Batang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
Batang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13/10/2026).
Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera KONI Kabupaten Batang oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan kepada manajer tim sebagai simbol dimulainya perjuangan kontingen dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Kabupaten Batang memberangkatkan 258 orang yang terdiri dari 159 atlet, 43 pelatih, 13 asisten pelatih dan ofisial, serta 43 manajer dan tim pendukung.
Ketua KONI Batang Teguh Supriyanto mengatakan, Porprov Jawa Tengah XVII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026. Namun, sejumlah cabang olahraga telah memulai pertandingan lebih awal, yakni pada 19–20 Oktober 2026.
“Pertandingan digelar di sejumlah wilayah Semarang Raya, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Beberapa cabang olahraga juga dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pati. Persiapan kontingen telah dilakukan sejak April 2026 bersama pengurus cabang olahraga,” jelasnya.
Persiapan tersebut mencakup pemusatan latihan atau Training Camp (TC) secara terprogram dan berkelanjutan, pemantauan perkembangan atlet, serta uji coba ke sejumlah daerah untuk mengukur kesiapan bertanding.
“Selain itu, KONI Batang menyiapkan sarana dan perlengkapan olahraga, kebutuhan logistik, pemeriksaan kesehatan, tes fisik, hingga pemberian suplemen dan atribut bagi atlet serta pelatih. Kami sudah melakukan berbagai persiapan sejak April, mulai dari latihan terprogram, uji coba, pemeriksaan kesehatan, tes fisik, hingga pemenuhan kebutuhan atlet dan pelatih,” tegasnya.
Sebagai bentuk perlindungan selama menjalani persiapan dan pertandingan, seluruh atlet dan pelatih juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan kerja saat berlatih maupun bertanding.
“Kontingen Kabupaten Batang akan mengikuti berbagai cabang olahraga, di antaranya atletik, akuatik, balap motor, balap sepeda, bola basket, bulu tangkis, dayung, e-sport, karate, panjat tebing, pencak silat, panahan, kempo, menembak, catur, tinju, hingga tarung derajat,” ungkapnya.
Teguh juga mengatakan, Kabupaten Batang memasang target lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada Porprov sebelumnya. Pada Porprov 2023 di wilayah Pati Raya, Kabupaten Batang meraih 13 medali emas dan menempati peringkat ke-19 klasemen akhir.
“Adapun pada Porprov 2026, KONI Batang menargetkan perolehan 32 medali emas berdasarkan evaluasi dan hasil Babak Kualifikasi (BK), sekaligus menembus 10 besar klasemen tingkat provinsi. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi babak kualifikasi, kesiapan atlet, serta potensi prestasi dari masing-masing cabang olahraga,” terangnya.
Menurut Teguh, persiapan fisik dan mental menjadi bagian penting untuk memastikan atlet mampu tampil optimal ketika bertanding.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, pemerintah daerah mendukung perjuangan atlet melalui penyediaan anggaran untuk keberangkatan kontingen, fasilitas, serta penunjang latihan. Pemkab Batang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen Kabupaten Batang dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026.
“Dukungan tersebut dapat mendorong atlet tampil maksimal dan mewujudkan target masuk 10 besar. Pemerintah daerah juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, bonus direncanakan sebesar Rp 45 juta untuk peraih medali emas, Rp 5 juta untuk peraih perak, dan Rp15 juta untuk peraih perunggu,” tuturnya.
Dukungan pemerintah harus diimbangi dengan semangat, kedisiplinan, dan kesiapan atlet dalam menghadapi persaingan. Ia juga menyoroti sejumlah cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang menyumbangkan medali, di antaranya panjat tebing, petanque, catur Cina atau xiangqi, atletik, dan kempo.
Selain menargetkan prestasi, Faiz berpesan agar para atlet menjalani pertandingan dengan percaya diri dan tidak terbebani oleh target yang ditetapkan.
“Atlet perlu menikmati proses latihan maupun kompetisi agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang penting atlet bisa menikmati prosesnya, tidak terbebani, sehingga bisa tampil maksimal saat bertanding,” ujar dia.
Ia berharap, pengalaman mengikuti Porprov menjadi pijakan bagi atlet Kabupaten Batang untuk mengembangkan karier olahraga ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk kompetisi nasional dan internasional.
“Melalui persiapan yang telah dilakukan serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, kontingen Kabupaten Batang diharapkan mampu meningkatkan perolehan medali sekaligus memperbaiki posisi dalam klasemen Porprov Jawa Tengah 2026,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)