Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
Batang - Semangat “bedol desa mbangun desa” yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
Kisah pergerakan ini dimotori oleh LMDH Argo Lestari di Dukuh Bawang. Sosok di balik layar pergerakan ini adalah Wasturi (56), Local Champion sekaligus tokoh penggerak setempat yang konsisten membina generasi muda dalam mengembangkan potensi kopi lokal hingga berhasil mendirikan tempat singgah populer, Kafe Sapta Wening dan Kopi Curug Genting.
“Gagasan ini sejatinya telah dirancang sejak awal 2014, sebelum akhirnya benar-benar tereksekusi pada 2018 lewat penanaman bibit secara masif di areal berketinggian 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Bedol desa mbangun desa, dengan menanam kopi peninggalan dari Belanda yang dikembangkan oleh pemuda,” katanya saat ditemui di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Selasa (29/9/2026).
Inisiatif tersebut disambut hangat oleh generasi muda setempat. Saat ini, pergerakan budidaya kopi telah menjadi napas baru bagi pemuda desa hutan. Pemuda sudah banyak yang menanam kopi, hampir satu dukuh atau 50 pemuda yang berada di masyarakat desa hutan.
Tembus Pasar Eropa dan Strategi Pendampingan BI Tegal
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan yang berjalan selama dua tahun, pengelolaan lahan seluas 182 hektar terus dioptimalkan. Saat ini, dari total areal tersebut, sekitar 60 hektar telah tertanam penuh dengan produktivitas panen mencapai 4 ton per hektar.
“Cita rasa dan keunggulan olahan kopi Bawang ini terletak pada proses pascapanennya. Wasturi menegaskan bahwa produk mereka memiliki standar kualitas tinggi. Istimewanya, robustanya lebih bersih dan clean,” ungkapnya.
Kualitas prima ini menghantarkan produk LMDH Argo Lestari menembus pasar luar negeri. Sejak memulai langkah ekspor pada 2022, permintaan pasar mancanegara terus melonjak tajam. Permintaan ekspor ke Belanda sebanyak 10 ton per bulan. Akhir tahun ini ada target 40 ton khusus jenis Arabika dan Robusta.
Langkah melesat kelompok tani ini tak lepas dari ulur tangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal yang hadir mengawal perkembangan mereka sejak tahun 2020.
Kepala KPw Bank Indonesia Tegal, Bimala menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara terstruktur sesuai kebutuhan serta roadmap pengembangan hulu-ke-hilir kelompok tani.
“Pertama, kami mengidentifikasi dulu kebutuhannya di masing-masing, termasuk rencana pengembangan UMKM. Ketika tahapan awal dilakukan budidaya kopi dan pembuatan kafe, kami melengkapi dengan sarana prasarana serta pelatihan untuk meningkatkan kualitas kopinya. Pelatihan mulai dari budidaya hingga pengolahan dengan mendatangkan ahlinya ke sini,” terangnya.
“Tak berhenti di rantai produksi, BI Tegal juga memfasilitasi pemasaran melalui skema business matching secara reguler. Setelah produksi, produk kopi harus dijual. Kami bantu lewat business matching, baik secara langsung seperti di Java Coffee Culture kemarin, maupun business matching lainnya. Kopi dari Curug Genting ini sudah masuk ke pasar Belanda meskipun melalui agregator di Jogja. Untuk kami ini tidak apa-apa, karena Curug Genting bisa fokus pada produksi dan pengembangan kafenya,” tegasnya.
Bimala mengungkapkan, hingga kini BI Tegal mengayomi sekitar 200 UMKM yang terbagi menjadi kelompok binaan dan mitra. Khusus untuk kelompok binaan, BI Tegal memberikan pendampingan minimal selama tiga tahun lengkap dengan pembuatan roadmap usaha, pengelolaan keuangan agar bankable, hingga peraksesan modal.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Sinergi Wisata
Pendampingan intensif dari Bank Indonesia ini selaras dengan mandat Undang-Undang P2SK untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif serta membuka lapangan kerja di daerah.
Bimala mengapresiasi LMDH Argo Lestari sebagai salah satu contoh binaan yang sukses mengelola keuangan usaha, hingga mampu memperluas unit bisnis dan membeli aset secara mandiri. Ke depan, kawasan Curug Genting tidak hanya mengandalkan komoditas kopi, tetapi juga pengembangan fasilitas restoran, homestay, hingga glamping.
“Tadinya hanya di satu area, sekarang kafenya sudah melebar. Ke depan harapannya wisatanya bisa ditata lebih baik lagi, dan tentunya nanti akan kami diskusikan juga dengan Pemkab Batang. Pengembangan potensi wisata terpadu ini dinilai kian mendesak mengingat lonjakan wisatawan ke lokasi Sapta Wening dan Curug Genting yang sangat tinggi,” ujar dia.
Dengan pengunjung yang cukup banyak, kami berharap ada pelebaran akses jalan menuju wisata Sapta Wening dan Curug Genting. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)