Batang - Kondisi hipertensi kerap menjadi tantangan kesehatan tersendiri bagi kelompok lanjut usia (lansia), mengingat penanganannya memerlukan perhatian khusus baik dari sisi pola makan, gaya hidup, maupun pemantauan tekanan darah secara rutin. Tanpa pengelolaan yang tepat, hipertensi berpotensi memicu berbagai komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Batang - Kondisi hipertensi kerap menjadi tantangan kesehatan tersendiri bagi kelompok lanjut usia (lansia), mengingat penanganannya memerlukan perhatian khusus baik dari sisi pola makan, gaya hidup, maupun pemantauan tekanan darah secara rutin. Tanpa pengelolaan yang tepat, hipertensi berpotensi memicu berbagai komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Berangkat dari kondisi tersebut, Mahsiswi Jurusan Gizi Universitas Diponegoro Semarang Wulan Rama Putri, turut ambil bagian dengan berperan sebagai sosialisator sekaligus konselor dalam pengelolaan hipertensi di Posyandu Lansia Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini mencakup pemberian sosialisasi terkait pengelolaan hipertensi, pelaksanaan pengukuran tekanan darah, dan pemberian konseling gizi secara personal sesuai dengan hasil pengukuran dan kondisi masing-masing lansia.
“Pentingnya kegiatan ini, setiap lansia memiliki kondisi kesehatan dan keluhan yang berbeda, sehingga pendekatan konseling gizi secara personal perlu dilakukan agar saran yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari kader Posyandu Lansia Desa Kedungsegog yang berperan aktif mendampingi jalannya program. Salah satu pengurus posyandu Sofie menyampaikan ucapan terima kasihnya,
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka sangat membantu kami, terutama dalam memberikan edukasi dan konseling gizi kepada lansia,” ujar dia.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para lansia peserta posyandu memperoleh edukasi mengenai pengelolaan hipertensi, sekaligus arahan gizi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing sebagai langkah pencegahan komplikasi lebih lanjut.
“Dukungan dan apresiasi dari kader posyandu turut menjadi bukti bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan lansia di Desa Kedungsegog,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Wulan/Jumadi)