Ubah Limbah Kayu Jadi Jam Tangan Menawan

Senin, 18 Januari 2021 Jumadi Dibaca 2.578 kali IKM UKM UMKM
Ubah Limbah Kayu Jadi Jam Tangan Menawan
Batang - Nur Faisal Edi Nugroho (35), warga Desa Subah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memanfaatkan limbah kayu untuk dijadikan jam tangan yang menawan.

Batang - Nur Faisal Edi Nugroho (35), warga Desa Subah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memanfaatkan limbah kayu untuk dijadikan jam tangan yang menawan.

Sebelum menekuni pekerjaan membuat jam tangan kayu, Faisal hanya berprofesi sebagai guru honorer di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Subah.

Karena untuk kebutuhan sehari-hari dirasa kurang mencukupi, ia pun mulai memutar otak dengan membuat kerajinan jam tangan yang berasal dari limbah kayu.

Idenya ini tercetus sejak April 2019 lalu, berbekal dari hobi mengoleksi jam tangan dengan beragam model, serta kesukaannya mengotak-atik jam, Faisal mulai memproduksi jam tangan pertamanya yang berasal dari limbah kayu jati secara autodidak dan diberi label atau brand “Owa Watch”.

“Awalnya bahan baku yang saya gunakan hanya limbah kayu jati, karena di Kecamatan Subah ini banyak produksi meubel dan bak truk yang limbah kayunya tak terpakai, bahkan hanya dijadikan kayu bakar. Oleh karena itu, saya tergerak untuk mengolah limbah kayu jati menjadi jam tangan,” jelasnya saat diwawancarai di rumahnya, Senin (18/1/2021).

Selain limbah kayu jati, Faisal juga memproduksi jam tangan dari limbah kayu lain seperti, kayu maple, sonokeling, kelapa, dan sekarang mulai berkembang ke jam tangan dari limbah kayu sawo.

Berbeda dengan produksi jam tangan kayu lainnya, Faisal juga membeberkan, jam tangan kayu hasil produksinya memiliki ciri khas tersendiri, yaitu dari segi bahan baku dan modelnya. Untuk bahan baku yaitu dari pemanfaatan limbah kayu yang tak terpakai, sedangkan untuk modelnya mengusung tema abstrak timbul.

“Jadi, harapannya jam tangan kayu ini cocok untuk dipakai dalam momen apapun, baik formal maupun non formal, karena jam tangan kayu ini klasik, namun terlihat mewah,” ungkapnya.

Saat ini, Faisal bersama enam karyawannya mampu menghasilkan sekitar lima jam tangan kayu dalam sehari dengan omset penjualan mencapai Rp13 juta hingga Rp14 juta per bulan. Di masa pandemi seperti sekarang, dalam sehari, 2-3 jam tangan, laku terjual.

Untuk proses pembuatannya, Faisal pun mengaku tetap mempertahankan warna asli kayu serta motif alami yang keluar setelah kayu diamplas. Saat finishing, ia hanya mengoleskan cat khusus untuk kayu.

 

Produk jam tangan kayu hasil produksinya, selain dipasarkan secara lokal, juga secara online dengan memanfaatkan market place dan dikirim ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Bali, Nusa Tenggara Timur, bahkan hingga ke Papua.

“Untuk harga, jam tangan kayu dijual Rp250.000,00 hingga Rp500.000,00 per buah, tergantung dari bahan baku dan modelnya,” terangnya.

Ia berharap, produk jam tangan kayu miliknya dapat lebih dikenal oleh masyarakat dan bisa menginspirasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lain khususnya di Kabupaten Batang dan di Indonesia pada umumnya. (MC Batang, Jateng/Siska/Ardhy)

 

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 53
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 95
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 150
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 74
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 126
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 126