Punya Nilai Perjuangan, Pemkab Batang Gelar Perlombaan Tari Babalu, Batik Gringsing dan Sintren

Jumat, 05 Agustus 2022 Jumadi Dibaca 3.555 kali Pemerintahan
Punya Nilai Perjuangan, Pemkab Batang Gelar Perlombaan Tari Babalu, Batik Gringsing dan Sintren
Batang - Tarian tradisonal Batang yakni Babalu dan Tari Batik Gringsing menjadi tarian yang di perlombakan untuk memerihakan HUT Ke-77 Republik Indonesia.

Batang - Tarian tradisonal Batang yakni Babalu dan Tari Batik Gringsing menjadi tarian yang di perlombakan untuk memerihakan HUT Ke-77 Republik Indonesia.

Ada 14 tim penari dari 14 kecamatan di Kabupaten Batang berunjuk kemampuan dalam lomba pagelaran tari tradisional khas di Pendopo Kabupaten, Jumat (5/8/2022).

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, seharusnya ada tiga jenis tarian yang harus diperagakan seperti tari Babalu, tari batik Gringsing dan tari Sintren. 

“Ketiga jenis tarian itu merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Batang, salah satunya tari Babalu yang bercerita tentang perjuangan rakyat Batang di era Mataram melawan kolonialisasi Bangsa Eropa,” jelasnya.

Kemudian tari batik Gringsing yang bercerita bagaimana leluhur rakyat Batang mengenalkan sebuah batik dengan motif khas perpaduan antara bunga Jlamprang dengan sisik ikan yang menggambarkan keadaan sosial masyarakat pada saat itu.

“Tari Sintren merupakan tarian khas masyarakat pesisiran di pantura mulai dari Cirebon hingga Batang dengan berbagai ciri lokalitas budaya warganya,” terangnya.

Ia juga mengatakan, banyak jenis tarian di wilayah Kabupaten Batang selamat dari kepunahan karena terus dilestarikan melalui berbagai event maupun pegiat seni.

“Melalui lomba ini anak-anak, remaja dan dewasa yang menjadi peserta lomba tari tersebut perlu mendapatkan apresiasi, karena masih semangat menggeluti dunia tari yang banyak mendapat pengaruh besar dari tari atau budaya moderen dari luar,” ungkapnya.

Untuk ketiga tarian tersebut oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Batang sudah dimasukkan ke dalam kurikulum atau menjadi kegiatan ekstra kurikuler yang harus ada di seluruh sekolah,

“Harapanya dengan upaya tersebut tarian khas daerah masih bisa dilestarikan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu penari dari Kecamatan Blado Susi Zubaedah, menggemari seni tari sejak SD lantaran tertarik dengan gerakannya yang lemah gemulai khas wanita Jawa.

“Lincah dalam tiap gerakan sehingga menjadi pilihan hobi yang terus konsisten untuk ikut kita lestarikan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 139
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 104
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 94
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 134
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 102
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 88