Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
Prinsip saling menghargai menjadi pondasi utama yang terus ditekankan demi meminimalkan potensi gesekan sosial di daerah.
“Ya, satu ini kan, toleransi antarumat beragama. Kita saling menghargai, menghormati, saling menjunjung tinggi, tidak saling merendahkan,” katanya saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (6/9/2026).
Kesetaraan antarmanusia di mata Pencipta menjadi alasan fundamental mengapa perbedaan tidak boleh memicu perselisihan. Kita dilahirkan sama oleh Tuhan dan diizinkan lahir ke dunia ini untuk saling berbuat baik.
Mengenai fenomena LGBT yang kerap memicu perdebatan publik, Suyono memberikan pandangan berimbang dengan memisahkan harkat individu dari norma hukum yang berlaku.
“Nah, berkaitan tentang LGBT, itu kita sama, manusia sebagai manusia. Yang negara tidak membolehkan itu kan perilaku yang dilakukan teman-teman LGBT. Itu saja yang sebenarnya tidak boleh,” tegasnya.
Mengingat sensitivitas isu-isu sosial dan keagamaan, tutur kata serta narasi yang disampaikan para tokoh agama memegang peranan sangat vital. FKUB diharapkan dapat memilah informasi dengan bijak agar tidak menimbulkan provokasi di tengah warga.
“Ya, anggota FKUB itu harus menjadi teladan. Harus menjadi duta perdamaian di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Langkah preventif dalam berkomunikasi menjadi kunci utama agar suasana kondusif di Kabupaten Batang tetap terjaga dengan baik.
“Jangan sampai menyampaikan hal-hal yang sifatnya itu menjadi konflik atau menjadi masyarakat telinganya panas, jangan sampai,” pungkasnya.
Ia menutup imbauannya dengan menegaskan kembali pentingnya menolak segala bentuk provokasi. Apa pun itu tidak boleh. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)