Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapannya dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional, salah satunya melalui pembentukan Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Batang. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam perluasan akses pendidikan inklusif serta memutus mata rantai kemiskinan bagi keluarga prasejahtera.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapannya dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional, salah satunya melalui pembentukan Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Batang. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam perluasan akses pendidikan inklusif serta memutus mata rantai kemiskinan bagi keluarga prasejahtera.
Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih menjelaskan, bahwa peran Pemkab Batang dalam program Sekolah Rakyat difokuskan pada penyediaan lahan pembangunan, sedangkan seluruh anggaran dan penyediaan tenaga pendidik ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
“Sebenarnya Pemda itu menyiapkan lahan, anggaran semua dari pusat. Perjuangannya luar biasa, dari sekian daerah di Jawa Tengah, karena di Batang tata ruangnya memungkinkan dan siap, alhamdulillah kita bisa menyiapkan lahan tersebut,” katanya saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (16/9/2026).
Terkait proses pembangunan fisik, pihak Pemkab Batang menyampaikan bahwa saat ini proyek Sekolah Rakyat sedang berada dalam tahap perencanaan dan pemaketan. Diharapkan pelaksanaan pembangunan fisik dapat dimulai pada bulan Oktober mendatang.
“Selain kesiapan infrastruktur, proses pendaftaran siswa baru juga dipersiapkan secara matang. Perekrutan calon siswa Sekolah Rakyat akan menggunakan aplikasi Setara milik Kementerian Sosial dengan sasaran anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam desil 1 dan 2,” jelasnya.
Pendataan serta asesmen ke lapangan akan melibatkan jajaran Pemkab Batang bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga camat dan lurah setempat. Langkah pendekatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pihak keluarga tanpa ada unsur keterpaksaan.
“Pada tahap awal, target penerimaan siswa dialokasikan sebanyak 90 anak untuk masing-masing jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Seluruh tahapan pembangunan hingga pendataan calon siswa ditargetkan rampung pada pertengahan Juni tahun depan, dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai,” terangnya.
Ia juga mengapresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam mendukung program strategis ini. Selain sosialisasi Sekolah Rakyat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis klaim santunan kematian dan bantuan iuran Jamsostek bagi pekerja rentan di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)