Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
Kepala Dinas Kesehatan Batang Ida Susilaksmi mengatakan, peserta khitanan massal didominasi peserta khitan paling muda umur 6 tahun, paling tua umur 12 tahun dan rata-rata umur 9-10 tahun. Kegiatan hari ini adalah dalam rangka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang. Jadi hari ini diadakan kegiatan khitanan massal kolaborasi antara Dinas Kesehatan, bagian Kesra, dan juga Kecamatan Subah.
“Seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani proses khitan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi anak sehat dan siap menjalani tindakan medis. Petugas juga melakukan wawancara dengan orang tua yang mendampingi peserta. Juga sudah dilakukan wawancara dengan orang tuanya yang mendampingi, apakah memang sudah siap untuk dilakukan kegiatan khitan. Kemudian setelah itu, pengecekan secara fisik oleh dokter maupun tenaga medis yang akan melaksanakan khitan,” katanya saat ditemui di Puskesmas Subah, Kabupaten Batang, Selasa (25/8/2026).
Ida menjelaskan, khitan massal kali ini menggunakan teknik laser. Teknik tersebut dipilih dengan harapan proses pemulihan peserta berlangsung lebih cepat. Teknik menggunakan teknik laser dengan harapan nanti penyembuhannya lebih cepat dan hasilnya baik. Meski demikian, lama proses penyembuhan dapat berbeda pada setiap anak, tergantung kondisi masing-masing.
“Peserta dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Subah pada 28 Agustus 2026. Biasanya kalau teknik laser ini cepat hasilnya, tapi juga tergantung pada kondisi anak,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan sebelum khitan, tenaga medis juga menemukan beberapa anak mengalami fimosis atau kondisi perlengketan antara penis dan kulit yang menyelubunginya. Kalau yang ada fimosis itu biasanya agak sedikit lebih lama, tetapi rata-rata biasanya seminggu sudah sembuh.
Sementara itu, Camat Subah M. Yasin mengatakan, kegiatan khitanan massal tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. Sejumlah peserta memang berasal dari keluarga yang membutuhkan layanan khitan gratis.
“Ini adalah program yang sangat baik sekali karena memang beberapa masyarakat, terutama warga tidak mampu, memang sangat membutuhkan. Beberapa anak juga memang dari warga tidak mampu itu memang butuh sunat gratis,” terangnya.
Dia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Yasin berharap program khitanan massal dapat kembali digelar secara rutin dan menjadi agenda tahunan Pemkab Batang.
“Kami berharap, ini menjadi agenda tahunan karena sangat antusias sekali masyarakatnya dan memang ini sangat luar biasa,” harapnya.
Salah satu orangtua peserta, Agus mengatakan, dirinya mengetahui informasi mengenai khitanan massal tersebut dari Kecamatan Subah.
Agus yang merupakan warga Batang mengaku berangkat sejak pukul 06.00 WIB untuk mengantarkan anaknya, Zaki, mengikuti khitanan massal.
“Mudah-mudahan khitan massal seperti ini akan ada setiap tahunnya. Jadi kami warga Kabupaten Batang yang mempunyai anak dan ingin disunat sangat terbantu sekali,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)