Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30

Senin, 07 September 2026 Jumadi Dibaca 249 kali Seni dan Budaya
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Salah satu perajin membatik di kediamannya Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang.
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.

Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.

Salah seorang perajin Batik Rifaiyah Batang Nadhiroh mengatakan, pada era 1990-an terdapat sekitar 130 motif Batik Rifaiyah yang berkembang di kalangan perajin. Kini, diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 motif yang masih dibuat.

“Kalau orang dulu bisa membuat sketsa batik yang susah-susah motifnya seperti Jamplang. Untuk sekarang kebanyakan hanya motif yang mudah seperti Pelowati,” katanya saat ditemui di Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).

Nadhiroh mengatakan, dirinya telah mengenal proses membatik sejak usia 11 tahun. Empat tahun kemudian, saat berusia 15 tahun, ia mulai belajar mewarnai batik. Hingga kini, ia menguasai sejumlah motif khas Batik Rifaiyah, di antaranya Pelowati, Jeruk Noi, Gendakan, Petir, dan Romo.

“Keterampilan membatik yang diperolehnya sejak kecil terus dipertahankan. Namun, ia mengakui regenerasi perajin menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak muda saat ini cenderung tidak tertarik menekuni batik karena penghasilan dari membatik dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Anak-anak sekarang tidak mau membatik, karena secara finansial tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain persoalan regenerasi, proses pembuatan Batik Rifaiyah juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk satu lembar batik dengan bahan atau motif sederhana, pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk motif yang rumit dan membutuhkan pengerjaan halus, prosesnya dapat berlangsung tiga hingga empat bulan,” terangnya.

Meski menghadapi tantangan regenerasi, Nadhiroh menilai Batik Rifaiyah tetap memiliki nilai ekonomi, terutama jika mendapat perhatian dari kolektor. Ia menyebut kain Batik Rifaiyah dapat menjadi investasi apabila ada kolektor yang tertarik membeli dan menyimpan karya tersebut.

Pengalaman mengikuti pameran batik di Darwin, Australia, semakin memperkuat pandangannya tersebut. Pengalaman di Darwin memberikan kesan mendalam karena batik karya mereka sangat dihargai oleh warga lokal.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya, termasuk adanya undangan lanjutan dari pihak konsulat. Selain memperluas pengenalan Batik Rifaiyah ke dunia Internasional, selain itu semoga generasi muda Batang mulai tertarik mempelajari seni membatik.

Secara perlahan, pengenalan tersebut dapat dilakukan sejak bangku sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Dengan begitu, keterampilan membuat motif-motif lama yang semakin langka dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Harapannya generasi muda, siswa SD, SMP, SMA, tertarik untuk mempelajari seni membatik agar Batik Rifaiyah terus lestari dan semakin dikenal di tingkat dunia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 97
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 145
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 101
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 145
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 177
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 143