Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua

Selasa, 08 September 2026 Jumadi Dibaca 14 kali IKM UKM UMKM
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Salah satu peternak memanen madu di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Batang - Sangaji, peternak lebah asal Desa Timbang, telah mengenal dunia perlebahan sejak duduk di bangku SMP pada 1995. Kecintaannya terhadap lebah berawal ketika ia membantu mengelola koloni lebah milik pamannya. Sejak saat itu, berbagai aktivitas terkait lebah mulai ia tangani sendiri, mulai dari perawatan hingga menentukan lokasi penempatan koloni.

Batang - Sangaji, peternak lebah asal Desa Timbang, telah mengenal dunia perlebahan sejak duduk di bangku SMP pada 1995. Kecintaannya terhadap lebah berawal ketika ia membantu mengelola koloni lebah milik pamannya. Sejak saat itu, berbagai aktivitas terkait lebah mulai ia tangani sendiri, mulai dari perawatan hingga menentukan lokasi penempatan koloni.

“Saya mengenal lebah sejak tahun 1995, pada waktu masih SMP. Dulu kita punya banyak, milik paman saya. Saya yang pegang sendiri. Pengalaman selama puluhan tahun membuatnya tetap bertahan di dunia perlebahan. Kini, ia juga menjadi salah satu pihak yang mewakili para peternak lebah di wilayahnya,” katanya saat ditemui di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (8/9/2026).

Kalau sekarang kondisinya, bisa dibilang saya sebagai perwakilan atau mewakili kawan-kawan. Ini kan juga milik kawan dan sebagainya ada di sini. Madu yang dihasilkan berasal dari nektar berbagai jenis tanaman. Jenis madu yang tersedia bergantung pada musim dan kondisi lingkungan tempat lebah mengambil nektar.

“Beberapa di antaranya adalah madu kaliandra, durian, rambutan, randu atau kapuk, serta kopi. Tergantung musimnya, dalam kondisi bagaimana kita bisa ambil nektar itu sendiri. Produksi madu rata-rata sekitar 3 kilogram per hari untuk kondisi tertentu. Madu tersebut kemudian dipasarkan secara daring maupun langsung kepada masyarakat di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ukuran kemasan yang tersedia juga beragam, mulai sekitar 300 mililiter hingga ukuran satu kilogram. Pemasaran secara online sempat membuat penjualan meningkat signifikan ketika pertama kali diluncurkan.

“Pada waktu awal-awal kita online launching, itu sampai banyak. Sampai ratusan botol untuk per bulan. Namun, saat ini penjualan berada di kisaran 50 botol per bulan. Salah satu keunggulan madu yang diproduksinya adalah proses pengolahan yang sederhana,” terangnya.

Madu diambil setelah lebah mengumpulkan nektar dan menyimpannya di dalam sarang. Setelah sarang terisi, madu dipanen tanpa melalui proses tambahan. Kita tidak memakai bahan macam-macam. Dari nektar itu sendiri diambil oleh lebah, dimasukkan ke sarang, setelah penuh kita ambil. Tanpa ada proses apa pun, murni masih dari alam,” ungkapnya.

Ia menyebut madu yang diproduksi memiliki kadar air minimal 22 persen. Produk madu tersebut diberi nama Akeh Guno, yang berasal dari bahasa Jawa dan memiliki arti "banyak manfaat".

“Nama Akeh Guno itu dari bahasa Jawa, akeh guno, banyak manfaat. Diharapkan produk kita memberi manfaat ke masyarakat. Pemasaran madu Akeh Guno kini tidak hanya menjangkau konsumen di Kabupaten Batang. Pembeli dari luar daerah justru menjadi pasar yang cukup besar.

Sejumlah pembeli berasal dari Jakarta dan berbagai daerah di luar Pulau Jawa, termasuk Kalimantan, Papua, hingga Sumatera,” ujar dia.

Yang banyak luar kota. Jakarta, bahkan luar pulau banyak yang memesan. Kalimantan, Papua, malah dari Sumatera pun yang di sana gudangnya madu, orang Sumatera juga ambilnya dari kita kalau pesan madu kayak gini.

“Permintaan tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan produk madu lokal Banyuputih sekaligus memperkenalkan hasil peternakan lebah dari Batang ke pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Ia berharap, usaha peternakan lebah yang telah ditekuninya sejak 1995 dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Batang - Langkah Pemerintah Kabupaten Batang dalam menekan angka pengangguran makin agresif. Lewat program Dapat Kerja (DAKER), sebanyak 1.685 pencari kerja berhasil diserap dunia kerja per 7 September 2026. Dari angka tersebut, 1.616 orang masuk lewat pendanaan APBD, sementara 69 lainnya melalui jalur non-APBD.
08 Sep 2026 Jumadi 17
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 318
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 98
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 82
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 69
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 79