Batang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi keamanan siber bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan perangkat desa di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (14102026).
Batang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi keamanan siber bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan perangkat desa di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (14/10/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batang Puji Setiyowati menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kaum perempuan, mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan bijak dalam menggunakan teknologi digital.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, para kader PKK diberikan pemahaman mengenai berbagai ancaman di ruang digital, seperti penipuan daring, pencurian data pribadi, penyebaran tautan berbahaya, hingga penyalahgunaan akun media sosial. Edukasi ini diharapkan dapat membekali peserta agar lebih waspada dalam beraktivitas di dunia maya,” jelasnya.
Diskominfo Batang juga menekankan, bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu membangun kebiasaan digital yang aman, mulai dari menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah, tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, hingga memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.
“Kader PKK memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada keluarga serta lingkungan masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman tentang keamanan siber, para kader diharapkan mampu menjadi agen literasi digital yang turut mendorong terciptanya lingkungan digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab,” terangnya.
Melalui sosialisasi ini, Diskominfo Kabupaten Batang terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat menerima pesan atau informasi mencurigakan, tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, serta segera melaporkan indikasi penipuan digital melalui saluran pengaduan resmi,” tegasnya.
Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Pertama Diskominfo Batang Septiadi Nugraha mengatakan, sosialisasi keamanan siber ini penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kader PKK, terhadap berbagai ancaman kejahatan di ruang digital.
“Di era digital saat ini, masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan berkomunikasi melalui internet. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai risiko, seperti penipuan online, pencurian data pribadi, hingga penyalahgunaan akun. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital,” ujar dia.
Ia menjelaskan, kader PKK memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi keamanan digital kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Dengan pemahaman yang baik, kader PKK diharapkan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya digital yang aman dan bijak.
Septiadi juga mengimbau, masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor tidak dikenal, tidak mudah mengeklik tautan mencurigakan, tidak membagikan kode OTP maupun kata sandi kepada orang lain, serta selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap individu. Kami berharap melalui sosialisasi ini, para kader PKK Desa Surodadi dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan turut mengedukasi keluarga serta masyarakat agar lebih aman dalam menggunakan teknologi digital,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)