Posisikan Orang Tua sebagai Mitra Bagi Remaja

Minggu, 17 Juli 2022 Jumadi Dibaca 1.147 kali Sosial
Posisikan Orang Tua sebagai Mitra Bagi Remaja
Batang Mendidik anak sejatinya bukan hanya tanggung jawab para pendidik di institusi pendidikan. Namun, orang tua pun memiliki kewajiban yang sama, bahkan ketika anak sejak awal mengenal kehidupan.

Batang Mendidik anak sejatinya bukan hanya tanggung jawab para pendidik di institusi pendidikan. Namun, orang tua pun memiliki kewajiban yang sama, bahkan ketika anak sejak awal mengenal kehidupan.

Dalam mendidik anak, orang tua pun harus piawai menerapkan pola asuh yang tepat, sesuai dengan usianya.

Menyambut tahun ajaran 2022/2023, Madrasah Aliyah Muhammadiyah Batang menggelar agenda “Open House”, yang mengusung tema “Menyatukan Pola Asuh Orang Tua dan Madrasah” dengan menghadirkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Ali Trigiatno sebagai pembicara utama.

Ali Trigiatno menyampaikan, ketika anak mulai beranjak remaja, orang tua perlu memposisikan diri sebagai seorang partner atau mitra, sehingga ada kedekatan emosional.

“Anak-anak kita sekarang sudah mulai remaja, maka mari posisikan diri kita sebagai sahabat atau teman curhat maupun diskusi segala permasalahan mereka,” katanya, saat ditemui di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kabupaten Batang, Sabtu (16/7/2022).

Sebagai contoh dunia pendidikan di barat, ternyata menerapkan kesetaraan antara guru dan murid.

“Bahkan saking dekat dan akrabnya, seorang siswa hanya memanggil nama sang guru, tanpa menyematkan nama panggilan “Tuan”, ketika ingin menanyakan sebuah mata pelajaran yang belum begitu dipahaminya,” jelasnya.

Ia mengakui, memang terdengar agak kurang sopan, karena perbedaan budaya antara barat dan timur.

“Kalau di sini ada sedikit jarak antara guru sebagai orang tua di madrasah dan murid sebagai anak didik, tapi kalau di barat keduanya dibuat sejajar,” terangnya.

Terlepas dari itu semua, orang tua harus berupaya menjadi teman berbincang bagi putra-putri yang mulai remaja.

“Jika anak memiliki keinginan cobalah untuk mendengarkan dulu pendapat atau alasan mereka, baru orang tua mengambil sikap. Jangan langsung diputuskan karena akan membuat mereka kecewa,” tegasnya.

Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Batang, Nurudin mengharapkan ada sinergi yang terbangun baik antara pihak madrasah dengan orang tua, sehingga program-program yang telah disusun, untuk mengedukasi dan membentuk karakter anak dapat berjalan lancar.

“Pemantauan terhadap anak tidak hanya dilakukan oleh pendidik di lingkungan madrasah saja, tetapi orang tua murid memberikan perhatian dengan meluangkan waktu untuk putra-putrinya, mendengar apa yang menjadi keluh kesahnya , layaknya sebagai seorang sahabat,” ungkapnya.

Orang tua juga harus pro aktif menyampaikan hal apa pun yang dialami anak saat di rumah kepada guru.

“Jadi ketika ada masalah orang tua dan guru bisa mengambil langkah penanganan yang paling tepat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 48
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 93
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 147
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 122
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 116