Batang Bahasan sosialisasi terkait pengolahan dan pemilahan sampah tidak lagi menjadi topik yang menjemukkan bagi siswa SD di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Melalui program psikoedukasi pemilahan sampah yang bertajuk Tepat, Cepat, Pilah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro Semarang Permata Sarifazia Subakti, Fakultas Psikologi, sukses mengajak siswa Kelas 6 SDN 2 Kedungsegog mengenal lebih dalam terkait empat jenis sampah melalui permainan yang edukatif.
Batang – Bahasan sosialisasi terkait pengolahan dan pemilahan sampah tidak lagi menjadi topik yang menjemukkan bagi siswa SD di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Melalui program psikoedukasi pemilahan sampah yang bertajuk “Tepat, Cepat, Pilah”, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro Semarang Permata Sarifazia Subakti, Fakultas Psikologi, sukses mengajak siswa Kelas 6 SDN 2 Kedungsegog mengenal lebih dalam terkait empat jenis sampah melalui permainan yang edukatif.
Permata Sarifazia Subakti mengatakan, program meliputi permainan estafet memilah sampah yang dilakukan secara berkelompok, pemaparan materi terkait jenis sampah dan cara pengolahannya, dan diakhiri dengan kuis tebak jenis sampah. Rangkaian kegiatan disusun dengan menyasar aspek kognitif yang mengukur sejauh mana siswa memahami konsep dasar pemilahan sampah serta aspek afektif yang mengukur ketertarikan dan kepedulian siswa terhadap isu pemilahan sampah.
“Program selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Quality Education sebab program secara eksplisit menyasar anak usia sekolah sebagai target intervensi serta SDG 12 yakni Responsible Consumption and Production yang selaras dengan topik program berupa pemilahan sampah,” katanya saat ditemui di SDN 2 Kedungsegog, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di Desa Kedungsegog melalui edukasi dan aksi kebersihan lingkungan dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan nyaman. Mahasiswa menjelaskan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah seringkali diabaikan oleh anak-anak, padahal pembentukan kesadaran peduli kebersihan penting ditanamkan sejak usia dini.
“Bahwa program tersebut dirancang melalui permainan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya memilah sampah dan menanamkan budaya peduli kebersihan sedari dini. Pada sesi permainan estafet memilah sampah, mahasiswa mengajak siswa melakukan praktik langsung menggunakan properti yang telah disediakan oleh mahasiswa KKN,” terangnya.
Dalam sesi ini, siswa dibagi menjadi 4 tim yang berbaris di belakang garis start dengan kumpulan kartu sampah berada di tengah lintasan, serta tersedia 4 wadah yang bertuliskan ‘Organik’, ‘Anorganik’, ‘Residu’, dan ‘B3’ yang tersedia untuk masing-masing kelompok di balik garis finish. Setelah aba-aba, siswa paling depan dari tiap tim mengambil 1 kartu sampah lalu dibawa hingga garis finish untuk memasukkan kartu yang diambil ke wadah dengan jenis sampah yang sesuai. Siswa kembali dan estafet dilanjut dengan siswa berikutnya hingga kartu sampah habis.
“Sesi ini berakhir dengan pemahaman siswa terkait pemilahan sampah yang memuaskan. Siswa dapat menentukan kategori sampah apa yang sesuai dengan kartu sampah yang mereka dapatkan dengan tepat. Program berlanjut dengan sesi pemaparan materi yang disambut dengan antusiasme siswa yang tinggi. Sesi kuis juga berlangsung dengan meriah yang membuktikan bahwa siswa telah sepenuhnya paham dengan pentingnya pemilahan sampah,” ujar da.
Permata Sarifazia berharap, siswa kelas 6 SDN 2 Kedungsegog tidak hanya memahami pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi siswa lainnya dalam mengaplikasikan kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekitar. (MC Batang, Jateng/Sarifazia/Jumadi)