Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan penyuluhan Tata Cara Manajemen Sampah Melalui Metode 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair) di Balai Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (1982026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Desa Kedungsegog.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan penyuluhan “Tata Cara Manajemen Sampah Melalui Metode 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair)” di Balai Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Desa Kedungsegog.
Mahasiswa KKN Undip Semarang Valentina Puspa mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan dengan membuang dan memilah sampah, tetapi juga dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah serta memperpanjang masa guna barang.
“Konsep 5R, yaitu Reduce atau mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menghasilkan sampah, Reuse atau menggunakan kembali barang yang masih layak, Recycle atau mendaur ulang sampah, Replace atau mengganti barang dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan, serta Repair atau memperbaiki barang agar dapat digunakan kembali,” jelasnya.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif menggunakan media visual dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan metode 5R dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengurangi timbulan sampah rumah tangga.
“Keterlibatan pengurus Bank Sampah dan ibu-ibu PKK menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena pengelolaan sampah berbasis masyarakat membutuhkan partisipasi aktif dari lingkungan rumah tangga. Melalui metode 5R, masyarakat didorong untuk tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mengurangi sampah sejak dari sumbernya dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna,” terangnya.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 – Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Penerapan prinsip 5R mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang, mendaur ulang, memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan, serta memperbaiki barang sebelum menggantinya dengan yang baru.
“Kegiatan ini juga mendukung SDG 11 – Sustainable Cities and Communities melalui upaya membangun lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan 5R dapat berkontribusi terhadap SDG 14 – Life Below Water dengan mengurangi potensi sampah, khususnya sampah plastik, masuk ke saluran air dan berakhir di lingkungan perairan,” ujar dia.
Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Kedungsegog dapat mulai menerapkan prinsip 5R dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan kebiasaan dari tingkat rumah tangga diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus memperkuat peran Bank Sampah dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN, pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, dan masyarakat, penerapan metode 5R diharapkan dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan. Langkah sederhana dalam mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, mengganti, dan memperbaiki barang dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Kedungsegog yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Valentina Puspa/Jumadi)