BPBD Batang Mulai Menghitung Kerugian Pasca-Bencana

Selasa, 21 Juni 2022 Jumadi Dibaca 1.060 kali Sosial
BPBD Batang Mulai Menghitung Kerugian Pasca-Bencana
Batang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITU PASNA), untuk menghitung jumlah kerusakan dan kerugian yang dialami suatu daerah pasca-bencana.

Batang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITU PASNA), untuk menghitung jumlah kerusakan dan kerugian yang dialami suatu daerah pasca-bencana.

Pelatihan tersebut diikuti sejumlah instansi terkait antara lain DPUPR, DPRKP, Dinsos, Dinkes serta beberapa relawan kebencanaan.

Kepala BPBD Batang Ulul Azmi mengatakan, setelah dilakukan penghitungan, dapat mengusulkan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan untuk menangani korban bencana dan kerusakan infrastruktur.

“Kami menghitung berapa kerusakan dan apa saja kerugian yang diderita,” katanya, usai membuka Pelatihan JITU PASNA, di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Selasa (21/6/2022).

Selama tahun 2022 BPBD telah melakukan penghitungan daerah pasca-bencana yang perlu segera direkonstruksi.

“Di Desa Madugowongjati dan Tedunan terjadi longsor pada badan jalan dan jembatan rusak di Blado dan Pranten. Bencana yang terjadi didominasi banjir dan tanah longsor,” jelasnya.

Penghitungan segera dilakukan oleh tim teknis dari DPUPR dan BPBD. Bencana banjir rob yang terjadi beberapa waktu lalu, oleh BPBD sedang dilakukan penghitungan. Namun demikian dampak yang dirasakan tidak begitu besar.

“Banjir rob justru sangat terasa dampaknya bagi pelaku usaha tambak ikan bandeng dan nila,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD menyarankan agar memindah tambak ikan ke lokasi yang aman, karena diprediksi banjir rob akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Ia menambahkan, kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya sarana prasarana fisik saja, namun secara ekonomi dan psikologi korban pun menjadi konsentrasi utama BPBD dalam penanganan rehabilitasi pasca-bencana.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda Sudarsono mengatakan, rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-bencana tidak hanya tugas dari satu instansi terkait saja, tetapi multi sektor.

“Kita sangat membutuhkan kerja sama dari teman-teman Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, untuk membantu dalam menentukan kebutuhan. Agar bantuan rehabilitasi maupun rekonstruksi tepat sasaran,” harapnya.

Ia juga mengharapkan, pasca-pelatihan ini seluruh petugas teknis dari OPD terkait dapat mengembangkan di lingkungan dinasnya.

“Masing-masing OPD kan punya program yang harus disesuaikan dengan kebutuhan penanganan pasca-bencana di suatu daerah. Jadi OPD supaya menunjuk sumber daya manusia yang berkompeten,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)


Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 58
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 150
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 75
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 126
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 132