Batang Dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang Ananda Yoga Pratama menghadirkan inovasi teknologi berupa Alat Pengaduk Minyak dan Stearin Otomatis. Inovasi ini ditujukan untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah yang dijalankan oleh masyarakat di Desa Tulis, Kabupaten Batang.
Batang – Dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang Ananda Yoga Pratama menghadirkan inovasi teknologi berupa Alat Pengaduk Minyak dan Stearin Otomatis. Inovasi ini ditujukan untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah yang dijalankan oleh masyarakat di Desa Tulis, Kabupaten Batang.
Ananda Yoga Pratama mengatakan, pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Desa Tulis sebelumnya menghadapi kendala teknis pada tahap pencampuran bahan. Proses pengadukan minyak jelantah dan stearin (bahan pengeras lilin) yang masih mengandalkan tenaga manual dinilai kurang efisien. Selain menguras tenaga dan waktu produksi, pengadukan manual pada cairan bersuhu panas ini juga rentan menghasilkan campuran yang kurang merata dan mudah menggumpal sebelum sempat dicetak.
“Alat pengaduk ini dibuat dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kepraktisan, serta penggunaan daya listrik yang rendah agar cocok diterapkan pada skala industri rumahan atau UMKM. Desain alat juga dirancang ergonomis dan ringkas, sehingga penggunaannya leluasa, tidak memakan banyak tempat, dan mudah dipindahkan sesuai kebutuhan ruang produksi warga,” katanya saat ditemui di Desa Tulis, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jumat (21/8/2026).
Penggunaan alat ini memberikan dampak langsung pada efisiensi waktu dan tenaga para pembuat lilin. Warga kini tidak perlu lagi berdiri lama untuk mengaduk cairan panas secara manual. Waktu yang ada dapat dialihkan untuk menyelesaikan tahapan produksi lainnya, seperti pemasangan sumbu atau penyiapan kemasan. Di samping itu, putaran dinamo mesin yang konstan dan stabil memastikan minyak jelantah, stearin, dan pewangi esensial menyatu dengan sempurna.
“Kegiatan perancangan dan penerapan alat ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha masyarakat lokal. Selain itu, inovasi perancangan mesin ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,” jelasnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat juga mencakup transfer teknologi yang langsung menjawab permasalahan di lapangan. Kedepannya, purwarupa alat pengaduk otomatis ini diharapkan dapat direplikasi serta terus dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu mendorong kapasitas produksi dan kemajuan industri kreatif di Desa Tulis. (MC Batang, Jateng/Yoga/Jumadi)