Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Hal tersebut disampaikan Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih saat Sosialisasi Sekolah Rakyat di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1692026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Hal tersebut disampaikan Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih saat Sosialisasi Sekolah Rakyat di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (16/9/2026).
Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih mengatakan, Pemkab Batang memiliki peran utama dalam menyiapkan lahan, sedangkan pembiayaan pembangunan Sekolah Rakyat berasal dari pemerintah pusat. Pemda itu menyiapkan lahan, anggaran semuanya dari pusat. Penyiapan lahan tersebut menjadi bagian penting agar program Sekolah Rakyat dapat direalisasikan di Kabupaten Batang.
“Sebelumnya Batang berada dalam urutan kesekian dalam rencana pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah. Namun, kesiapan lahan dan kesesuaian tata ruang di Batang membuat daerah tersebut dapat menjadi lokasi pembangunan. Karena di Batang ini tata ruangnya boleh, sehingga menggeser ke kabupaten lain yang mungkin lahannya belum siap. Sehingga Batang alhamdulillah sudah menyiapkan lahan. Sekolah Rakyat tersebut nantinya mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan, saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap perencanaan dan pemaketan pekerjaan. Pemkab Batang berharap, proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026.
“Ini masih proses pemaketan, perencanaan dan pemaketan. Harapannya memang bisa tepat di bulan Oktober. Sebelumnya terdapat surat resmi yang mencantumkan jadwal lelang pada Juni dan penandatanganan kontrak pada 15 Juli. Namun, jadwal tersebut kemudian mengalami perubahan,” terangnya.
Kita tidak tahu kenapa bisa jadi berubah. Mudah-mudahan pembangunan nanti di bulan Oktober, harapannya seperti itu. Proses penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat akan menggunakan aplikasi Setara milik Kementerian Sosial.
“Melalui sistem tersebut, pemerintah akan memperoleh pre-list atau daftar awal nama calon siswa yang memenuhi kriteria. Selanjutnya, Pemkab Batang bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), camat, dan lurah akan melakukan asesmen terhadap calon siswa,” ujar dia.
Kita hanya memberitahu ke keluarganya bahwa anak Bapak/Ibu masuk daftar sebagai calon siswa Sekolah Rakyat, mohon diizinkan. Jadi tidak ada keterpaksaan. Ia juga menambahkan, calon siswa yang menjadi sasaran program berasal dari kelompok desil 1 dan 2.
“Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat Batang ditargetkan menampung 270 siswa, yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai berlangsung pada tahun depan setelah pembangunan dan berbagai tahapan persiapan selesai,” imbuhnya.
Ia juga menyebut, seluruh program pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada 20 Juni tahun berikutnya. Setelah calon siswa terdaftar, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Untuk tenaga pendidik, pemerintah daerah tidak melakukan perekrutan secara mandiri. Untuk tenaga gurunya langsung dari pusat yang menangani. Kita hanya menerima saja,” tandasnya.
Pemkab Batang berharap, pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok sasaran program, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)