Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Syam Manohara mengatakan, kebutuhan kandang pembesaran perlu dipikirkan sejak awal seiring target peningkatan populasi sapi perah.
“Dispaperta juga sudah mulai memetakan titik-titik mana kandang komunal. Kalau yang saya tangkap dari yang dimaksud Bapak Bupati, kandang komunal ini nantinya untuk menampung ternak dalam proses pembesaran,” katanya saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Rabu (7/10/2026).
Menurut Syam, pengembangan sapi perah membutuhkan perencanaan jangka panjang, terutama untuk menyiapkan tempat bagi sapi betina hasil pengembangbiakan. Ia mencontohkan, apabila populasi sapi perah yang saat ini sekitar 300 ekor terus bertambah, kebutuhan ruang untuk pembesaran juga akan meningkat.
“Ketika nanti tercapai di lima tahun ke depan, kalau tidak ada kandang rearing, akan kesulitan. Kalau yang lahir betina otomatis akan dipertahankan oleh peternak kita. Populasi ternak dapat berkembang dari sekitar 300 ekor menjadi 600 ekor, kemudian 1.200 ekor, dan terus meningkat seiring program pengembangan sapi perah,” jelasnya.
Kondisi tersebut membutuhkan tempat khusus untuk pembesaran agar sapi muda tidak bercampur dengan sapi yang sedang dalam masa produksi atau laktasi. Pemkab Batang saat ini mulai memetakan sejumlah lokasi yang dinilai potensial untuk pengembangan peternakan sapi perah.
Syam menyebut terdapat beberapa titik yang masuk dalam rencana pengembangan, termasuk wilayah Bandar dan Bawang serta kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan ternak perah.
“Kita ingin menyamakan persepsi bahwa kandang komunal itu nanti bisa menjadi salah satu solusi. Mungkin ada beberapa titik, salah satunya di Tomesu yang bisa menjadi alternatif. Kandang tersebut nantinya dapat dikembangkan melalui dukungan pemerintah, termasuk kemungkinan bantuan hibah yang dapat dimanfaatkan peternak,” terangnya.
Konsepnya, kandang komunal digunakan sebagai tempat rearing atau pembesaran sapi muda. Setelah memasuki fase laktasi, sapi kemudian dapat ditempatkan kembali di kandang peternak masing-masing.
Syam juga menegaskan, pembangunan kandang komunal bukan semata-mata untuk menambah fasilitas peternakan, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan populasi sapi perah dan produksi susu di Kabupaten Batang.
“Dengan adanya fasilitas pembesaran, peternak diharapkan tidak menghadapi kendala ketika jumlah sapi terus bertambah. Di tahap itu, kita akan lanjutkan dengan strategi. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang menyiapkan ekosistem peternakan sapi perah secara berkelanjutan, mulai dari pembesaran ternak hingga masuk masa produksi susu,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)