Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor

Selasa, 29 September 2026 Jumadi Dibaca 42 kali IKM UKM UMKM
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor.
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.

Batang - Semangat “bedol desa mbangun desa” yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.

Kisah pergerakan ini dimotori oleh LMDH Argo Lestari di Dukuh Bawang. Sosok di balik layar pergerakan ini adalah Wasturi (56), Local Champion sekaligus tokoh penggerak setempat yang konsisten membina generasi muda dalam mengembangkan potensi kopi lokal hingga berhasil mendirikan tempat singgah populer, Kafe Sapta Wening dan Kopi Curug Genting.

“Gagasan ini sejatinya telah dirancang sejak awal 2014, sebelum akhirnya benar-benar tereksekusi pada 2018 lewat penanaman bibit secara masif di areal berketinggian 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Bedol desa mbangun desa, dengan menanam kopi peninggalan dari Belanda yang dikembangkan oleh pemuda,” katanya saat ditemui di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Selasa (29/9/2026).

Inisiatif tersebut disambut hangat oleh generasi muda setempat. Saat ini, pergerakan budidaya kopi telah menjadi napas baru bagi pemuda desa hutan. Pemuda sudah banyak yang menanam kopi, hampir satu dukuh atau 50 pemuda yang berada di masyarakat desa hutan.

Tembus Pasar Eropa dan Strategi Pendampingan BI Tegal

Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan yang berjalan selama dua tahun, pengelolaan lahan seluas 182 hektar terus dioptimalkan. Saat ini, dari total areal tersebut, sekitar 60 hektar telah tertanam penuh dengan produktivitas panen mencapai 4 ton per hektar.

“Cita rasa dan keunggulan olahan kopi Bawang ini terletak pada proses pascapanennya. Wasturi menegaskan bahwa produk mereka memiliki standar kualitas tinggi. Istimewanya, robustanya lebih bersih dan clean,” ungkapnya.

Kualitas prima ini menghantarkan produk LMDH Argo Lestari menembus pasar luar negeri. Sejak memulai langkah ekspor pada 2022, permintaan pasar mancanegara terus melonjak tajam. Permintaan ekspor ke Belanda sebanyak 10 ton per bulan. Akhir tahun ini ada target 40 ton khusus jenis Arabika dan Robusta.

Langkah melesat kelompok tani ini tak lepas dari ulur tangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal yang hadir mengawal perkembangan mereka sejak tahun 2020.

Kepala KPw Bank Indonesia Tegal, Bimala menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara terstruktur sesuai kebutuhan serta roadmap pengembangan hulu-ke-hilir kelompok tani.

“Pertama, kami mengidentifikasi dulu kebutuhannya di masing-masing, termasuk rencana pengembangan UMKM. Ketika tahapan awal dilakukan budidaya kopi dan pembuatan kafe, kami melengkapi dengan sarana prasarana serta pelatihan untuk meningkatkan kualitas kopinya. Pelatihan mulai dari budidaya hingga pengolahan dengan mendatangkan ahlinya ke sini,” terangnya.

“Tak berhenti di rantai produksi, BI Tegal juga memfasilitasi pemasaran melalui skema business matching secara reguler. Setelah produksi, produk kopi harus dijual. Kami bantu lewat business matching, baik secara langsung seperti di Java Coffee Culture kemarin, maupun business matching lainnya. Kopi dari Curug Genting ini sudah masuk ke pasar Belanda meskipun melalui agregator di Jogja. Untuk kami ini tidak apa-apa, karena Curug Genting bisa fokus pada produksi dan pengembangan kafenya,” tegasnya.

Bimala mengungkapkan, hingga kini BI Tegal mengayomi sekitar 200 UMKM yang terbagi menjadi kelompok binaan dan mitra. Khusus untuk kelompok binaan, BI Tegal memberikan pendampingan minimal selama tiga tahun lengkap dengan pembuatan roadmap usaha, pengelolaan keuangan agar bankable, hingga peraksesan modal.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Sinergi Wisata

Pendampingan intensif dari Bank Indonesia ini selaras dengan mandat Undang-Undang P2SK untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif serta membuka lapangan kerja di daerah.

Bimala mengapresiasi LMDH Argo Lestari sebagai salah satu contoh binaan yang sukses mengelola keuangan usaha, hingga mampu memperluas unit bisnis dan membeli aset secara mandiri. Ke depan, kawasan Curug Genting tidak hanya mengandalkan komoditas kopi, tetapi juga pengembangan fasilitas restoran, homestay, hingga glamping.

“Tadinya hanya di satu area, sekarang kafenya sudah melebar. Ke depan harapannya wisatanya bisa ditata lebih baik lagi, dan tentunya nanti akan kami diskusikan juga dengan Pemkab Batang. Pengembangan potensi wisata terpadu ini dinilai kian mendesak mengingat lonjakan wisatawan ke lokasi Sapta Wening dan Curug Genting yang sangat tinggi,” ujar dia.

Dengan pengunjung yang cukup banyak, kami berharap ada pelebaran akses jalan menuju wisata Sapta Wening dan Curug Genting. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 27
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Batang - Kemarau panjang yang melanda Pantura Kabupaten Batang berdampak pada harga dan kualitas sayuran, terutama cabai yang hingga kini masih melonjak tajam. Di Pasar Batang kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu, dengan kisaran kenaikan Rp5 ribu, untuk hampir seluruh jenis cabai.
29 Sep 2026 Jumadi 22
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 28
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 25
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Batang - Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang masih terus dipercepat dengan pendampingan dari Pemda bersama PT Agro Industri Nasional (Agrinas), hingga seluruhnya dipastikan siap beroperasi. Hingga saat ini sebanyak 161 Koperasi Desa Merah Putih telah dibangun dari 248 desa yang tersebar di Kabupaten Batang, untuk melewati serangkaian proses verifikasi dan validasi dari PT. Agrinas dan Pemda setempat sebelum diserah terimakan ke tiap desa.
29 Sep 2026 Jumadi 31
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Solo Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pengelola komunikasi publik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta dinamika informasi di masyarakat.
29 Sep 2026 Jumadi 32