Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
Kepastian tersebut tampak dari peninjauan sarana dan prasarana yang dilakukan tim gabungan SDM Mabes Polri bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang di sejumlah lokasi. Pengecekan difokuskan pada kesiapan fasilitas pendukung, seperti perangkat komputer untuk uji Computer Assisted Test (CAT) hingga ruangan untuk sesi tes lainnya.
Kepala Dispermades Batang Handy Hakim menyampaikan, bahwa beberapa institusi pendidikan telah disiapkan sebagai lokasi uji tes. Kita untuk ngecek yang di SMK itu terkait dengan kesiapan CAT yang menggunakan komputer. Kemudian untuk tes wawancara, diskusi dan lain-lain nanti akan dilaksanakan di UNIS,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (7/10/2026).
Meskipun persiapan tempat berjalan lancar, jadwal seleksi secara menyeluruh masih menunggu perampungan payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang kini memasuki tahap harmonisasi bersama Bagian Hukum Pemkab Batang.
“Setelah perbup ini ditandatangani Pak Bupati, nanti kita segera memerintahkan camat untuk segera memerintahkan kepala desa untuk membuat tahapan-tahapan pengisian perangkat desa. Dimulai dari pembentukan panitia, kemudian panitia membuat tata tertib terkait dengan pengisian perangkat,” jelasnya.
Selain regulasi, kelancaran proses ini menuntut penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) melalui mekanisme APBDes Perubahan untuk menopang pembiayaan panitia dan operasional seleksi di tingkat desa.
Pelibatan Perdana SSDM Polri dan Penyiapan 50 Asesor
Inisiatif menggandeng jajaran kepolisian dalam penjaringan perangkat desa merupakan hal baru di Kabupaten Batang. Meski begitu, pola kemitraan semacam ini sudah pernah diterapkan di lebih dari 100 daerah lain di Indonesia.
“Pak Bupati mengharapkan untuk pendampingan dengan Mabes Polri ini bisa terbentuk atau terpilih perangkat-perangkat desa yang punya integritas, punya kemampuan adaptasi terhadap perubahan pemerintahan, kemudian bisa inovasi dan mempunyai disiplin yang baik,” ujar dia.
Perwakilan tim SDM Mabes Polri Deni Taruna Jaya menegaskan, kehadiran jajarannya bertujuan memberikan dukungan penuh pada penyusunan instrumen tes dan pendampingan asesmen.
“Kami datang ke Batang, khususnya dari SDM Mabes Polri dalam rangka kerja sama untuk kegiatan seleksi calon perangkat desa di lingkungan Kabupaten Batang. Kami memberikan support dalam pelaksanaan uji kompetensi manajerial,” ungkapnya.
Agar materi tes relevan dengan dinamika lapangan, tim Mabes Polri telah melakukan identifikasi awal melalui serangkaian diskusi bersama Dispermades, camat, kepala desa, hingga forum perangkat desa. Untuk mengawal proses tes, puluhan personel disiagakan.
“Untuk kegiatannya, kami akan melaksanakan kerja sama dengan pihak Polda Jawa Tengah. Jumlah dukungan personel untuk uji kompetensi ini kurang lebih ada 50 orang asesor yang terlibat,” tegasnya.
Tim dari SSDM Polri yang diturunkan mencakup tiga Asesor SDM Kepolisian Madya Tingkat III, yakni Kombes Pol Nurman Surachman, Kombes Pol Wirata Dimas Tama, dan Kombes Pol Tommy Ferdian, didampingi Iptu Winda Puspitosari, Penda Deny Tarunajaya, serta Bripda Jaelani Sumantri.
Berfokus pada Rekam Kompetensi dan Integritas
Pelaksanaan uji manajerial ini dirancang khusus untuk memetakan keahlian (profiling) para kandidat agar selaras dengan tuntutan tata kelola pemerintahan desa modern, terutama dalam mengawal pemanfaatan dana desa.
“Kita bisa menemukan atau mengidentifikasi orang-orang yang memiliki kompetensi untuk mengelola setidak-tidaknya lingkungan desa. Tujuannya memang itu, kita akan profiling ini, penilaian, menguji kompetensi manajerial mereka. Mudah-mudahan potensi dan kompetensi yang didapat ini bisa memetakan calon perangkat desa,” harapnya
Dari sisi Pemkab Batang, standar tinggi dipasang agar aparatur desa yang terpilih nantinya tidak sekadar memenuhi kelengkapan berkas administratif semata. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)