Home / Berita / Pendidikan / DISDIKBUD BATANG MULAI TERAPKAN SOAL HOTS PADA UNBK

Berita

Disdikbud Batang Mulai Terapkan Soal HOTS Pada UNBK

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang mulai menerapkan soal-soal Higher of Thinking Skill (HOTS) dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebagai langkah persiapan menuju Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang mulai menerapkan soal-soal Higher of Thinking Skill (HOTS) dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebagai langkah persiapan menuju Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Soal HOTS memerlukan pemikiran tingkat tinggi, kritis dan penalaran peserta didik dalam setiap menjawab pertanyaan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Batang Sabar Mulyono mengatakan, pihak Satuan Pendidikan telah diberikan pengarahan terutama para guru dalam proses pembelajaran juga harus menggunakan pendekatan HOTS.

“Kalau proses pembelajarannya masih seperti biasa, soalnya sudah menggunakan HOTS, ya tidak akan bisa. Maka melatih penalaran itu dengan pendekatan seseorang untuk mencari jalan keluar dari permasalahan dan penugasan lapangan,” tuturnya saat ditemui di SMPN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (12/2/2020).

Sabar menegaskan, soal HOTS bukanlah soal yang sulit, namun yang terpenting anak didik harus mampu menggunakan penalaran mereka dalam menjawab pertanyaan.

Bagi para guru, Sabar selalu mengingatkan agar bersiap dengan dinamika kebijakan pendidikan, seperti Merdeka Belajar, bahwa semuanya sekarang ini dikembalikan ke Satuan Pendidikan.

“UNBK sangat ditentukan oleh kualitas peralatan yang digunakan, SDM yang menangani, termasuk jaringan internet yang memadai,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMPN 8 Batang, Puji Utami mengatakan, saat ini siswanya masih menggunakan UNBK untuk menentukan hasil akhir. Namun pihaknya selalu mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, apabila akan menggunakan sistem AKM.

“Salah satu mata pelajaran yang termasuk dalam AKM adalah karakter. Selama ini nilai karakter tidak termasuk dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi lebih condong pada pembiasaan, seperti salam di pagi hari, sholat berjamaah, penerapan 3S (senyum, salam, sapa),” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)