Monev Program PUPUK, KUPS Perempuan Kembangkan Usaha Agroforestri di Batang

Rabu, 16 September 2026 Jumadi Dibaca 20 kali IKM UKM UMKM
Monev Program PUPUK, KUPS Perempuan Kembangkan Usaha Agroforestri di Batang
KUPS Perempuan Kembangkan Usaha Agroforestri di Kabupaten Batang.
Batang - Pelaksanaan program pendampingan Perhutanan Sosial oleh Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) di Kabupaten Batang menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan kapasitas anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program yang berlangsung di Catra Garden Goodness, Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Rabu (1692026).

Batang - Pelaksanaan program pendampingan Perhutanan Sosial oleh Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) di Kabupaten Batang menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan kapasitas anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program yang berlangsung di Catra Garden & Goodness, Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan Monev ini dihadiri oleh perwakilan Pusat Fasilitasi Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri, Tim Perizinan Ormas Asing (TPOA), dan Tim Ford Foundation. Turut hadir Bapperida Kabupaten Batang, UPTD BPSJ Pekalongan, PUPUK, KUPS Perempuan Kabupaten Batang, serta pemerintah desa.

Kepala Bapperida Batang Bagus Pambudi menyampaikan, apresiasi terhadap perkembangan kapasitas anggota KUPS Perempuan sebagai hasil dari pendampingan yang telah dilakukan PUPUK. Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut merupakan modal penting yang perlu terus dikembangkan agar kelompok semakin mampu mengelola potensi usaha dan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

“Pendampingan PUPUK telah memberikan peningkatan kapasitas yang signifikan bagi anggota KUPS Perempuan. Ini merupakan hal positif yang perlu terus dikembangkan agar kelompok semakin mandiri dan mampu mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki,” jelasnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh anggota KUPS Perempuan Desa Silurah, Nur Syiyamsih. Ia menilai pendampingan yang dilakukan PUPUK memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan anggota dalam mengembangkan usaha kelompok. Pengalaman pendampingan tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui penguatan kapasitas dan pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi desa.

“Pendampingan dari PUPUK sangat membantu kami dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KUPS. Kami berharap pendampingan ini terus dikembangkan agar usaha kelompok semakin maju dan memberikan manfaat bagi perempuan serta masyarakat desa,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif PUPUK Surabaya Heri Saputro menyampaikan, pandangan positif mengenai perkembangan program. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan pendampingan untuk peningkatan kapasitas. Tentunya, telah dicapai dapat diterjemahkan menjadi penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, dan peningkatan nilai tambah produk agroforestri.

“Kami melihat perkembangan yang positif dari proses pendampingan KUPS Perempuan di Kabupaten Batang. Peningkatan kapasitas anggota menjadi fondasi penting untuk pengembangan usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan kelembagaan, akses pasar, dan kolaborasi multipihak perlu terus didorong,” terangnya.

Selain dialog dan evaluasi bersama, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Green House dan Rumah Produksi KUPS Perempuan. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan aktivitas kelompok dan potensi pengembangan usaha berbasis komoditas agroforestri, khususnya kopi.

“Program pendampingan PUPUK yang didukung Ford Foundation diarahkan untuk meningkatkan akses perempuan terhadap lahan melalui Perhutanan Sosial dan mengembangkan kewirausahaan sosial pada komoditas wanatani berkelanjutan. Salah satu inisiatif yang dikembangkan bersama KUPS Perempuan Kabupaten Batang adalah CV. Srikandi Rimba, yang dirancang sebagai wadah usaha bersama untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi Perempuan,” ujar dia.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, para pihak mendorong agar capaian pendampingan yang telah diperoleh dapat menjadi dasar pengembangan program berikutnya. Penguatan kapasitas anggota, kelembagaan KUPS, inovasi produk, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat program Perhutanan Sosial di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Sekolah Rakyat di Batang Ditargetkan Mulai Dibangun Oktober 2026, Tampung 270 Siswa Sekolah Rakyat di Batang Ditargetkan Mulai Dibangun Oktober 2026, Tampung 270 Siswa
Sekolah Rakyat di Batang Ditargetkan Mulai Dibangun Oktober 2026, Tampung 270 Siswa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Hal tersebut disampaikan Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih saat Sosialisasi Sekolah Rakyat di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1692026).
16 Sep 2026 Jumadi 55
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Dirancang Mulai Oktober, Targetkan Anak Kelompok Desil 1 dan 2 Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Dirancang Mulai Oktober, Targetkan Anak Kelompok Desil 1 dan 2
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Dirancang Mulai Oktober, Targetkan Anak Kelompok Desil 1 dan 2
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapannya dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional, salah satunya melalui pembentukan Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Batang. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam perluasan akses pendidikan inklusif serta memutus mata rantai kemiskinan bagi keluarga prasejahtera.
16 Sep 2026 Jumadi 51
Bupati Batang Minta, OPD Kerja Keras Kejar Proyek Fisik APBD Perubahan Bupati Batang Minta, OPD Kerja Keras Kejar Proyek Fisik APBD Perubahan
Bupati Batang Minta, OPD Kerja Keras Kejar Proyek Fisik APBD Perubahan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD Kabupaten Batang resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Rabu 16 September 2026.
16 Sep 2026 Jumadi 46
Pemkab Batang Siapkan Gedung Pustaloka Jadi Pusat Layanan Literasi Pemkab Batang Siapkan Gedung Pustaloka Jadi Pusat Layanan Literasi
Pemkab Batang Siapkan Gedung Pustaloka Jadi Pusat Layanan Literasi
Batang - Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengoptimalan sarana prasarana penunjang literasi, terus diupayakan dengan memanfaatkan Perpustakaan Daerah (Perpusda), yang akan terpisah dari kegiatan administrasi perkantoran Disperpuska Batang. Hal ini sebagai wujud kepedulian Pemda dalam memberikan akses kemudahan masyarakat memperoleh layanan terkait literasi, melalui peningkatan sarana prasarana penunjangnya.
16 Sep 2026 Jumadi 19
Perusahaan AI Direncanakan Bangun Fasilitas di KITB Batang Mulai 2027 Perusahaan AI Direncanakan Bangun Fasilitas di KITB Batang Mulai 2027
Perusahaan AI Direncanakan Bangun Fasilitas di KITB Batang Mulai 2027
Batang - Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berencana menyambut investasi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligenceAI) yang akan membangun fasilitas di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Sep 2026 Jumadi 89
DPRD dan Pemkab Batang Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Capai Rp1,95 Triliun DPRD dan Pemkab Batang Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Capai Rp1,95 Triliun
DPRD dan Pemkab Batang Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Capai Rp1,95 Triliun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD Batang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026. Persetujuan bersama tersebut dilakukan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1692026).
16 Sep 2026 Jumadi 66