Home / Berita / Pendidikan / SEKOLAH MEMFASILITASI CPD YANG TAK MEMILIKI GAWAI

Berita

Sekolah Memfasilitasi CPD yang Tak Memiliki Gawai

Batang - Di masa pandemi Covid-19 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online mulai dipersiapkan segala sarana prasarana pendukungnya. Salah satunya SMAN 1 Batang yang tetap mengedepankan pendaftaran secara online, melalui laman https://jateng.siap-ppdb.com, demi meminimalisir penularan virus Corona.

Batang - Di masa pandemi Covid-19 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online mulai dipersiapkan segala  sarana prasarana pendukungnya. Salah satunya SMAN 1 Batang yang tetap mengedepankan pendaftaran secara online, melalui laman https://jateng.siap-ppdb.com, demi meminimalisir penularan virus Corona.

Namun disisi lain, untuk mempermudah proses PPDB Online, bagi Calon Peserta Didik (CPD) yang tidak memiliki kemudahan akses internet, maka pihak panitia berupaya memfasilitasi menggunakan sarana yang ada di sekolah.

“Kalau misalnya terpaksa anak-anak harus ke sekolah, wajib mematuhi protokol kesehatan. Bagi anak yang tidak punya gawai ataupun alat yang dapat digunakan secara online, CPD akan dibimbing oleh petugas di sekolah untuk mendaftar,” kata Kepala SMAN 1 Batang Sukalim saat ditemui di Kantornya, Senin (16/6/2020).

Sukalim menerangkan, dikarenakan di masa pandemi ini Ujian Nasional tingkat SMP ditiadakan, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya  raport,  rata-rata nilai raport yang dibuat oleh sekolah asal mulai semester 1-5, Kartu Keluarga dan atau Surat Keterangan Domisili dari RT/RW setempat serta Akta Kelahiran.

“Semua persyaratan pendaftaran itu diunggah ke laman https://jateng.siap-ppdb.com,” jelasnya.

Dalam PPDB Online Tahun 2020/2021, ada 4 jalur yang dapat digunakan yaitu, jalur zonasi 50 persen, prestasi 30 persen,  afirmasi 15 persen dan perpindahan orang tua 5 persen.

Di masa pandemi Covid-19, dia menuturkan, dunia pendidikan tetap harus berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus berkomitmen mematuhi prosedur penanganan pencegahan penularan virus Corona.

“Menyikapi cara belajar online, Bapak/Ibu guru mempersiapkan strategi baru memberikan pembelajaran kepada siswa dengan sistem jarak jauh. Apapun metode pembelajarannya, yang terpenting hakikatnya anak-anak memiliki semangat belajar dan meraih prestasi maksimal,” terangnya.

Dirinya mengatakan, beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim menyampaikan bahwa zona hijau di Indonesia baru mencapai 6 persen sedangkan 94 persen di antaranya masih termasuk zona merah.

“Untuk Tahun Pelajaran 2020/2021 tetap dimulai tanggal 13 Juli mendatang, namun pembelajaran, tidak mewajibkan anak datang ke sekolah. Kalaupun Pemkab Batang mengizinkan anak masuk, maka kita melakukan sistem sift atau pergantian yaitu sepertiga anak masuk dan duapertiga tetap di rumah, supaya tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Apabila belum ada pengumuman resmi perlu diundur di bulan Oktober dan sistem sift baru diberlakukan.

“Jadi tiga bulan anak total pembelajaran online atau jarak jauh. Jika tidak memungkinkan lagi, akan ada opsi ketiga yaitu pembelajaran dimulai bulan Januari 2021, sesuai arahan dari Pemerintah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)