Batang Sebanyak 25 nelayan Roban Barat, mengikuti pelatihan perawatan dan perbaikan mesin diesel satu silinder yang digelar PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang serta Balai Besar Pengembangan Program dan Pelatihan Tegal, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Batang – Sebanyak 25 nelayan Roban Barat, mengikuti pelatihan perawatan dan perbaikan mesin diesel satu silinder yang digelar PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang serta Balai Besar Pengembangan Program dan Pelatihan Tegal, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Oktober 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan nelayan dalam merawat mesin kapal sekaligus menekan biaya operasional melaut.
Dalam kegiatan itu, BPI juga menyalurkan 11 unit mesin diesel baru berdaya 24 PK kepada 11 kelompok nelayan Roban Barat. Selain itu, seluruh peserta memperoleh sertifikat pelatihan dan bantuan alat perkakas untuk mendukung perawatan mesin secara mandiri.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Batang Budhi Santosa mengatakan, peningkatan keterampilan teknis dan dukungan sarana perikanan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha nelayan kecil. Nelayan perlu memiliki kemampuan mengoperasikan dan merawat mesin kapal dengan benar agar dapat mengantisipasi gangguan teknis serta mengelola biaya perawatan secara lebih efisien.
“Dengan memahami cara mengoperasikan serta merawat mesin kapal secara benar, nelayan diharapkan dapat menjaga performa mesin, mengantisipasi gangguan teknis, dan mengelola biaya perawatan dengan lebih efisien,” katanya saat ditemui di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (14/10/2026).
Ia juga mengapresiasi dukungan BPI yang turut membantu pemerintah daerah dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan di wilayah Roban Barat.
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia Aryamir H. Sulasmoro mengatakan, bantuan mesin dan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Sekar Laut atau Sejahtera Keluarga Nelayan Pesisir Laut Utara.
“Program tersebut ditujukan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional PLTU Batang. Bantuan sarana melaut perlu disertai peningkatan keterampilan agar nelayan dapat memanfaatkan peralatan secara optimal dan melakukan perawatan secara mandiri,” jelasnya.
Bagi kami, nelayan Roban Barat merupakan bagian dari tetangga PLTU Batang. Sebagai tetangga, kami ingin tumbuh bersama dan memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ia berharap, kombinasi bantuan mesin, alat perkakas, dan pelatihan teknis dapat membantu nelayan mengurangi biaya perawatan, menjaga kelancaran aktivitas melaut, serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Instruktur Balai Besar Pengembangan Program dan Pelatihan Tegal, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yudhie Hardian menjelaskan, pelatihan tersebut memasuki angkatan ketiga atau batch ketiga, dengan total 20 jam pelajaran selama tiga hari. Materi yang diberikan meliputi prinsip kerja motor diesel, pengoperasian mesin, perawatan sistem bahan bakar, serta perawatan sistem pendingin.
“Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pemeriksaan rutin dan pengenalan gangguan sederhana yang dapat memengaruhi kinerja mesin kapal. Pemahaman dasar tentang komponen dan sistem mesin dapat membantu nelayan melakukan penanganan awal tanpa harus selalu bergantung pada bengkel. Perawatan mesin yang dilakukan secara tepat dan berkala dapat membantu menjaga performa mesin serta mencegah gangguan yang dapat diantisipasi sejak awal,” terangnya.
Dengan keterampilan tersebut, nelayan diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan, menekan biaya perbaikan yang tidak terencana, serta menjaga kesiapan mesin saat digunakan melaut.
Sementara itu, Salah satu perwakilan nelayan Roban Barat Budiono mengapresiasi pelatihan dan bantuan yang diberikan kepada kelompok nelayan. Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam perawatan rutin serta penanganan gangguan mesin sederhana.
“Kami berterima kasih atas pelatihan dan bantuan mesin kapal yang diberikan kepada kelompok nelayan Roban Barat. Melalui pelatihan ini, kami memperoleh tambahan pengetahuan tentang cara mengoperasikan dan merawat mesin diesel dengan baik,” ujar dia.
Melalui Program Sekar Laut, BPI berharap dukungan sarana dan peningkatan keterampilan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi nelayan Roban Barat. Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan diharapkan mampu memperkuat kapasitas nelayan dalam mengelola sarana melaut secara efisien, meningkatkan keselamatan, serta mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)