Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia

Senin, 07 September 2026 Jumadi Dibaca 20 kali Pameran Produk
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Sejumlah perajin membatik di kediamannya Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang.
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.

Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.

Perajin Batik Rifaiyah Batang Tri Handayani Mulyati mengatakan, dirinya mengikuti pameran dan workshop batik di Darwin bersama Nadhiroh selama sekitar 10 hari. Undangan ini bertujuan untuk mempromosikan batik dan melestarikan budaya Batik Rifaiyah agar tidak punah. Tri mengaku bukan warga asli Watesalit. Ia menetap di wilayah tersebut setelah menikah dengan warga setempat.

“Meski demikian, kecintaannya terhadap batik telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar di Klaten. Saya memang bukan asli sini karena dapat suami di sini akhirnya tinggal dan menjadi warga sini. Tapi memang dari Sekolah Dasar saya sudah bisa membatik di Klaten,” katanya saat ditemui di Gang Randu, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang, Senin (7/9/2026).

Setelah pindah ke Watesalit, Tri mulai mengenal Batik Rifaiyah. Ia melihat batik tersebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan batik pada umumnya. Ketertarikan itu semakin kuat setelah mengetahui sejarah dan keunikan yang melekat pada Batik Rifaiyah.

“Waktu pindah ke Watesalit pertama kali melihat Batik Rifaiyah memang sedikit berbeda dari batik lainnya. Dengan melihat sejarah dan keunikannya, akhirnya saya belajar membatik Rifaiyah,” jelasnya.

Menurut dia, proses pembuatan Batik Rifaiyah membutuhkan waktu cukup panjang, tergantung tingkat kerumitan motif yang dibuat. Untuk bahan atau motif yang relatif sederhana, satu lembar batik dapat diselesaikan sekitar satu bulan. Sementara untuk motif yang rumit dan membutuhkan pengerjaan lebih halus, prosesnya bisa mencapai tiga hingga empat bulan.

“Di tengah proses pembuatan yang membutuhkan ketelitian dan waktu panjang, jumlah perajin Batik Rifaiyah di wilayah tersebut justru terus mengalami penurunan. Dahulu terdapat sekitar 130 perajin yang menekuni Batik Rifaiyah. Kini, jumlah tersebut tersisa sekitar 35 orang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi para perajin untuk terus mengenalkan Batik Rifaiyah kepada masyarakat luas, termasuk melalui kegiatan pameran dan workshop di luar negeri.

“Dalam kegiatan di Darwin Australia, sejumlah motif Batik Rifaiyah turut diperkenalkan kepada masyarakat Australia. Motif yang dibawa antara lain Seno, Relawati, Relawati Keropotan, Beras Suta, Menir, Kendagan , Lancur, Liris, Tambal, dan Banji,” terangnya.

Tri menyebutkan, respons masyarakat Australia terhadap Batik Rifaiyah cukup positif. Semua batik yang kita bawa banyak diminati oleh warga Australia. Malahan mereka ingin belajar membatik Batik Rifaiyah.

“Ketertarikan tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan Batik Rifaiyah lebih luas sekaligus menjaga agar pengetahuan dan keterampilan membatik tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar dia.

Bagi para perajin, pameran dan workshop di Darwin bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan produk batik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi Batik Rifaiyah agar tidak hilang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 10
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 38
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 13
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 19
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Batang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batang menggandeng unsur Forkopimda dengan menggelar Sarasehan Dialogis, sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama. Dialog tersebut menjadi ruang diskusi, untuk menemukan solusi tiap kali munculnya permasalahan antar umat beragama.
06 Sep 2026 Jumadi 71
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 65