Kepala BKPSDM Batang Sampaikan Keberlanjutan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu

Kamis, 20 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 73 kali Pemerintahan
Kepala BKPSDM Batang Sampaikan Keberlanjutan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu
Kepala BKPSDM Batang Dwi Riyanto Buka Suara Soal Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Batang.
Batang - Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang berada di persimpangan jalan. Selain menunggu regulasi teknis dari pemerintah pusat, keberlanjutan status mereka bergantung pada hasil evaluasi kinerja tahunan serta kebutuhan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Batang - Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang berada di persimpangan jalan. Selain menunggu regulasi teknis dari pemerintah pusat, keberlanjutan status mereka bergantung pada hasil evaluasi kinerja tahunan serta kebutuhan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batang, Dwi Riyanto menjelaskan, bahwa sesuai Permenpan RB Nomor 9 Tahun 2026, siklus evaluasi PPPK Paruh Waktu dilakukan saban satu tahun sekali. Berbeda dengan PPPK Penuh Waktu yang memiliki siklus perpanjangan kontrak lima tahun.

“Kalau paruh waktu itu kan siklusnya hanya satu tahun. Nanti akan dievaluasi. Evaluasi itu tentunya akan kembali lagi pada kebutuhan organisasi dan kinerjanya yang bersangkutan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (20/8/2026).

Ia mengingatkan seluruh pegawai Paruh Waktu untuk terus menjaga kestabilan kinerjanya. Mengingat Surat Perjanjian Kerja (SPK) ditandatangani langsung oleh atasan di unit kerja masing-masing, penilaian kinerja dari OPD akan menjadi instrumen utama pertimbangan masa depan mereka.

“Kita sudah ingatkan jauh-jauh hari kepada teman-teman yang paruh waktu untuk jangan lupa dengan kinerjanya masing-masing. Jangan sampai nanti catatan kinerjanya ini jelek,” tegasnya.

Jumlah Pegawai Menyusut

Dwi mengungkapkan, jumlah tenaga Paruh Waktu di Kabupaten Batang kini tak lagi sama seperti usulan awal yang mencapai 2.800-an orang. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 2.791 pegawai yang bertahan.

“Jumlah sekarang kan sudah berkurang karena ada yang meninggal, ada yang mengundurkan diri, dan ada yang sudah memenuhi batas usia pensiun. Di tahun ini tiga kriteria itu ada semua,” jelasnya.

Menanti Juknis Pengangkatan Penuh Waktu

Terkait peluang alih status dari PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu, pihak BKPSDM Batang menyatakan masih menunggu Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak-Juknis) resmi dari pemerintah pusat.

Sesuai aturan Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2025, alih status memang dimungkinkan melalui evaluasi kinerja. Namun, Dwi menilai butuh indikator tambahan jika pengangkatan dilakukan secara bertahap akibat keterbatasan kuota atau anggaran daerah.

“Kalau yang evaluasi kinerjanya baik ada 2.700 orang, sementara kemampuan anggaran daerah untuk mengalihkan status misalkan hanya 100 orang, kita harus punya kriteria lain. Apakah mempertimbangkan masa kerja pengabdian atau prioritas pegawai yang lebih senior. Kami berharap juklak-juknis nanti meng-cover hal itu,” terangnya.

Mengenai wacana pengangkatan yang sempat disinggung pejabat pusat di media massa, Pemkab Batang menegaskan tidak bisa berspekulasi sebelum ada dokumen hukum resmi.

“Kalau bentuknya masih statement, kami tidak punya dasar hukum untuk menindaklanjuti. Kita masih menunggu regulasi tertulis dari pusat, apakah nanti ada perhitungan anggaran dari pusat atau murni kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Sungai Langsean 'Terkepung' Sampah, Bupati Batang Minta Desa Bergerak dari Rumah Sungai Langsean 'Terkepung' Sampah, Bupati Batang Minta Desa Bergerak dari Rumah
Sungai Langsean 'Terkepung' Sampah, Bupati Batang Minta Desa Bergerak dari Rumah
Batang - Pemandangan asri di balik keindahan objek wisata Pagilaran mendadak ternoda. Aliran Sungai Langsean, kawasan sebelah barat Desa Adirejo, Kecamatan Reban, terancam tumpukan sampah yang menyumbat urat nadi alamnya.
19 Ags 2026 Jumadi 123
Siswa Kelas Tiga Belajar Kebersihan Tangan dan Kuku Melalui Cerita Dongeng ujung jari Siswa Kelas Tiga Belajar Kebersihan Tangan dan Kuku Melalui Cerita Dongeng ujung jari
Siswa Kelas Tiga Belajar Kebersihan Tangan dan Kuku Melalui Cerita Dongeng ujung jari
Batang - Pola perilaku anak terhadap lingkungan sekitar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang mereka amati. Tanpa pemahaman yang ditanamkan sejak dini mengenai dampak dari aktivitas harian, anak-anak cenderung meniru perilaku di sekitarnya begitu saja. Melihat kondisi tersebut, edukasi kebersihan diri khususnya area tangan dan kuku menjadi langkah awal untuk menanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.
19 Ags 2026 Jumadi 57
Dari Catatan Manual ke Digital, Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Kelola Keuangan Dari Catatan Manual ke Digital, Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Kelola Keuangan
Dari Catatan Manual ke Digital, Mahasiswa KKN Undip Bantu UMKM Kelola Keuangan
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja digitalisasi pembukuan keuangan pada UMKM Telur Asin Nusantara di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (1982026). Program ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM meningkatkan efektivitas dan kerapian dalam melakukan pencatatan serta pemantauan kondisi keuangan usaha.
19 Ags 2026 Jumadi 87
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah dengan Metode 5R Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah dengan Metode 5R
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah dengan Metode 5R
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan penyuluhan Tata Cara Manajemen Sampah Melalui Metode 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair) di Balai Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (1982026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Desa Kedungsegog.
19 Ags 2026 Jumadi 84
Kembangkan Karakter Kepemimpinan, Mahasiswa Berikan Edukasi Melalui Kegiatan Fun Learning Kembangkan Karakter Kepemimpinan, Mahasiswa Berikan Edukasi Melalui Kegiatan Fun Learning
Kembangkan Karakter Kepemimpinan, Mahasiswa Berikan Edukasi Melalui Kegiatan Fun Learning
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa edukasi pengembangan sikap kepemimpinan bagi siswa kelas 6 SDN 2 Kedungsegog. Kegiatan ini dikemas melalui metode fun learning yang menggabungkan penyampaian materi dengan permainan edukatif agar siswa dapat belajar kepemimpinan secara menyenangkan dan interaktif.
19 Ags 2026 Jumadi 71
Mahasiswa KKN-R UNDIP Lakukan Program Psikoedukasi Pemilahan Sampah Mahasiswa KKN-R UNDIP Lakukan Program Psikoedukasi Pemilahan Sampah
Mahasiswa KKN-R UNDIP Lakukan Program Psikoedukasi Pemilahan Sampah
Batang Bahasan sosialisasi terkait pengolahan dan pemilahan sampah tidak lagi menjadi topik yang menjemukkan bagi siswa SD di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Melalui program psikoedukasi pemilahan sampah yang bertajuk Tepat, Cepat, Pilah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro Semarang Permata Sarifazia Subakti, Fakultas Psikologi, sukses mengajak siswa Kelas 6 SDN 2 Kedungsegog  mengenal lebih dalam terkait empat jenis sampah melalui  permainan yang edukatif.
19 Ags 2026 Jumadi 81