Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30

Senin, 07 September 2026 Jumadi Dibaca 288 kali Seni dan Budaya
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Salah satu perajin membatik di kediamannya Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang.
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.

Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.

Salah seorang perajin Batik Rifaiyah Batang Nadhiroh mengatakan, pada era 1990-an terdapat sekitar 130 motif Batik Rifaiyah yang berkembang di kalangan perajin. Kini, diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 motif yang masih dibuat.

“Kalau orang dulu bisa membuat sketsa batik yang susah-susah motifnya seperti Jamplang. Untuk sekarang kebanyakan hanya motif yang mudah seperti Pelowati,” katanya saat ditemui di Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).

Nadhiroh mengatakan, dirinya telah mengenal proses membatik sejak usia 11 tahun. Empat tahun kemudian, saat berusia 15 tahun, ia mulai belajar mewarnai batik. Hingga kini, ia menguasai sejumlah motif khas Batik Rifaiyah, di antaranya Pelowati, Jeruk Noi, Gendakan, Petir, dan Romo.

“Keterampilan membatik yang diperolehnya sejak kecil terus dipertahankan. Namun, ia mengakui regenerasi perajin menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak muda saat ini cenderung tidak tertarik menekuni batik karena penghasilan dari membatik dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Anak-anak sekarang tidak mau membatik, karena secara finansial tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain persoalan regenerasi, proses pembuatan Batik Rifaiyah juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk satu lembar batik dengan bahan atau motif sederhana, pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk motif yang rumit dan membutuhkan pengerjaan halus, prosesnya dapat berlangsung tiga hingga empat bulan,” terangnya.

Meski menghadapi tantangan regenerasi, Nadhiroh menilai Batik Rifaiyah tetap memiliki nilai ekonomi, terutama jika mendapat perhatian dari kolektor. Ia menyebut kain Batik Rifaiyah dapat menjadi investasi apabila ada kolektor yang tertarik membeli dan menyimpan karya tersebut.

Pengalaman mengikuti pameran batik di Darwin, Australia, semakin memperkuat pandangannya tersebut. Pengalaman di Darwin memberikan kesan mendalam karena batik karya mereka sangat dihargai oleh warga lokal.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya, termasuk adanya undangan lanjutan dari pihak konsulat. Selain memperluas pengenalan Batik Rifaiyah ke dunia Internasional, selain itu semoga generasi muda Batang mulai tertarik mempelajari seni membatik.

Secara perlahan, pengenalan tersebut dapat dilakukan sejak bangku sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Dengan begitu, keterampilan membuat motif-motif lama yang semakin langka dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Harapannya generasi muda, siswa SD, SMP, SMA, tertarik untuk mempelajari seni membatik agar Batik Rifaiyah terus lestari dan semakin dikenal di tingkat dunia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Asatidz dan Cetak Santri Adaptif Teknologi Pemkab Batang Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Asatidz dan Cetak Santri Adaptif Teknologi
Pemkab Batang Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Asatidz dan Cetak Santri Adaptif Teknologi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya memegang teguh nilai keislaman, tetapi juga siap menghadapi tantangan perubahan zaman dan kemajuan teknologi. Komitmen tersebut mengemuka bertepatan dengan Peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di Stadion Mini Gedangsarib, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis (22102026).
22 Okt 2026 Jumadi 123
Ajif Rizal Jadi Anggota DPRD Batang, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Ajif Rizal Jadi Anggota DPRD Batang, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
Ajif Rizal Jadi Anggota DPRD Batang, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
Batang Ketua DPRD Batang Suudi melantik Muhamad Ajif Rizal sebagai anggota Pengganti Antarwaktu (PAW) DPRD Kabupaten Batang di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (22102026).
22 Okt 2026 Jumadi 139
Resmikan Jembatan Kalibelo, Pemkab Batang Pacu Konektivitas dan Perekonomian Pedesaan Resmikan Jembatan Kalibelo, Pemkab Batang Pacu Konektivitas dan Perekonomian Pedesaan
Resmikan Jembatan Kalibelo, Pemkab Batang Pacu Konektivitas dan Perekonomian Pedesaan
Batang - Kenangan atas ganasnya bencana yang memutus Jembatan Kalibelo pada Desember 2024 lalu perlahan mengabur, berganti dengan senyum lega warga Kecamatan Tersono. Jembatan vital yang sempat lumpuh itu kini berdiri kokoh kembali, siap menghubungkan lagi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
22 Okt 2026 Jumadi 154
Sambang Desa, Wabup Batang Soroti Perilaku Buang Sampah hingga Aspirasi Insentif RT Sambang Desa, Wabup Batang Soroti Perilaku Buang Sampah hingga Aspirasi Insentif RT
Sambang Desa, Wabup Batang Soroti Perilaku Buang Sampah hingga Aspirasi Insentif RT
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan Sambang Desa putaran pertama di halaman Balai Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (22102026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta masukan terkait pembangunan dan pelayanan publik.
22 Okt 2026 Jumadi 104
Bupati Batang Resmikan Jembatan Kalibelo yang Sempat Roboh Diterjang Banjir Bandang Bupati Batang Resmikan Jembatan Kalibelo yang Sempat Roboh Diterjang Banjir Bandang
Bupati Batang Resmikan Jembatan Kalibelo yang Sempat Roboh Diterjang Banjir Bandang
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan Jembatan Kalibelo secara simbolis di Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis (22102026). Jembatan tersebut sebelumnya roboh akibat bencana banjir bandang pada Desember 2024.
22 Okt 2026 Jumadi 188
Peringati Hari Santri 2026, Bupati Batang Ajak Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi Peringati Hari Santri 2026, Bupati Batang Ajak Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi
Peringati Hari Santri 2026, Bupati Batang Ajak Santri Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak para santri untuk terus mengembangkan diri, menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat mengikuti upacara bendera Peringatan Hari Santri Nasional  di Stadion Mini Gedongsari, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis (22102026).
22 Okt 2026 Jumadi 314