Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30

Senin, 07 September 2026 Jumadi Dibaca 19 kali Seni dan Budaya
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Salah satu perajin membatik di kediamannya Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang.
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.

Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.

Salah seorang perajin Batik Rifaiyah Batang Nadhiroh mengatakan, pada era 1990-an terdapat sekitar 130 motif Batik Rifaiyah yang berkembang di kalangan perajin. Kini, diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 motif yang masih dibuat.

“Kalau orang dulu bisa membuat sketsa batik yang susah-susah motifnya seperti Jamplang. Untuk sekarang kebanyakan hanya motif yang mudah seperti Pelowati,” katanya saat ditemui di Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).

Nadhiroh mengatakan, dirinya telah mengenal proses membatik sejak usia 11 tahun. Empat tahun kemudian, saat berusia 15 tahun, ia mulai belajar mewarnai batik. Hingga kini, ia menguasai sejumlah motif khas Batik Rifaiyah, di antaranya Pelowati, Jeruk Noi, Gendakan, Petir, dan Romo.

“Keterampilan membatik yang diperolehnya sejak kecil terus dipertahankan. Namun, ia mengakui regenerasi perajin menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak muda saat ini cenderung tidak tertarik menekuni batik karena penghasilan dari membatik dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Anak-anak sekarang tidak mau membatik, karena secara finansial tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain persoalan regenerasi, proses pembuatan Batik Rifaiyah juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk satu lembar batik dengan bahan atau motif sederhana, pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk motif yang rumit dan membutuhkan pengerjaan halus, prosesnya dapat berlangsung tiga hingga empat bulan,” terangnya.

Meski menghadapi tantangan regenerasi, Nadhiroh menilai Batik Rifaiyah tetap memiliki nilai ekonomi, terutama jika mendapat perhatian dari kolektor. Ia menyebut kain Batik Rifaiyah dapat menjadi investasi apabila ada kolektor yang tertarik membeli dan menyimpan karya tersebut.

Pengalaman mengikuti pameran batik di Darwin, Australia, semakin memperkuat pandangannya tersebut. Pengalaman di Darwin memberikan kesan mendalam karena batik karya mereka sangat dihargai oleh warga lokal.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya, termasuk adanya undangan lanjutan dari pihak konsulat. Selain memperluas pengenalan Batik Rifaiyah ke dunia Internasional, selain itu semoga generasi muda Batang mulai tertarik mempelajari seni membatik.

Secara perlahan, pengenalan tersebut dapat dilakukan sejak bangku sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Dengan begitu, keterampilan membuat motif-motif lama yang semakin langka dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Harapannya generasi muda, siswa SD, SMP, SMA, tertarik untuk mempelajari seni membatik agar Batik Rifaiyah terus lestari dan semakin dikenal di tingkat dunia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 11
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 38
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 13
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 21
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Batang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batang menggandeng unsur Forkopimda dengan menggelar Sarasehan Dialogis, sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama. Dialog tersebut menjadi ruang diskusi, untuk menemukan solusi tiap kali munculnya permasalahan antar umat beragama.
06 Sep 2026 Jumadi 71
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 65