan padi yang organik atau tanaman yang organik.  “Pupuk organik Wijayakusuma yang dikembangkan oleh putra – putri bangsa ini sangat baik dan bisa dilihat hasil panennya, karena pupuk organik Wijayakusuma tidak mengandung bahan kimia. Upaya TNI untuk meningkatkan kwantitas dan kwalitas hasil pertanian, karena banyak tanah alih fungsi yang semula dari sawah sudah banyak yang sekarang menjadi perumahan,” jelasnya. Hartoyo berharap dengan adanya pupuk Wijaya Kusuma, tanaman padi akan kecukupan makanan yang diambil dari unsur hara tanah itu sendiri. Dengan adanya kecukupan makanan untuk tanaman itu sendiri diharapkan bibitnya menjadi unggul.  Nur Cahyo selaku petani mengatakan dengan adanya bantuan pupuk organik Wijaya Kusuma ini sangat terbantu sekali, sehingga untuk pemulihan tanah itu dapat lebih efektif dan subur.  “Saya berharap program ini tetap untuk ditindak lanjuti, mudah-mudahan bagi siapa saja dapat berminat untuk ikut kerja sama dengan Wijaya Kusuma, karena sangat membantu sekali,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita
Kodim 0736/Batang Panen Bersama di Lahan Demplot

Batang  – Kepala Staf Kodim 0736/Batang Mayor Inf Raji bersama anggota Koramil 11/Warungasem  melaksanakan panen padi di lahan Demontration Plot (Demplot) milik Wahyudi dengan luas 0,5 Ha yang menggunakan pupuk organik Wijaya Kusuma Nutrition, di area persawahan Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Sabtu (27/7/2019). Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji mengatakan, pupuk Wijaya Kusuma merupakan pupuk organik yang dilengkapi dengan kandungan nutrisi untuk tanaman, aman tidak mempunyai efek samping pada tanaman dan tanah, sehingga, tanaman bisa berkembang secara maksimal dan menghasilkan panen yang lebih banyak. “Pupuk wijaya kusuma ini mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sehingga tidak merusak kesuburan tanah dan justru akan menetralkan tanah dari bahan kimia, dengan demikian akan bisa meningkatkan kualitas tanaman dan hasil tanaman padi pun bisa kita lihat lebih maksimal dibanding dengan yang tidak menggunakan pupuk Wijaya Kusuma Nutrition,” terangnya. Lebih lanjut, Kasdim memaparkan, masalah kesuburan tanah, serangan hama, PH tanah yang rendah, merupakan kondisi riil di lapangan yang dihadapi para petani. Dengan hadirnya pupuk Wijaya Kusuma diharapkan bisa memberikan solusi, sebagai bentuk komitmen TNI dalam mensukseskan program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional. Kepala Desa Cepagan Hery Kiswanto, yang hadir pada kesempatan tersebut menyambut baik langkah-langkah kodim Batang dalam mensukseskan program swasembada pangan di desanya, Menurutnya dengan berkurangnya lahan pertanian yang ada, maka salah satu cara mengatasinya dengan meningkatkan hasil produksi pertanian. “Terima kasih pak Kasdim beserta jajarannya yang membantu petani di desa kami,melalui lahan Demplot ini diharapkan dapat memberi keyakinan kepada petani yang lain,untuk memakai pupuk ini,karena hasilnya memang terbukti bisa meningkatkan kesuburan tanah, sehingga produksi akan meningkat,” tuturnya.  Kegiatan ini diikuti Kepala Staf Kodim 0736/Batang Mayor Inf Raji didampingi Rudi, Batuud Koramil Warungasem Pelda Eko Hariyono, Kepala Desa Cepagan Hery Kiswanto, Baminwanwil Sertu Yugo Rusianto dan para Babinsa Koramil Warungasem serta Para Gapoktan. (MC Batang, Jateng/Heri)

Berita
Kabupaten Batang Diproyeksikan Jadi Sentra Bawang Putih

Batang - Bupati Batang Wihaji bersama Ketua Tim Pembina Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Uni Kuslantasi Wihaji, memanen bawang putih bersama Kelompok Tani Banarsari di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (17/7/2019).  Dalam kesempatan ini Bupati Batang menyampaikan, dengan keberhasilan masyarakat untuk menanam bawang putih, maka bisa turut andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang selama ini kebutuhannya selalu mengimpor dan diharapkan pula menjadi produsen bibit bawang putih. “Memang ada sejarah tentang bawang putih, untuk mengulang sukses Kabupaten Batang diproyeksikan Kementerian Pertanian menjadi sentra bawang putih,” jelasnya. Bawang putih sebagai alternatif petani, lanjutnya, selain menanam padi dengan hasil yang lebih, khususnya di dataran tinggi. Oleh karena itu, dengan banyak petani menanam otomatis dapat mengurangi impor. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Migayani Thamrin menjelaskan, untuk memulai menanam bawang putih tahun 2018 dengan luas 94 hektar dan tahun 2019 sekitar 300 hektar.  “Kabupaten Batang memang menjadi pusat penyedia benih, yang kiranya tahun 2019 ditargetkan oleh Kementerian melalui pendanaan APBN ada sekitar 275 hektar dan yang dari kemitraan seluas 84 hektar dengan varietas lumbu ijo dan lumbu kuning,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, Kabupaten Batang memang dikhususkan untuk pembibitan, bukan untuk konsumsi dengan harga jual bawang basah untuk bibit 1Kg dijual dengan harga Rp10.000,00, sedang bawang putih kering satu bulan dijual dengan harga Rp35.000,00 serta bawang siap bibit dijual dengan harga Rp50.000,00. “Oleh karena itu, diharapkan di tahun 2021 Indonesia bisa swasembada pangan bawang putih, karena sejak tahun 2017 dari Kementerian Pertanian terus mengembangkan kawasan dengan pemberian bibit secara gratis,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita
Bupati Batang Bersama Petani Desa Pesaren, Rintis Agrowisata Jeruk

Batang - Untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022, Pemerintah Kabupaten Batang bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) merintis agrowisata wisata taman buah jeruk.  "Di tahun 2018, petani mendapat bantuan bibit secara gratis oleh Balitjestro sebanyak 35 ribu bibit, sekarang jeruk yang telah ditanam usianya 14 bulan yang hasilnya di luar ekspektasi saya," kata Bupati Batang Wihaji saat meninjau kebun Jeruk di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jumat (12/7/2019).  Kebon jeruk ini sangat potensi sekali sebagai salah satu contoh, lanjutnya, sehingga jika benar - benar sukses, masyarakat Batang akan mengikuti menanam jeruk.  "Oleh karena itu, sebelum memasuki panen raya di tahun 2020 bulan Juli - Agustus kita harus merencanakan Kebon Jeruk Desa Pesaren bisa dijadikan agrowisata tanaman buah sebagai bagin program menciptakan 1.000 wiarausaha baru," jelasnya. Ia menerangkan Pemkab akan terus melakukan pendampingan, selain dalam merawat tanaman jeruk, tapi juga merubah kebun jeruk menjadi objek wisata dengan melengkapi kuliner hingga tempat parkirnya.  Peneliti Balitjestro Susi Wuryantini yang mendampingi petani jeruk di Batang menjelaskan, sesuai dengan rencana, pada tahun 2020 di bulan Juli - Agustus merupakan musim panen raya. Namun, karena ini merupakan panen pertama kalinya, sehingga tidak boleh banyak berbuah dulu, untuk melatih kedepannya agar bisa lebih banyak lagi buahnya.  "Untuk panen perdana, rata - rata menghasilkan 5 kg buah jeruk per pohon, maka untuk 500 pohon, maka panen raya mencapai 2,5 ton," ujarnya.  Ia juga menjelaskan untuk hasil yang lebih maksimal di tahun berikutnya, harus menggunakan teknologi pertanian dengan sistem Bujangsetra (Buah Berjenjang Setiap Saat).  Sementara, petani jeruk Desa Pesaren Jumham Majid menjelaskan, beralihnya menanam jeruk karena ada potensi yang luar biasa, selain kita bertanam juga ada wisata edukasi. Adapun varietas jeruk yang ditanam yakni Keprok Pontianak, Keptok RGL dan Keprok Trigas.  "Perawatan tanaman jeruk tidak begitu sulit karena kita juga ada pendampingan yang penting  ulet, telaten dan disiplin dalam merawatnya," terangnya.  Ia juga mengatakan kebun jeruk ini memang proyeksinya sebagai agrowisata kebun jeruk, yang nantinya masyarakat bebas memetik dan makan sepuasnya.  "Kita proyeksikan sebagai wisata edukasi taman jeruk, selain kita mendapat hasil dari buah juga ada pendapatan lain dari kuliner dan parkir," ujarnya. Dijelaskan pula taman jeruk di tahap awal menanam 500 bibit jeruk dengan luas tanah 1,25 hektar. Untuk tanaman sendiri sudah berumur 14 bulan yang sesuai umur panen berusia 2,5 tahun. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita
Berita
Gali Potensi Anak Melalui POPDA

Batang Sebanyak sembilan Sekolah Dasar (SD) yang tergabung dalam Gugus Yos Sudarso melakukan persiapan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Kecamatan Batang di Lapangan Dracik Kampus Kabupaten Batang, Kamis (3/10/2019).

Berita
Berita

Ayo Akses Informasi Layanan Pemerintah Kabupaten Batang :