BerandaโบBeritaโบLembaga Karang Taruna, Hidup Enggan Mati Tak Mau
Lembaga Karang Taruna, Hidup Enggan Mati Tak Mau
Rabu, 25 Oktober 2017
Lukman Hadi Lukito
Dibaca 732 kali
Sosial
Copyright ยฉ berita.batangkab.go.id
Peserat Rakor Pembinaan Kelembagaan Karang Taruna yang diikutri oleh Perwakilan Karang taruna dan Petugas TKSK
Lembaga Karang Taruna organisasi wadahnya pemuda sekarang ini keberadaanya diibaratkan dengan hidup enggan matipun tak mau.Hal tersebut disampaikan Waki Bupati Batang Suyono saat memberikan arahan kepada Perwakilan Ketua Karang Taruna Se Kabupaten Batang, kegiatan tersebut berlangsung di Dinas Sosial Kabupaten Batang Selasa, 24/10.
โ lembaga kepemudaan Karang Taruna mengalami masa kemesan di zaman saya muda, namun sekarang hampir disemua desa kurang keberadaanya kurang eksisi.โ Kata Wakil Bupati Suyono
Dengan Peraturan Mentri Sosial Republik Indoensia No. 23Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna, serta Peraturan Kemendagri No 5 Tahun tahun 2007 sebagai pedoman kita kelembagaan kepemudaan.
โ Karang Taruna sesungguhnya sembagai modal awal membangun desa, kalau memang lembaga tersebut memiliki program dan kegiatan, akan tetapi lembaga tersebut tidak semua masyarakat tahu dan yang tahu hanya beberap gelintir orang saja yang menjabat di desa.โ Jelas Wakil Bupati Suyono
Ia juga mengatakan, agar masyrakat mengatahui lembaga karang taruna harus ada kegiatan dan program kerjanya, sehingga dengan sendirinya masyarakat tersosialisasi keberadaanya lembaga yang mewadaih pemuda di desa maupun kelurahan.
โProgram โ program kegiatan karang taruna harus berkomunikasi dan koordinasi dengan Kepala Desa dan Lurah, ciptakan potensi desa dengan memberdayaan masyarakat melalui dana desa agar menjadi desa yang maju, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.โ Kata Suyono
Diera yang moderen ini lembaga karang taruna juga harus mengikuti perkembangan zaman dengan menciptakan inovasi baru dan kreatif, karena karang taruna sebagai gerakan pemuda dan masyrakat yang seharusnya harus berperan akti dalam perbuatan nyata.
โ Jangan sampai karang taruna sebagai wadah pemeuda hanya ada papan namanya saja, tapi karang taruna harus berpikir, bertindak yang terbaik untuk masyarakat.โ Katanya
Lembaga tersebut juga harus memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan atau menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Karena di lingkungan kita masih banyak rumah tidak layak huni dan masyarakat dengan masalah sosial lainya.
โ di pekakan karang tarunanya, agar jangan sampai rumah tidak layak huni tidak tepat sasaran dan masyarakat dengan masalah sosial mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah. Karena pemerintah butuh bantuan informasi dari karang taruna dan masyrakat.โ Tandas Wakil Bupati Suyono
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Sugiatmo mengatakan, kegiatan pembinaan ini di harapakan mampu bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menaggulangi berbagai masalah sosial, serta siap menjadi pandu generasi pemuda untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.
โKami inginkan kedepan karan taruna bisa maju dan kompak dan memiliki kegiatan โ kegiatan kepemudaan.Dan mampu bekerjsama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk mengatasi permasalahan sosial di Masyarakat.โ Kata Sugiatmo.
Kegiatan Pembinaan Karang Taruna diikuti oleh Perwakilan Ketua Karang taruna di 15 Kecamatan dan petugas TKSK se Kabupaten Batang (Edo/Humas/McBatang)
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.