Optimalisasi Budidaya Cacing, Wujudkan Kemandirian Warga Batang

Senin, 23 November 2020 Jumadi Dibaca 1.600 kali IKM UKM UMKM
Optimalisasi Budidaya Cacing, Wujudkan Kemandirian Warga Batang
Batang - Penciptaan 1.000 wirausaha baru diharapkan segera terwujud dengan beragamnya jenis usaha yang mampu menggerakkan roda perekonomian demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.

Batang - Penciptaan 1.000 wirausaha baru diharapkan segera terwujud dengan beragamnya jenis usaha yang mampu menggerakkan roda perekonomian demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.

Salah satu program yang didukung penuh oleh Bupati Batang Wihaji adalah wirausaha budidaya cacing dengan memberikan bantuan sosial kepada 4.300 Rukun Tetangga (RT) yang nominalnya sebesar Rp750 ribu tiap RT.

“Bantuan tersebut digunakan sebagai sarana pelatihan, bukan untuk produksi. Harapannya setelah ada sosialisasi yang tepat, nantinya di masing-masing RT bisa berwirausaha secara mandiri,” kata Ketua Paguyuban Budidaya Cacing Mahesa Jenar, Fatah Raharjo, usai anjangsana budidaya cacing di Rutan Kelas IIB, Kabupaten Batang, Minggu (22/11/2020).

Ke depan, Lanjut dia, jika pelatihan di tiap-tiap RT berjalan dengan baik akan dilakukan sistem plasma seperti yang diterapkan di Kota Malang. Pengurus budidaya cacing di Batang dapat meniru pola mulai dari akses permodalan hingga pasar yang menjanjikan.

“Keinginan Pak Bupati yang saya tangkap agar terjadi percepatan. Kalau di Malang butuh 12 tahun, tapi di Batang cukup 2 tahun,” harapnya.

Fatah menerangkan, setelah dilakukan plasma yaitu satu peternak dapat mengelola cacing sebanyak 40 kilogram dalam kurun waktu tiga bulan. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kekompakan semua pihak.

“Saya amati kawan-kawan yang akan terjun dalam budidaya cacing ini tidak mengelola kegiatan lain. Mereka murni berkecimpung untuk membudidayakan cacing secara teknis,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil panen budidaya cacing di Kabupaten Batang sejauh ini dikembangkan lebih maksimal kepada anggota baru.

“Secara umum cacing sangat bermanfaat untuk diubah menjadi produk-produk olahan. Di antaranya kapsul cacing berguna untuk mengobati typus, penambah stamina, pupuk, teh cacing dan pakan ternak,” terangnya.

Seluruh anggota Paguyuban Budidaya Cacing Mahesa Jenar mengharapkan, pelatihan tersebut dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Batang terlebih bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

Sementara, Kepala Rutan Kelas IIB Batang, Rindra Wardhana mengatakan, kegiatan ini merupakan sinergi yang dibangun sejak awal yang akan berdampak positif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), apabila mereka sudah tiba masanya untuk kembali ke lingkungan masyarakat.

“Kalau kita sudah bersinergi mulai sekarang begitu mereka bebas, tinggal cari saja koordinator dari Mahesa Jenar sebab sudah terbangun koneksi yang baik, sehingga langsung melanjutkan ke tahap pengembangan selanjutnya,” tuturnya.

Rindra mengapresiasi program yang digagas oleh Bupati Batang Wihaji, sebab semua pihak akan merasakan manfaatnya. Suatu saat jika pembudidayaan cacing ini berhasil, tentu secara ekonomi dampaknya akan dirasakan banyak pihak.

“Saat ini proses budidaya cacing di Rutan sudah menghasilkan 400 kilogram dalam waktu satu setengah bulan. Ke depan target kami bisa membudidayakan hingga 1.000 kilogram dan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan paguyuban serta membantu modal awal bagi WBP yang berbakat untuk berwirausaha budidaya cacing,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 99
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 154
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 78
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 129
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 143