IPI Ubah Stigma Buruh Batik jadi Seniman Batik

Kamis, 27 Februari 2025 Jumadi Dibaca 870 kali Acara Pimpinan Daerah
IPI Ubah Stigma Buruh Batik jadi Seniman Batik
Batang - Institut Pluralisme Indonesia (IPI) berupaya maksimal merevitalisasi batik-batik khas Batang sekaligus meregenerasi pembatik dengan mengkader pelajar. Hal tersebut dikarenakan kian lama, jumlah pembatik kian berkurang, yang rawan berakibat menenggelamkan seni membantik khas Batang.

Batang - Institut Pluralisme Indonesia (IPI) berupaya maksimal merevitalisasi batik-batik khas Batang sekaligus meregenerasi pembatik dengan mengkader pelajar. Hal tersebut dikarenakan kian lama, jumlah pembatik kian berkurang, yang rawan berakibat menenggelamkan seni membantik khas Batang.

Direktur IPI William Kwan menyiapkan strategi dengan mengubah pola pikir yang semula batik sebagai ladang industri, kini diupayakan menjadi kampung seni batik khas Batang.

“Bukan semata-mata pengrajin atau buruh batik, tapi seniman batik Batang,” katanya, saat ditemui di Gedung TEFA SMK Neswara, Kabupaten Batang, Rabu (26/2/2025).

Dalam waktu dekat ia bersama SMK Neswara akan menyiapkan generasi muda dengan kompetensi beragam untuk menghasilkan batik khas Batang secara lebih cepat.

“Ada 10 anak yang akan kami siapkan hasilnya nanti tentu bisa bersaing karena kecepatan dan ketepatan anak muda tentu tidak diragukan dalam menghasilkan karya batik Batang,” jelasnya.

Pelaksana harian (Plh) Bupati Batang Suyono mengapresiasi perhatian yang dicurahkan untuk keberlangsungan batik khas Batang, agar tidak mengalami kepunahan.

“Harus ada pendampingan bagi para pembatik agar tidak punah, konkretnya saya bantu dana sebesar Rp100 juta untuk mendorong kegiatan pelestarian batik khas Batang,” tegasnya.

Langkah regenerasi, Pemda menyiapkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), untuk memberikan pelatihan membatik kepada generasi muda, sesuai visi misi.

“Hasilnya terus dipromosikan baik di lokal maupun nasional, bahkan keberadaan KITB pun bisa jadi media promosi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Neswara Suyanta berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Wakil Bupati Suyono, untuk menunjang regenerasi pembatik dari kaum muda.

“Alhamdulillah, rencananya bantuan Rp100 juta akan dioptimalkan untuk pengembangan batik Batang, beli peralatan, bahan dan biaya pelatihan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 17
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 46
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 111
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 25
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 28
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 66