Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 2026/2027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
Beberapa tokoh karakter raja dan ratu ditampilkan oleh para calon ketua OSIS dengan kisah yang membawa pesan moral tentang kejujuran, ketangguhan dan kerja sama, berhasil memikat perhatian pemilih. Di antaranya tokoh Raja Mulawarman diperankan oleh Fausta Adi Baswara, Ratu Shima oleh Diah Ayu Maharani dan Raja Hayam Wuruk oleh Gesta Rangga Aura Sanjaya.
Kepala SMA Negeri 1 Batang Sugeng sengaja mengkolaborasikan kegiatan kokurikuler dalam pemilihan ketua OSIS, agar memiliki semangat memilih calon pimpinan dengan benar. Sekaligus memiliki kepedulian untuk melestarikan budaya tradisi dan nilai kesejarahan yang dilahirkan dari para leluhur pendahulunya.
“Ada Raja Hayam Wuruk, Ratu Shima dan Raja Mulawarman yang semuanya ditampilkan secara maksimal hasil berlatih beberapa pekan. Semoga Pilketos yang dikolaborasikan dengan kokurikuler ini menjadikan siswa mampu membawa nama baik sekolah di masa depan,” katanya, usai menyaksikan orasi di halaman SMA Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).
Ia berkeyakinan pola pertunjukan seni yang ditampilkan mampu menarik perhatian siswa untuk menentukan ketua OSIS pilihannya. Di samping itu, para calon juga berorasi untuk menyampaikan visi misinya di hadapan ratusan pemilih, hingga mampu meyakinkan sampai hari pencoblosan.
“Mereka bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan sesuai dengan latar belakang masing-masing dan sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai calon pemimpin yang baik haruslah mampu melayani rakyatnya, demikian pula sebagai ketua OSIS harus bisa melayani warga sekolah, bukan malah minta dilayani,” jelasnya.
Seluruh pelajar SMA Negeri 1 Batang diharapkan mampu mencerna tiap detail rencana dan program kerja para calon ketua OSIS, sehingga dapat menentukan siapakah yang layak menyandang predikat sebagai pemimpin.
“Simak betul-betul orasi yang dipaparkan, berdasarkan daya pikir, untuk dijadikan pilihanmu, bukan karena iming-iming benda atau apapun karena bisa menciderai proses berdemokrasi,” tegasnya.
Salah satu siswa Althaf memandang pemilihan ketua OSIS saat ini kemanfaatannya tidak hanya untuk kali ini saja, namun secara sistem akan berkelanjutan di masa berikutnya.
“Ketiganya sudah mewakili harapan kami, semoga apa yang dijanjikan bisa benar-benar terwujud untuk kemajuan SMAN 1 Batag,” harapnya.
Orasi yang dikemas dalam satu kegiatan kokurikuler merupakan sesuatu yang patut diapresiasi karena hasil kerja keras para tim suksesnya.
“Tahun kemarin saya juga jadi timses salah satu pasangan calon yang membutuhkan kerja sama antara siswa dan warga sekolah lainnya, hingga menyuguhkan penampilan yang menarik perhatian pemilih,” ujar dia.
Ia mendukung penuh apabila ajang Pilketos dikemas sedemikian rupa, karena menjadikan penyampaian visi misi lebih menarik dan mudah diterima siswa.
“Semoga siapa pun nanti yang terpilih bisa amanah dan menjalankan tugas dengan baik demi kenyamanan warga sekolah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)