Batang - Pola perilaku anak terhadap lingkungan sekitar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang mereka amati. Tanpa pemahaman yang ditanamkan sejak dini mengenai dampak dari aktivitas harian, anak-anak cenderung meniru perilaku di sekitarnya begitu saja. Melihat kondisi tersebut, edukasi kebersihan diri khususnya area tangan dan kuku menjadi langkah awal untuk menanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.
Batang - Pola perilaku anak terhadap lingkungan sekitar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang mereka amati. Tanpa pemahaman yang ditanamkan sejak dini mengenai dampak dari aktivitas harian, anak-anak cenderung meniru perilaku di sekitarnya begitu saja. Melihat kondisi tersebut, edukasi kebersihan diri khususnya area tangan dan kuku menjadi langkah awal untuk menanamkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.
Mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Elsa Aprilina Wijayanti melaksanakan kegiatan edukasi mengenai kebersihan diri yang melibatkan seluruh pelajar kelas Tiga di SDN 1 Kedungsegog.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Elsa (mahasiswa KKN dari Program Studi Informasi dan Humas), dan Wulan (mahasiswa KKN dari Program Studi Gizi),” katanya saat ditemui di SDN 1 Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan dirancang secara interaktif dan sistematis melalui dua tahapan utama:
Edukasi dan Praktik Kebersihan Tangan (Wulan - Prodi Gizi), kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman mengenai pentingnya kebersihan tangan, dilanjutkan dengan pemaparan 6 langkah cuci tangan yang benar. Seluruh pelajar kelas 3 kemudian mempraktikkan langkah-langkah tersebut secara bersama-sama. Pelajar yang berani maju ke depan untuk mempraktikkan ulang mendapatkan apresiasi hadiah sebagai penyemangat agar selalu rajin menjaga kesebersihan tangan.
Edukasi Kebersihan Kuku melalui Dongeng (Elsa – Prodi Informasi dan Humas), Media cerita dongeng dipilih karena efektif dalam menyampaikan pesan edukatif kepada anak-anak. Setiap siswa dibagikan lembaran cerita dongeng berjudul "Ujung Jari" dan diberi waktu 10 menit untuk membacanya. Setelah itu, Elsa mengadakan sesi tanya jawab interaktif mengenai isi cerita, lengkap dengan pemberian hadiah bagi siswa yang berani menjawab.
“Diharapkan melalui kegiatan kolaborasi ini dapat selalu dijadikan pengingat dalam menjaga kebersihan tangan dan kuku agar terhindar dari penyakit serta selalu menerapkan perilaku hidup sehat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Elsa/Jumadi)