Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP

Selasa, 06 Oktober 2026 Jumadi Dibaca 40 kali Sosial
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Wakil Bupati Batang Suyono (kanan), melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).

Batang – Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya dari sisi kelayakan bangunan, kebersihan, fasilitas pendukung, dan sanitasi.

Dalam pemeriksaan tersebut, Suyono menilai kondisi bangunan yang digunakan sebagai SPPG masih memiliki sejumlah kekurangan dan dinilai belum memenuhi standar untuk dapur penyedia makanan bagi penerima manfaat MBG.

"Kalau saya lihat, sebenarnya tidak seharusnya lolos untuk dijadikan SPPG yang melayani anak sekolah maupun ibu hamil," kata Suyono.

Suyono yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Batang menyoroti kondisi kebersihan bangunan serta ventilasi yang dinilai belum sesuai dengan standar.

Menurutnya, bangunan yang sebelumnya merupakan bekas rumah makan tersebut seharusnya melalui penyesuaian dan renovasi secara menyeluruh sebelum digunakan sebagai SPPG.

"Saya melihat dari sisi kebersihan kurang, kemudian ada ventilasi yang harusnya rapat juga tidak rapat. Tingkat kebersihannya masih kurang kalau dinilai dari kesehatan," ujarnya.

Suyono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui proses penilaian, hingga SPPG tersebut dapat dinyatakan memenuhi persyaratan.

"Saya akan tanya Bu Kadis, bagaimana itu bisa lolos," katanya.

Selain kebersihan dan ventilasi, Suyono juga menyoroti kondisi atap bangunan yang berpotensi menimbulkan persoalan ketika musim hujan. Ia juga menilai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut belum sesuai standar.

"IPALnya itu sangat dapat dilihat sangat tidak sesuai," ujarnya.

Suyono mengatakan hasil sidak akan dibahas bersama Dinas Kesehatan, Sekretaris Daerah, serta pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Evaluasi tersebut akan menentukan apakah bangunan masih memungkinkan untuk direnovasi atau perlu dibangun fasilitas baru yang memenuhi standar SPPG,” terangnya.

Ia menegaskan, pembangunan atau penyiapan SPPG tidak cukup hanya dengan memanfaatkan bangunan kosong yang kemudian diperbaiki secara seadanya.

Menurut Suyono, fasilitas SPPG harus mengikuti desain dan layout yang telah ditetapkan dalam standar dari pemerintah pusat.

"SOP yang sebenarnya itu harus dilihat. Bangunan jangan asal bisa untuk memasak. Ada gambar layout SOP dari pusat dan itu yang harus diikuti," ujarnya.

"Jadi bukan yang penting ada rumah kosong kemudian dibenahi. Layoutnya harus disesuaikan agar memenuhi standar," lanjut Suyono.

Sementara itu, Ketua Koordinasi Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Batang Puji Lestari mengatakan SPPG tersebut sebenarnya telah beberapa kali mendapatkan pemeriksaan.

Menurut Puji, sidak yang dilakukan Selasa merupakan pemeriksaan ketiga. Sebelumnya, pemeriksaan juga dilakukan oleh tim terkait, namun sejumlah catatan perbaikan belum ditindaklanjuti oleh mitra pengelola.

"Ini sebenarnya sudah sidak yang ketiga kali bagi saya. Sebelumnya dengan timnya Pak Sudaryono juga sudah pernah ke sini, namun belum ada tindak lanjut ataupun perbaikan yang dilakukan oleh mitra," kata Puji.

Ia menyebut sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki antara lain palet, meja, serta beberapa perlengkapan lain yang mengalami kerusakan.

Selain itu, lanjutnya, kondisi bangunan yang merupakan bangunan lama juga menjadi perhatian. Bangunan tersebut disebut telah kosong selama bertahun-tahun dan terdapat beberapa bagian atap yang terindikasi mengalami kebocoran.

"Ini bekas rumah makan yang sebenarnya perlu renovasi. Bangunan ini sudah belasan tahun kosong dan beberapa atap juga ada indikasi kebocoran," ujarnya.

Puji menambahkan, kepala SPPG sebelumnya telah membuat berita acara permohonan perbaikan dengan tenggat waktu 14 hari. Namun, hingga sidak dilakukan, batas waktu tersebut telah terlewati dan belum terlihat progres perbaikan yang signifikan.

"Sudah kami sampaikan juga ke KPPG Semarang terkait hal ini," katanya.

Selanjutnya, pihak terkait akan menentukan apakah operasional SPPG tersebut dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan total atau masih dapat berjalan dengan catatan renovasi dilakukan sesuai ketentuan.

"Apakah nanti di off sementara untuk perbaikan atau tetap operasional dengan catatan renovasi, atau memang full di off kan dulu untuk perbaikan total," pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Ardhy).

Berita Lainnya

Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 61
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 39
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Suporter di Batang Larut dalam Euforia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Suporter di Batang Larut dalam Euforia
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Suporter di Batang Larut dalam Euforia
Batang Ribuan suporter memadati Jalan Veteran hingga meluber ke Jalan Diponegoro dan kawasan Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Senin (5102026). Mereka menggelar nonton bareng (nobar) untuk menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada final perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
05 Okt 2026 Jumadi 44
Nobar Final Timnas Indonesia di Batang, Dari Imbauan Tertib Hingga Sampah Jangan Berserakan Nobar Final Timnas Indonesia di Batang, Dari Imbauan Tertib Hingga Sampah Jangan Berserakan
Nobar Final Timnas Indonesia di Batang, Dari Imbauan Tertib Hingga Sampah Jangan Berserakan
Batang - Laga final FIFA Piala ASEAN antara Timnas Indonesia melawan Thailand dipastikan bakal mengguncang Alun-alun Batang, Senin (5102026) malam. Ribuan pasang mata siap menyatu di depan layar besar videotron Jalan Veteran Kecamatan Batang mulai pukul 20.00 WIB demi mengawal perjuangan Skuad Garuda merengkuh takhta juara.
05 Okt 2026 Jumadi 427
Siapkan MC Andal, SMA Wonotunggal Hadirkan Pakar Komunikasi Berkompeten Siapkan MC Andal, SMA Wonotunggal Hadirkan Pakar Komunikasi Berkompeten
Siapkan MC Andal, SMA Wonotunggal Hadirkan Pakar Komunikasi Berkompeten
Batang - Kemampuan berkomunikasi di tengah arus kecanggihan teknologi informasi berbagai digital, memotivasi para pelajar SMA Negeri 1 Wonotunggal untuk mengembangkan potensi dengan mendapatkan pembekalan langsung dari para pakar. Dua pakar komunikasi, Rizqiya selaku Communication Trainer BNSP RI dan Tatik Setianingsih, dari Dinas Ketenagakerjaan Batang membeberkan kunci sukses agar mampu menguasai panggung di hadapan audiens dengan kemampuan komunikasi andal.
05 Okt 2026 Jumadi 173
Gelar SEPMT 2026, Pemkab Batang Dorong ASN Melek Investasi Saham hingga Reksa Dana Gelar SEPMT 2026, Pemkab Batang Dorong ASN Melek Investasi Saham hingga Reksa Dana
Gelar SEPMT 2026, Pemkab Batang Dorong ASN Melek Investasi Saham hingga Reksa Dana
Batang - Tingkat literasi dan inklusi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dipacu agar tak terjebak dalam pusaran investasi serta pinjaman online (pinjol) ilegal. Upaya ini diwujudkan lewat gelaran Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bertajuk Capital Market Goes to Office di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Senin (5102026).
05 Okt 2026 Jumadi 185