Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian

Selasa, 29 September 2026 Jumadi Dibaca 18 kali Pelayanan Publik
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Salah satu warga Batang (kanan), menukar uang rusak di Kantor Pegadaian Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.

Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Sa’adah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.

Untuk menukarkannya ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Tegal, warga RT 3/RW 2 Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang ini harus berpikir dua kali. Jarak tempuh dua jam perjalanan tentu memakan waktu dan ongkos yang tak sedikit.

Namun cerita itu berubah. Tanpa perlu menyeberang kabupaten, Sa’adah cukup melangkahkan kaki ke kantor Pegadaian di kecamatannya. Ia membawa tumpukan lembaran uang tak layak edar hasil dari aktivitas perdagangannya selama bertahun-tahun. Ini Rp102 ribu ditambah Rp22 ribu.

Sa'adah mengaku tak ingat lagi sudah berapa lama uang-uang itu tersimpan di lacinya. Sudah lama. Rusak memang rusak. Disimpan lama. Ia menegaskan uangnya rusak bukan karena terendam banjir, melainkan murni akibat lapuk dimakan waktu dan tingginya intensitas transaksi harian.

“Kini, dengan hadirnya titik layanan penukaran uang di Pegadaian Limpung, Sa'adah bisa bernapas lega. Uang yang tadinya mati angin bisa kembali "bernafas" menjadi modal usahanya. Ya minta ditukar uang baru biar buat kembalian dagang lagi. Iya, membantu,” katanya saat ditemui di Kantor Pegadaian Batang, Kabupaten Batang, Selasa (29/9/2026).

BI Tegal Kaget Lihat Kondisi Uang Warga

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Bimala, yang meninjau langsung penukaran tersebut, mengaku terkejut saat menyaksikan fisik uang yang diserahkan warga.

“Kaget juga ya, uangnya karena kok lusuh sekali. Sepertinya sih tadi sudah lama. Terus beredar. Yang kedua, sepertinya yang itu dimakan rayap. Betapa tidak efisiennya jika masyarakat harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk menukarkan uang rusak yang nominalnya tidak seberapa. Bayangkan total uang ibu tadi rusaknya hanya Rp120 ribu, bagaimana kalau dia harus menukarkan ke Bank Indonesia di Tegal yang jaraknya dua jam dari sini,” ungkapnya.

Melalui kemitraan ini, masyarakat tidak hanya bisa menukarkan uang rusak, tetapi juga memecah uang nominal besar menjadi pecahan kecil untuk kebutuhan harian. Masyarakat bisa menukarkan uang pecahan besar mau yang untuk kecil-kecil, katanya tadi untuk cucu. Atau bisa uang rusak. Bahkan, Bimala menegaskan tidak ada batas minimal nominal untuk penukaran. Saat ditanya apakah pecahan Rp20 ribu yang rusak juga melayani penukaran, ia menjawab tegas. Bisa ditukarkan.

Syarat Penukaran: Minimal Utuh Dua Per Tiga

Meski memberikan kemudahan, BI tetap menerapkan kriteria ketat untuk memastikan keaslian fisik uang sebelum diganti dengan uang baru layak edar. Persyaratannya, minimal itu ada dua pertiga utuh. Utuh itu artinya kita nanti ada rangkaian, terus kita nanti akan melakukan penilaian, apakah ini layak ditukar atau enggak.

“Penilaian ini penting karena uang yang sangat rusak dapat menyulitkan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri keasliannya, sehingga berpotensi ditolak dalam transaksi pasar. Uang yang sudah rusak itu kan sulit untuk dikenali ciri-ciri keasliannya. Nah, sehingga masyarakat rugi, enggak ada yang mau terima, maka ditukarkan ke BI. Nanti uang rusak itu tentunya akan kami ganti. Nah, itulah yang menjadi beban pencetakannya,” jelasnya.

Pilot Project Perluasan Layanan Kas

Pemilihan Pegadaian sebagai mitra BI bukan tanpa alasan. Keberadaan Pegadaian yang tersebar luas hingga tingkat kecamatan dan posisinya sebagai salah satu simpul aktivitas ekonomi warga menjadi pertimbangan utama.

“Pegadaian ini tentunya sarana prasarananya lengkap, kemudian tata kelolanya juga baik. Yang paling penting adalah Pegadaian itu sekarang banyak dicari karena dia sebagai pusat ekonomi juga. Masyarakat sering ke sini, baik melakukan transaksi macam-macam dengan Pegadaian,” terangnya.

Untuk saat ini, penukaran uang di Pegadaian Limpung masih berstatus proyek percontohan (pilot project). BI Tegal berada di tahap evaluasi sebelum memutuskan perluasan ke wilayah kecamatan lainnya.

“Sebetulnya mitra layanan ini adalah second layer-nya, first layer-nya tentunya dengan perbankan. Kami sejauh ini masih akan memperluas itu dengan outlet Pegadaian saja dulu. Karena ini semacam pilot project yang nanti akan kami evaluasi. Ketika evaluasinya bagus, tentunya akan kami perluas, akan dikembangkan,” tandasnya.

Kini, warga Limpung tak perlu lagi membiarkan uang mereka membisu di dasar laci. Cukup membawa sisa fisik uang ke Pegadaian, Rupiah yang rusak pun bisa kembali bergulir memutar roda ekonomi lokal. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 18
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Batang - Kemarau panjang yang melanda Pantura Kabupaten Batang berdampak pada harga dan kualitas sayuran, terutama cabai yang hingga kini masih melonjak tajam. Di Pasar Batang kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu, dengan kisaran kenaikan Rp5 ribu, untuk hampir seluruh jenis cabai.
29 Sep 2026 Jumadi 17
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 23
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 36
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Batang - Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang masih terus dipercepat dengan pendampingan dari Pemda bersama PT Agro Industri Nasional (Agrinas), hingga seluruhnya dipastikan siap beroperasi. Hingga saat ini sebanyak 161 Koperasi Desa Merah Putih telah dibangun dari 248 desa yang tersebar di Kabupaten Batang, untuk melewati serangkaian proses verifikasi dan validasi dari PT. Agrinas dan Pemda setempat sebelum diserah terimakan ke tiap desa.
29 Sep 2026 Jumadi 19
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Solo Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pengelola komunikasi publik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta dinamika informasi di masyarakat.
29 Sep 2026 Jumadi 19