Bupati Batang Wihaji menyambangai Warga Desa Sodong yang terkena musibah angin ribut
Pasca musibah angin ribut terjadi pada sabtu, 20/10, Pemerintah Kabupaten Batang akan berikan bantuan sosial warga yang terkena musibah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Kabupaten Batang Suprapto mengatakan,Bantuan Sosial yang akan kami berikan kepada warga yang terkena musibah sebagai bentuk perhatian, bantuan Sesuai SK Bupati tentang Standarisasi dan Kriteria Bantuan Sosial untuk rumah rusak ringan Rp.750.000,- rusak sedang Rp.1.500.000,-dan rusak berat Rp 4.500.000,-
“Bantuan sosial sebagai stimulan agar muncul swadaya masyarakat secara gotong royong secara guyuprukun membantu saudara kita yang terkena musibah.” Kata Kabag Kesra Suprapto saat di temui di Kantornya Selasa 24/10.
Adapaun Jumlah kerusakan rumah dari hasil laporan tiga kecamatan sebanyak 38 rusak ringan, 11 rusak sedang, dan 1 rusak berat yang terdiri dari Desa Sodong Kecamatan Wootunggal sebanyak 31 rumah, Desa Selopajang Timur Kecamatan Blado sebanyak 10 rumah, Desa Wonomerto Kecamatan Bandar sebanyak 9 rumah.
“BPBD juga membantu seng dan triplek sesuai skala prioritas begitu juga yang dengan PMI yang sudah membantu tiga paket sembako.” Kata Suprapto
Kabag Kesra jug meminta bantuan kepala Desa membuat laporan dan permohonon bantuan sosial, yang dilampiri , foto copy KK, copy KTP, surat keterangan Miskin, Foto Fisik rumah,hal ini agar proses pencairan bantuan sosial terealisai.
“ Kepala Desa segera membuat surat permohonan agar bantuan sosial cepat teralisasi termasuk bansos untuk operasional biaya pengobatan bagi yang patah tulang.” Jelas Suprapto
Kepala Bagian Humas Setda Batang Triossy Juniarto juga menambahkan, atas musibah angin ribut yang melanda warga kemarin, Bupati Batang Wihaji langsung menyambangi warga yang terkena musibah, dan mengintruksikan Bagian Kesra untuk segera mengelar rapat koordinasi penanganan pasca bencana.
“Rapat tersebut untuk mengumpulkan data kerusakan yang di akibatkan angin ribut, untuk mengambil langkah – langkah pemerintah dalam menagguangi bencana serta memberikan bantuan.” Kata Triossy Juniarto
Kabag Humas juga mengatan, sesuai dengan himbauan Bupati Batang agar masyarakat untuk selalu waspada dengan dengan bencana, karena bencana bisa mengancam kapan saja dan dimana saja, karena geografis kita memiliki pegunungan dan luatan yang rentan dengan bencana banjir, longsor dan musibah rob juga.
Kewaspadaan masyrakat juga harus ditingkatkan karena bencana juga bisa dideteksi sejak dini, sehingga dapat diminimlisir, untuk itu di harapkan masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dan ekosisitem alam. (Edo/Humas/McBatang)
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.