Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja digitalisasi pembukuan keuangan pada UMKM Telur Asin Nusantara di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (1982026). Program ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM meningkatkan efektivitas dan kerapian dalam melakukan pencatatan serta pemantauan kondisi keuangan usaha.
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja digitalisasi pembukuan keuangan pada UMKM Telur Asin Nusantara di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026). Program ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM meningkatkan efektivitas dan kerapian dalam melakukan pencatatan serta pemantauan kondisi keuangan usaha.
Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Undip Semarang Valentina Puspa menginisiasi digitalisasi pembukuan melalui penggunaan google spreadsheet yang dirancang secara sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan UMKM. Digitalisasi ini diharapkan dapat membantu proses pencatatan menjadi lebih sistematis, efisien, dan mudah digunakan dalam kegiatan operasional sehari-hari.
“UMKM Telur Asin Nusantara merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam produksi dan penjualan telur asin di Desa Kedungsegog. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, UMKM tersebut memiliki aktivitas transaksi keuangan yang cukup banyak. Namun, proses pencatatan keuangan sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan berpotensi menyulitkan pemilik usaha dalam melakukan pemantauan kondisi keuangan secara menyeluruh,” jelasnya.
Spreadsheet yang diberikan terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu Budget Plan, Cash Flow, serta Budget Plan dan Budget Realized. Bagian Budget Plan digunakan untuk membantu UMKM merencanakan kebutuhan dan alokasi keuangan, sedangkan Cash Flow digunakan untuk mencatat arus pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam kegiatan usaha.
“Selain itu, terdapat bagian perbandingan antara Budget Plan dan Budget Realized yang dapat digunakan untuk melihat kesesuaian antara rencana keuangan dengan realisasi pengeluaran. Dengan adanya perbandingan tersebut, pemilik UMKM dapat mengetahui apakah penggunaan dana telah sesuai dengan perencanaan yang dibuat dan melakukan evaluasi apabila terdapat perbedaan,” terangnya.
Valentina Puspa menyebutkan, untuk mempermudah pemantauan, spreadsheet juga dilengkapi dengan grafik visualisasi data keuangan. Grafik tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan UMKM secara lebih sederhana sehingga pemilik usaha tidak hanya bergantung pada catatan angka dalam melakukan evaluasi.
“Melalui digitalisasi pembukuan ini, UMKM Telur Asin Nusantara diharapkan dapat memiliki sistem pencatatan keuangan yang lebih terstruktur serta mempermudah proses monitoring dan evaluasi keuangan. Penggunaan spreadsheet juga memungkinkan pencatatan dilakukan secara lebih praktis dibandingkan sistem manual yang sebelumnya digunakan,” pungkasnya.
Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital pada sektor UMKM di Desa Kedungsegog dan juga mendukung implementasi dari SDG 8 - Decent Work and Economic Growth. Tidak hanya membantu proses administrasi keuangan, digitalisasi pembukuan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Telur Asin Nusantara untuk mengembangkan pengelolaan usaha yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Valentina Puspa/Jumadi)