Bupati Batang bersama Forkopimda Resmikan atau melaunching E-Hibahbansos
Berawal dari adanya temuan hibah bantuan sosial oleh Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Tengah, Sekda Kabupaten Batang ciptakan aplikasi E- Hibah Bantuan sosial yang di launching dan sosialisasikan Selasa 6/11 di Aula Kantor Bupati setempat.
Sekda Batang Nasikhin Mengatakan, inovasi aplikasi E- Hibah Bansos berawal dari keprihatinan pemerintah adanya temuan BPKP yang menilai kurang tertib dan konsisten en antara penganggaran dan pencairannya serta ada yang tidak di laksanakan dan dikembalikan Bansoso ke kas daerah dan SPJ nya terlambat.
"Aplikasi E-Hibah Bansos jadi tertib aturan, tertib waktu dan masyarakat bisa langsung memantau dan tahu kapan waktu masukan proposal dan kapan pencairannya, jadinya hibah bantuan sosial menjadi jelas, karena aplikasi tidak punya perasaan, terlambat satu haripun tidak bisa masuk." Kata Sekda Nasikhin.
Ia juga mengatakan bahwa untuk tahun 2017 pemerintah Kabupaten Batang menganggarkan 40 milyar untuk hibah bantuan sosial, yang di peruntukan untuk 6000 penerima yang setiap tahunya slelalu ada peningkatan.
Bupati Batang Wihaji mengatakan, Aplikasi ini merupakan salah satu bentuk layanan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang selama ini banyak aspirasi hibah bantuan sosial, dan dalam prosesnya ada kecurigaan masyarakata yang menilai kurangnya transparan.
“ Apilkasi E-Hibah akan di ketahui yang dapat siapa dan jelas, sisitemnya pun transparan dan akuntable yang mulai dari poses pengajuan proposalnya dan administrasi lainya bisa di cek melalui aplikasi tersebut.
Bupati Wihaji juga meminta aplikasi tersebut harus disosialisasikan karena sngat penting sekali bagi masyarakat, sehingga tahu manfaat teknologi informasi terkait dengan aplikasi agar masyrakat dapat mengakses langsung dan memberikan usulan terkait dengan bansos atau hibah.
“ Aplikasi ini juga akan memferifikasi proposal bantuan yang di ajukan masyarakat, sehingga masyrakat tahu proposal yang diajukan apakah termasuk bantuan sosial atau bantuan hibah.”
Bantua hibah sangat bermacam – macam yang berupa, mobil, tanah dan apalagi kedepan pemerintah Kabupaten sedang mempersiapkan hibah bantuan tanah untuk pendirian perguruan tinggi, Polsek dan koramil untuk kecamatan yang belum memiliki kantornya.
“ Hibah bantuan tanah bisa di masukan e- hibah bansos karena kedepan kita punya program bantuan hibah tanah untuk perguran tinggi dan Polsek dan Koramil yang belum memiliki kantor,” Kata Wihaji
Wihaji juga mengatakan untuk sementara ini pemerintah Kabupaten Batang sudah memiliki 98 apilkasi, hal ini untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyrakat dengan menggunkan informasi teknologi.
“ 98 Apilkasi ini masih dalam proses integrasi dan yang sudah terinegrasi yaitu e-plening, e-bugeting dan yang lain masih penataan, kita juga lagi membangun konekting antar OPD antar layanan yang menggunkan aplikasi.” Jelas Wihaji. (Edo/Humas/McBatang)
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.