Home / Berita / Pendidikan / DISPERPUSKA BATANG GELAR LOMBA BERTEMA LITERASI MELAMPAUI PANDEMI

Berita

Disperpuska Batang Gelar Lomba Bertema Literasi Melampaui Pandemi

Batang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang menggelar lomba puisi dan esai yang dapat diikuti seluruh warga Jawa Tengah. Mengangkat tema “Literasi Melampaui Pandemi”, para pecinta literasi diberikan ruang untuk mengungkapkan perasaannya di tengah pandemi Covid-19.

Batang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang menggelar lomba puisi dan esai yang dapat diikuti seluruh warga Jawa Tengah. Mengangkat tema “Literasi Melampaui Pandemi”, para pecinta literasi diberikan ruang untuk mengungkapkan perasaannya di tengah pandemi Covid-19.

Bupati Batang Wihaji mengapresiasi ide kreatif tersebut, karena meski seluruh masyarakat Kabupaten Batang khususnya dan Provinsi Jawa Tengah umumnya, masih mengalami pandemi, namun tetap dapat mengekspresikan segala hal tentang situasi Covid-19, dengan memanfaatkan media lomba puisi dan esai yang digagas Disperpuska.

Kegiatan ini sangat bagus karena tetap memberikan ruang bagi pecinta seni literasi, untuk mengungkapkan isi hatinya tentang semua hal yang erat kaitannya dengan Covid-19.

“Ini cara kita membuka ruang kreatif dan inovatif bagi seluruh warga Jawa Tengah, untuk tetap eksis mencurahkan pikirannya berbentuk puisi dan esai. Ini semangat para pecinta literasi, bagian dari tanggung jawab dan kewajiban pemerintah daerah, memberikan ruang berekspresi,” ungkap Bupati Wihaji saat ditemui, di Kantor Bupati, Kabupaten Batang, Selasa (19/1/2021).

Bupati mengharapkan, semangat literasi ini harus tetap terjaga di seluruh Jawa Tengah, dengan terus berkarya apapun dan bagaimanapun situasi serta kondisinya.

“Tetap semangat, jaga terus kesehatan warga Kabupaten Batang dan seluruh Jawa Tengah, salam literasi terus kreatif serta inovatif,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Disperpuska Batang, M. Saefuddin Zuhri memaparkan, lomba ini menjadi salah satu media dari sekian banyak cara untuk mengungkapkan perasaan tentang pandemi.

Menulis puisi dan esai lalu mengirimkannya melalui email dinilai cara paling aman untuk tetap berekspresi, karena peserta tidak perlu datang langsung ke tempat perlombaan.

“Kami memberi kesempatan kepada anak-anakku semua yang punya hobi menulis puisi dan esai, bisa menyampaikan pengalamannya,” tuturnya.

Disperpuska mengambil tema “Literasi Melampaui Pandemi” karena semua kalangan mengetahui kemunculan Covid-19 di Wuhan Tiongkok sejak akhir 2019.

“Para penulis tidak dibatasi dalam menuangkan karyanya, tapi dipersilakan untuk mengambil pengalaman atau kejadian di daerah lain, bahkan seputar vaksinasi pun bisa dijadikan sebagai acuan dalam menulis puisi maupun esai,” ujar dia.

Lebih lanjut, Saefuddin menerangkan, hasil karya seluruh warga Jawa Tengah diharapkan, dapat mempengaruhi khalayak untuk mengikuti imbauan Pemerintah, agar menyikapi pandemi secara bijaksana.

Silakan bagi anak-anakku yang ada di Grobogan, Purbalingga, Tegal, Klaten, Pekalongan dan seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah kirimkan karya terbaik kalian ke alamat email lombapuisiesai2021@gmail.com, dengan subyek #Nama#Lomba Puisi/Esai (pilih)#Judul#Kota/Kabupaten, sertakan foto close up, KTP atau kartu pelajar.

“Sekarang peserta yang sudah mengirimkan karyanya ada dari Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kota Pekalongan dan Kota Tegal. Yang saat ini sedang nulis puisi dan esainya masih ada waktu sampai 23 Januari 2021 pukul 00.00 WIB,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Batang, Aunti menanggapi positif lomba tersebut, karena dapat dijadikan ajang menyalurkan bakat anak didik di dunia tulis menulis puisi dan esai.

“Alhamdulillah setelah saya sebarkan informasi tersebut, anak-anak berminat dan sekarang mereka sedang mempersiapkan karya puisi maupun esai. Pihak sekolah juga sedang menyiapkan surat keterangan agar memudahkan siswa kelas X yang belum punya kartu pelajar tetap bisa mengikuti lomba,” tuturnya.

Menurut dia, pemilihan tema seputar pandemi sangat menarik, karena saat ini begitu dekat dengan kehidupan kita.

“Anak-anak yang ingin membuat esai bisa menggali informasi lebih dalam mengenai pandemi, sehingga mereka bisa menuangkan pandangannya. Dan yang menulis puisi mereka bisa mengungkapkan perasaannya tentang suka duka tentang pandemi yang dialami orang-orang terdekat atau bahkan kalangan medis maupun masyarakat umum yang merasakan kepedihan akibat dampak pandemi,” ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)