Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama TNI resmi membuka pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026). Program ini difokuskan pada pembangunan jalan rabat beton yang menjadi jalur vital penghubung masyarakat menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama TNI resmi membuka pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130 di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13/10/2026). Program ini difokuskan pada pembangunan jalan rabat beton yang menjadi jalur vital penghubung masyarakat menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Langkah ini diambil untuk mempercepat akses transportasi para pekerja lokal serta mendorong konektivitas ekonomi pedesaan di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, apresiasinya atas kolaborasi sinergis antara aparat keamanan dan masyarakat desa. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari tingkat akar rumput.
“TMMD bukan sekadar membangun sarana fisik semata, melainkan sebuah ikhtiar strategis. Terbukanya akses jalan dari Desa Sembung menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tentu akan membuka peluang ekonomi baru yang lebih luas,” jelasnya.
Selain mempermudah mobilitas tenaga kerja ke kawasan industri, akses jalan baru ini diproyeksikan bakal menstimulasi pertumbuhan ekonomi warga sekitar dan memperlancar arus lalu lintas ke fasilitas pendidikan.
Kepala Desa Sembung Muhammad Untung menjelaskan, bahwa proyek fisik utama TMMD tahun ini difokuskan untuk menyelesaikan sisa jalur yang sebelumnya masih rusak. Dengan garapan sepanjang 987 meter ini, seluruh akses jalan penghubung antar-desa siap beroperasi secara optimal.
“Untuk TMMD di Sembung ini, TMMD reguler yang fokus pada rabat beton sepanjang 1 kilometer, meneruskan jalan Sembung ke Ketanggan, yang itu menjadi jalan vital ke kawasan industri, nanti sebagai alternatif jalan kawasan industri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dari total panjang jalan 3,5 kilometer antara Sembung dan Ketanggan, sepanjang 2,5 kilometer telah dibeton sebelumnya. Rampungnya pengerjaan 1 kilometer ini menandai tuntasnya pembangunan jalur tersebut.
“Selain mempermudah jalan ke kawasan industri, Pemdes Sembung juga menyiapkan jalur ini untuk menyokong potensi Edu Wisata desa, seperti Sembung Tower, pusat kuliner, hingga peternakan kambing etawa,” terangnya.
Program TMMD Reguler Ke-130 ini mendapat dukungan penuh dari komando kewilayahan TNI dan DPRD Kabupaten Batang melalui pengalokasian anggaran daerah.
Sementara itu, Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf. Sidik Wiyono menegaskan, bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah.
“Ini program dari Angkatan Darat yang didukung oleh Pak Bupati, Pak Ketua Dewan, dan seluruh komponen yang ada di sini, sesuai dengan tema 'Satukan Langkah', berarti gotong royong. Semangat itulah yang akan kita bangkitkan lagi,” tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang. Ia menegaskan kesiapan legislatif dalam mengawal penganggaran demi percepatan infrastruktur pedesaan.
“Tentu karena program ini mempercepat infrastruktur, meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa, kami sebagai DPRD mendukung dengan adanya program ini, dengan menindaklanjuti persetujuan anggaran yang ada di APBD Kabupaten Batang,” tuturnya.
Program Tambahan dan Pelayanan Publik
Selain infrastruktur jalan, TMMD Reguler Ke-130 mencakup serangkaian sasaran fisik tambahan dan kegiatan nonfisik komprehensif, di antaranya: Pembangunan Fisik & Lingkungan: Renovasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan 5 titik sarana MCK, program TNI Manunggal Air di 5 titik, serta penanaman 5.000 pohon keras dan budidaya 1 hektare jagung untuk ketahanan pangan.
“Kesehatan & Stunting: Pembagian 500 paket makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita untuk pencegahan stunting, pengobatan gratis, serta donor darah. Pemberdayaan & Layanan Publik: Penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, dan budidaya pertanian/perikanan, dipadukan dengan layanan SIM keliling, administrasi kependudukan, bazar UMKM, hingga pembayaran pajak daerah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)