Batang - Tingkat pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam hal perilaku mencuci tangan dan pemeliharaan kebersihan kuku, dinilai masih belum memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat terabaikannya praktik PHBS berpotensi meningkatkan risiko transmisi penyakit infeksi saluran pencernaan, seperti diare dan cacingan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada gangguan penyerapan gizi anak dalam jangka panjang.
Batang - Tingkat pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam hal perilaku mencuci tangan dan pemeliharaan kebersihan kuku, dinilai masih belum memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat terabaikannya praktik PHBS berpotensi meningkatkan risiko transmisi penyakit infeksi saluran pencernaan, seperti diare dan cacingan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada gangguan penyerapan gizi anak dalam jangka panjang.
Menanggapi permasalahan tersebut, Mahasiswi Jurusan Gizi Universitas Diponegoro Wulan Rama Putri menginisiasi program kerja pada Multidisiplin 2 berupa “Edukasi melalui media poster mengenai PHBS berupa perilaku mencuci tangan dan pemelirahaan kebersihan kuku di SDN 1 Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).
“Poster edukatif ini dirancang bukan sekadar sebagai media informasi, melainkan sebagai upaya membentuk pemahaman dasar siswa mengenai pentingnya kebersihan diri sejak usia dini, agar dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Hal tersebut sesuai dengan program SDGs 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera,” jelasnya
Selain edukasi melalui media poster, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan demonstrasi cuci tangan yang dilaksanakan oleh siswa. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diajak untuk mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar sesuai standar kesehatan, mulai dari membasahi tangan, menggunakan sabun, hingga membilas dan mengeringkan tangan dengan tepat.
“Dengan terlaksananya program kerja ini, diharapkan terciptanya generasi siswa SDN 1 Kedungsegog yang tidak hanya memahami konsep PHBS secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari budaya hidup bersih dan sehat sejak dini,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Wulan/Jumadi)