Batang - Pengelolaan dokumen dan berkas pendukung dalam suatu usaha merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dan dikelola secara sistematis. Ketersediaan arsip yang tertata dengan baik dapat mendukung kelancaran administrasi, meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha.
Batang - Pengelolaan dokumen dan berkas pendukung dalam suatu usaha merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dan dikelola secara sistematis. Ketersediaan arsip yang tertata dengan baik dapat mendukung kelancaran administrasi, meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha.
Dalam upaya mewujudkan tertib administrasi dan pengelolaan arsip yang lebih efektif, Mahasiswa KKN dari Program Studi Informasi dan Humas Universitas Diponegoro Semarang Elsa Aprilina Wijayanti melaksanakan program edukasi dan pendampingan terkait penataan serta pengelolaan dokumen usaha.
“Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penerapan sistem pengelolaan informasi dan administrasi yang lebih terstruktur, efisien, dan mendukung penguatan kapasitas usaha masyarakat,” katanya saat ditemui di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi edukatif menggunakan media Presentasi dan poster informatif sebagai panduan visual. Dalam sesi awal tersebut, Direktur BUMDes Telur Asin Desa Kedungsegog Lutfi diberikan pemahaman dasar mengenai pengelompokan jenis arsip fisik usaha, yang mencakup arsip keuangan, arsip legalitas, hingga arsip operasional.
“Setelah pemahaman terbangun, alur dilanjutkan ke tahap teknis penataan yang dimulai dari pengumpulan seluruh berkas fisik usaha, pemilahan dokumen yang masih aktif dan diperlukan, hingga langkah perawatan serta pemilihan peralatan penyimpanan yang tepat sesuai kebutuhan,” terangnya.
Untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program, Elsa juga melakukan praktik langsung penataan dokumen menggunakan media map berwarna yang dilengkapi label petunjuk sesuai dengan jenis pengelompokan arsipnya.
“Penataan arsip fisik yang terstruktur bukan sekadar merapikan dokumen, tetapi juga investasi penting bagi keberlanjutan BUMDes. Dengan sistem pengelompokan dan label warna ini, berkas tidak hanya mudah dicari saat dibutuhkan, tetapi juga dapat menjadi acuan yang valid dalam mendukung pengambilan keputusan usaha ke depan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Elsa/Jumadi)