Narasumber sedang menyampaikan teknik kemasan dan pemasaran agar mampu bersaing di pasar on line
Seorang produsen tidak hanya dituntut untuk bisa membuat sebuah produk yang kreatif dan inovatif, tetapi juga harus mampu mengemas dan memasarkan semenarik mungkin. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM memberikan Pelatihan dan Kemasan dan Pemasaran Secara Online agar mampu bersaing di era yang semuanya serba online, bertempat di Hotel Dewi Ratih, Jalan Urip Sumoharjo, Kabupaten Batang, Rabu (19/7).
Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Disperindagkop dan UMKM Isnanto, SE, MSI dan para narasumber yang mumpuni dibidangnya, diantaranya Drs. Sukeriyanto, MM dari Balai Pengembangan Kemasan Industri Kreatif dari Semarang, Abdul Qoyyum, S. Kom Online Marketing dari Pekalongan dan Welas Riyanto Ketua Klaster Makanan Batang.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Isnanto, SE, MSi mengharapkan dengan dilaksanakannya pelatihan ini para pengusaha mampu menumbuhkembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Batang.
“Terutama dalam segi kemasan dan mampu untuk memasarkan produk IKM dari Batang ke tingkat nasional,” harapnya.
Menurutnya, melalui sistem pemasaran online, IKM dituntut untuk melek teknologi dan memanfaatkan kesempatan pemasaran online semaksimal mungkin.
Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan dari 18-19 Juli dan diikuti oleh 30 IKM dari seluruh Kecamatan Se-Kabupaten Batang yang telah memiliki industri dan dibantu untuk mengembangkan terkait kemasan dan pemasarannya. IKM yang terlibat sebagian besar adalah industri makanan ringan dengan berbagai macam variasi dan inovasi seperti keripik melinjo, manisan carica, dan sebagainya. (Heri/McBatang)
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
Batang - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.