FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan

Senin, 24 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 259 kali Ekonomi
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
KUPS Batang menggelar FGD penyusunan IAD di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).

Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema “Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (24/8/2026).

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, Perum Perhutani, kelompok masyarakat, KUPS, dunia usaha, akademisi, lembaga pendamping hingga organisasi masyarakat sipil. FGD menjadi ruang bersama untuk membangun kesepahaman mengenai pendekatan Integrated Area Development (IAD) sekaligus mengidentifikasi potensi, persoalan, kebutuhan, dan peluang pengembangan kawasan Perhutanan Sosial di Kabupaten Batang.

Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Batang Endang Soesilowati mengatakan, perhutanan Sosial tidak hanya dipandang sebagai instrumen pengelolaan hutan berbasis masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan. Dalam konteks tersebut, KUPS perempuan memiliki posisi strategis. Perempuan tidak hanya terlibat dalam aktivitas produksi, tetapi juga dalam pengolahan hasil hutan, pengembangan produk, pemasaran, hingga penguatan ekonomi keluarga.

“Namun, KUPS perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses pasar, teknologi pascapanen, permodalan, penguatan kelembagaan, serta jejaring kemitraan. KUPS perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan,” jelasnya.

KUPS perempuan sebenarnya punya potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperkuat, seperti kelembagaan, kapasitas usaha, akses pasar, dan kemitraan. Melalui pendekatan IAD, kami berharap berbagai dukungan ini bisa berjalan bersama dan saling menguatkan, sehingga KUPS perempuan semakin mandiri dan berkelanjutan.

“Karena itu, pendekatan IAD diharapkan mampu menghubungkan berbagai potensi dan sumber daya yang tersedia agar pengembangan usaha masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri. Kabupaten Batang memiliki potensi Perhutanan Sosial yang cukup besar. Berdasarkan bahan kegiatan, terdapat sekitar 3.748,97 hektare kawasan yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Wonotunggal, Bandar, Pecalungan, Subah, dan Reban,” terangnya.

Berbagai komoditas berpotensi dikembangkan melalui sistem wanatani dan usaha berbasis masyarakat, seperti kopi, teh, gula aren, ketela pohon, pisang, jagung, kamijoro, serta berbagai produk olahan lainnya. Melalui IAD, pengembangan potensi tersebut diarahkan agar terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tidak hanya menyangkut produksi dan budidaya, tetapi juga mencakup akses pasar, industri pengolahan, jasa keuangan, dukungan pemerintah, akademisi, sektor swasta, publikasi, serta lembaga pendukung lainnya.

Perwakilan Universitas Slamet Sri (UNISS) Batang Wahyudiono menjelaskan, pendekatan IAD penting karena pengembangan Perhutanan Sosial membutuhkan keterhubungan antara potensi wilayah, kelembagaan, komoditas, teknologi, hingga akses pasar.

“Pendekatan IAD penting karena pengembangan Perhutanan Sosial perlu dilakukan secara terintegrasi. Bukan hanya melihat potensi wilayah, tetapi juga memperkuat kelembagaan, mengembangkan komoditas, hingga membuka akses pasar. Perguruan tinggi bisa berperan melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas, dan pendampingan agar potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam agenda FGD, peserta juga mendapatkan orientasi mengenai panduan organisasi IAD, termasuk visi, misi, struktur organisasi, serta SOP. Selanjutnya, diskusi diarahkan pada pemetaan potensi dan kendala subsistem agribisnis, mulai dari penyediaan pupuk, bibit, sarana produksi dan budidaya hingga potensi pasar dan industri.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 65 peserta yang berasal dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Di antaranya Bapperida Kabupaten Batang, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, sejumlah organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, akademisi, konsultan, KUPS, KTH, LMDH, serta PUPUK.

Dari sisi Pemerintah daerah, Mindaryanto dari Bapperida Batang menekankan bahwa pembangunan kawasan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. IAD menjadi penting karena pembangunan kawasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak atau satu sektor saja. Perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Hasil FGD ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang potensi dan kebutuhan kawasan Perhutanan Sosial, sehingga dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang lebih terintegrasi,” ujar dia.

FGD diharapkan menghasilkan gambaran awal mengenai potensi dan permasalahan kawasan, kebutuhan KUPS perempuan, peluang pengembangan usaha, serta bentuk dukungan dan kemitraan yang dapat dikembangkan. Lebih jauh, forum ini diarahkan untuk menghasilkan rumusan prioritas awal dan rencana tindak lanjut IAD Kabupaten Batang sebagai dasar pengembangan kawasan Perhutanan Sosial yang produktif, inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menjajal langsung kualitas jogging track baru di Lapangan Sepak Bola M. Sarengat dengan berlari bersama ratusan warga. Fasilitas olahraga anyar ini resmi dapat digunakan masyarakat secara gratis. Uji coba dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB untuk memastikan kenyamanan sarana penunjang, khususnya sistem pencahayaan di malam hari.
21 Okt 2026 Jumadi 42
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026 Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp81,9 miliar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur regional pada Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini disiapkan guna menuntaskan puluhan kilometer jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana air bersih warga.
21 Okt 2026 Jumadi 131
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Batang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri dialog budaya antara Pemerintah Kabupaten Batang dan Pemerintah DIY di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026).
21 Okt 2026 Jumadi 154
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Batang - Sejarah Kabupaten Batang yang hingga kini masih terus digali oleh para pakar dan budayawan, mulai menunjukkan titik terang, tentang kisah Ratu Batang Sang Permaisuri Sultan Agung Hanyokrokusumo. Terbukti dengan kehadiran Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membenarkan kesejarahan Mataram Islam tidak dapat dipisahkan dari kebesaran dua tokoh tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 127
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang, Rabu (21102026) malam. Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan lari bersama yang diikuti sekitar 600 pelari untuk menjajal lintasan baru tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 43
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Batang - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026). Tak butuh waktu lama, deretan kantong belanjaan warga langsung terisi penuh, menyapu bersih berbagai pasokan bahan pokok yang terpajang.
21 Okt 2026 Jumadi 94