Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa edukasi pengembangan sikap kepemimpinan bagi siswa kelas 6 SDN 2 Kedungsegog. Kegiatan ini dikemas melalui metode fun learning yang menggabungkan penyampaian materi dengan permainan edukatif agar siswa dapat belajar kepemimpinan secara menyenangkan dan interaktif.
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan berupa edukasi pengembangan sikap kepemimpinan bagi siswa kelas 6 SDN 2 Kedungsegog. Kegiatan ini dikemas melalui metode fun learning yang menggabungkan penyampaian materi dengan permainan edukatif agar siswa dapat belajar kepemimpinan secara menyenangkan dan interaktif.
Mahasiswa KKN Undip Semarang Valentina Puspa mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mengenalkan pentingnya sikap kepemimpinan sejak usia sekolah dasar. Siswa kelas 6 yang berada pada tahap akhir pendidikan sekolah dasar dinilai perlu memiliki kesiapan untuk menghadapi lingkungan dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Oleh karena itu, pengembangan sikap kepemimpinan tidak hanya diarahkan pada kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat ditemui di SDN 2 Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).
Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai ciri-ciri seseorang yang memiliki sikap kepemimpinan serta cara mengembangkan sikap tersebut. Siswa diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan seseorang yang menjadi ketua atau berada di posisi paling depan. Sikap kepemimpinan dapat ditunjukkan melalui berbagai perilaku sederhana, seperti bertanggung jawab, mampu bekerja sama, berani menyampaikan pendapat, menghargai orang lain, serta mampu mengambil keputusan.
“Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa KKN menerapkan metode fun learning dengan melibatkan siswa secara langsung dalam permainan edukatif. Salah satu permainan yang dilakukan adalah membangun menara menggunakan sedotan. Dalam permainan tersebut, siswa bekerja dalam kelompok untuk menyusun sedotan menjadi sebuah menara dengan strategi dan kreativitas masing-masing,” jelasnya.
Permainan membangun menara tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan bangunan yang paling tinggi, tetapi juga menjadi media bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan secara langsung. Melalui permainan tersebut, siswa dilatih untuk membangun kerja sama, kreativitas, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan dalam kelompok.
“Interaksi selama permainan juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mempraktikkan peran kepemimpinan masing-masing. Siswa belajar bahwa dalam sebuah kelompok, setiap anggota memiliki kontribusi yang penting. Ada siswa yang menginisiasi ide, mengatur pembagian tugas, memberikan masukan, maupun membantu anggota lainnya. Pengalaman tersebut menjadi bentuk pembelajaran bahwa kepemimpinan dapat muncul melalui tindakan dan kontribusi, bukan semata-mata melalui jabatan,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa kelas 6 SDN 2 Kedungsegog dapat mengenali potensi kepemimpinan yang ada dalam diri mereka dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut juga menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dengan lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Selain itu, program kerja ini merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mengimplementasikan SDG 4 - Quality Education.
“Kegiatan ini juga berupaya menanamkan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan bukan hanya milik seseorang yang menjadi ketua atau pemimpin kelompok, melainkan sikap yang dapat dikembangkan oleh siapa saja melalui keberanian, tanggung jawab, kerja sama, dan kemauan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Valentina Puspa/Jumadi)