Sungai Langsean 'Terkepung' Sampah, Bupati Batang Minta Desa Bergerak dari Rumah

Rabu, 19 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 74 kali Lingkungan
Sungai Langsean 'Terkepung' Sampah, Bupati Batang Minta Desa Bergerak dari Rumah
Gambar Ilustrasi warga bersihkan sampah di Sungai.
Batang - Pemandangan asri di balik keindahan objek wisata Pagilaran mendadak ternoda. Aliran Sungai Langsean, kawasan sebelah barat Desa Adirejo, Kecamatan Reban, terancam tumpukan sampah yang menyumbat urat nadi alamnya.

Batang - Pemandangan asri di balik keindahan objek wisata Pagilaran mendadak ternoda. Aliran Sungai Langsean, kawasan sebelah barat Desa Adirejo, Kecamatan Reban, terancam tumpukan sampah yang menyumbat urat nadi alamnya.

Kejadian ini terungkap saat seorang warga Pecalungan, Nur Khoyin, sedang menyusuri kawasan Pagilaran untuk mencari rumput pakan ternaknya pada Sabtu (15/8/2026). Langkah Khoyin terhenti ketika melihat limbah berserakan di aliran air bersih tempat anak-anak di kampungnya biasa mandi dan bermain. Sambil merekam kondisi sungai yang memprihatinkan tersebut, ia mengeluhkan pudarnya keindahan panorama alam di sana.

“Pagilaran kan tempat wisata yang indah, alamnya juga indah, kok dirusak sama sampah,” tuturnya. Ia pun berharap pemerintah desa hingga instansi terkait segera turun tangan sebelum pencemaran semakin parah.

Menjaga Karunia dari Rumah sendiri

Viralnya temuan sampah tersebut langsung menyedot perhatian Pemerintah Kabupaten Batang. merespons situasi di Sungai Langsean, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan pentingnya kesadaran kolektif. Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah sebenarnya bertumpu pada tanggung jawab masing-masing individu sebagai penghasilnya.

“Siapapun, semua orang, apapun latar belakangnya, dia bertanggung jawab pada sampahnya sendiri. Oleh sebab itu perlu kesadaran bersama untuk bertanggung jawab pada sampah yang bersumber dari aktivitas kita sendiri,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (19/8/2026).

Dengan nada mengimbau, Faiz mengibaratkan kebiasaan membuang limbah sembarangan bak melempar sampah ke pekarangan tetangga.

“Jangan dibuang di jalan, apalagi di sungai. Boleh nggak kalau rumah kita dilempari sampah orang lain? Kita pasti nggak mau dan nggak boleh. Kalau gitu jangan buang sampah sembarangan apalagi di sungai,” tegasnya.

Faiz menambahkan bahwa sungai adalah anugerah yang mestinya dirawat bersama karena menyokong kehidupan banyak makhluk.

“Sungai itu karunia Allah yang kita tidak perlu membuatnya, hanya cukup menjaga. Itu menjadi sumber kehidupan oleh banyak manusia dan juga makhluk hidup lain. Pencemaran sungai, lanjutnya, tak hanya merusak lingkungan dan mengancam ekosistem, tetapi juga melipatgandakan risiko banjir,” jelasnya.

Gandeng BUMDes dan Dorong TPS3R

Untuk memutus rantai masalah ini, Pemkab Batang tidak ingin hanya bertumpu pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemerintah berencana membangun pola pengelolaan sampah terstruktur yang menyasar hingga ke tingkat desa, salah satunya lewat penyediaan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

“Di samping itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah juga akan diperketat agar masyarakat mulai memilah limbahnya dari dapur rumah. Masyarakat perlu melakukan kebiasaan memilah dari rumah dan melakukan pengawasan ketat,” terangnya.

Pemerintah desa dinilai memegang peranan krusial sebagai pengawas lapangan sekaligus pengatur alur pengangkutan. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes dapat mengelola jasa pengangkutan sampah berbayar langsung dari rumah warga, dengan syarat sampah tersebut sudah dipilah terlebih dahulu.

“Ini nanti akan kita diskusikan dengan stakeholder terkait,” ujar dia.

Secara hukum, payung regulasi sebenarnya sudah tersedia melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 yang diperbarui dalam Perda Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah. Aturan ini memuat kewajiban warga, larangan membuang sampah sembarangan, hingga alur pemrosesan dari sumbernya.

“Secara regulasi sudah ada. Tinggal pelaksanaan, seharusnya ke depan melibatkan pemerintah desa,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pelajar Lawan Bullying Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pelajar Lawan Bullying
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pelajar Lawan Bullying
Batang Bullying di lingkungan sekolah sering kali tidak terlihat jelas, tapi dampaknya bisa membekas lama pada korban. Menyadari hal ini, mahasiswa KKN Reguler TIM II Universitas Diponegoro Semarang menggelar program sosialisasi psikoedukasi bertajuk "TemanBaik, Gerakan Anti Bullying" untuk pelajar SDN 1 Kedungsegog.
19 Ags 2026 Jumadi 58
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah dengan Metode 5R Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah dengan Metode 5R
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Sampah dengan Metode 5R
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan penyuluhan Tata Cara Manajemen Sampah Melalui Metode 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair) di Balai Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (1982026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, serta masyarakat Desa Kedungsegog.
19 Ags 2026 Jumadi 21
Kembangkan Karakter Kepemimpinan, Mahasiswa Berikan Edukasi Melalui Kegiatan Fun Learning Kembangkan Karakter Kepemimpinan, Mahasiswa Berikan Edukasi Melalui Kegiatan Fun Learning
Kembangkan Karakter Kepemimpinan, Mahasiswa Berikan Edukasi Melalui Kegiatan Fun Learning
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa edukasi pengembangan sikap kepemimpinan bagi siswa kelas 6 SDN 2 Kedungsegog. Kegiatan ini dikemas melalui metode fun learning yang menggabungkan penyampaian materi dengan permainan edukatif agar siswa dapat belajar kepemimpinan secara menyenangkan dan interaktif.
19 Ags 2026 Jumadi 28
Pemkab Batang Berkomitmen Mendukung Keberlanjutan Optimalisasi Produk Unggulan Program Desa BRILiaN 2026 Pemkab Batang Berkomitmen Mendukung Keberlanjutan Optimalisasi Produk Unggulan Program Desa BRILiaN 2026
Pemkab Batang Berkomitmen Mendukung Keberlanjutan Optimalisasi Produk Unggulan Program Desa BRILiaN 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan Program Desa BRILiaN 2026 di Desa Mangunharjo, Kecamatan Subah. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintahan desa, tata kelola BUM Desa, serta pengembangan produk unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
19 Ags 2026 Jumadi 7
Mahasiswa KKN-R UNDIP Lakukan Program Psikoedukasi Pemilahan Sampah Mahasiswa KKN-R UNDIP Lakukan Program Psikoedukasi Pemilahan Sampah
Mahasiswa KKN-R UNDIP Lakukan Program Psikoedukasi Pemilahan Sampah
Batang Bahasan sosialisasi terkait pengolahan dan pemilahan sampah tidak lagi menjadi topik yang menjemukkan bagi siswa SD di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Melalui program psikoedukasi pemilahan sampah yang bertajuk Tepat, Cepat, Pilah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro Semarang Permata Sarifazia Subakti, Fakultas Psikologi, sukses mengajak siswa Kelas 6 SDN 2 Kedungsegog  mengenal lebih dalam terkait empat jenis sampah melalui  permainan yang edukatif.
19 Ags 2026 Jumadi 50
Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Tingkatkan Daya Saing BUMDes Telur Asin Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Tingkatkan Daya Saing BUMDes Telur Asin
Mahasiswa KKN UNDIP Bantu Tingkatkan Daya Saing BUMDes Telur Asin
Batang Bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kedungsegog dengan produk unggulan Telur Asin Nusantara, penjualan telur asin adalah modal utama bagi mereka untuk pembelian pakan dan biaya pemeliharaan peternakan bebek yang dikelola secara mandiri oleh mereka. Hal ini menunjukkan bahwa keberlangsungan peternakan sangat bergantung pada penjualan telur asin di pasaran.
19 Ags 2026 Jumadi 63