Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia

Senin, 07 September 2026 Jumadi Dibaca 209 kali Pameran Produk
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Sejumlah perajin membatik di kediamannya Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang.
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.

Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.

Perajin Batik Rifaiyah Batang Tri Handayani Mulyati mengatakan, dirinya mengikuti pameran dan workshop batik di Darwin bersama Nadhiroh selama sekitar 10 hari. Undangan ini bertujuan untuk mempromosikan batik dan melestarikan budaya Batik Rifaiyah agar tidak punah. Tri mengaku bukan warga asli Watesalit. Ia menetap di wilayah tersebut setelah menikah dengan warga setempat.

“Meski demikian, kecintaannya terhadap batik telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar di Klaten. Saya memang bukan asli sini karena dapat suami di sini akhirnya tinggal dan menjadi warga sini. Tapi memang dari Sekolah Dasar saya sudah bisa membatik di Klaten,” katanya saat ditemui di Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).

Setelah pindah ke Watesalit, Tri mulai mengenal Batik Rifaiyah. Ia melihat batik tersebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan batik pada umumnya. Ketertarikan itu semakin kuat setelah mengetahui sejarah dan keunikan yang melekat pada Batik Rifaiyah.

“Waktu pindah ke Watesalit pertama kali melihat Batik Rifaiyah memang sedikit berbeda dari batik lainnya. Dengan melihat sejarah dan keunikannya, akhirnya saya belajar membatik Rifaiyah,” jelasnya.

Menurut dia, proses pembuatan Batik Rifaiyah membutuhkan waktu cukup panjang, tergantung tingkat kerumitan motif yang dibuat. Untuk bahan atau motif yang relatif sederhana, satu lembar batik dapat diselesaikan sekitar satu bulan. Sementara untuk motif yang rumit dan membutuhkan pengerjaan lebih halus, prosesnya bisa mencapai tiga hingga empat bulan.

“Di tengah proses pembuatan yang membutuhkan ketelitian dan waktu panjang, jumlah perajin Batik Rifaiyah di wilayah tersebut justru terus mengalami penurunan. Dahulu terdapat sekitar 130 perajin yang menekuni Batik Rifaiyah. Kini, jumlah tersebut tersisa sekitar 35 orang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi para perajin untuk terus mengenalkan Batik Rifaiyah kepada masyarakat luas, termasuk melalui kegiatan pameran dan workshop di luar negeri.

“Dalam kegiatan di Darwin Australia, sejumlah motif Batik Rifaiyah turut diperkenalkan kepada masyarakat Australia. Motif yang dibawa antara lain Seno, Relawati, Relawati Keropotan, Beras Suta, Menir, Kendagan , Lancur, Liris, Tambal, dan Banji,” terangnya.

Tri menyebutkan, respons masyarakat Australia terhadap Batik Rifaiyah cukup positif. Semua batik yang kita bawa banyak diminati oleh warga Australia. Malahan mereka ingin belajar membatik Batik Rifaiyah.

“Ketertarikan tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan Batik Rifaiyah lebih luas sekaligus menjaga agar pengetahuan dan keterampilan membatik tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar dia.

Bagi para perajin, pameran dan workshop di Darwin bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan produk batik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi Batik Rifaiyah agar tidak hilang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 97
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 147
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 101
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 145
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 177
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 143