Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pelajar Lawan Bullying

Rabu, 19 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 221 kali Pendidikan dan Latihan
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pelajar Lawan Bullying
Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pelajar Lawan Bullying di SDN 1 Kedungsegog, Kabupaten Batang.
Batang Bullying di lingkungan sekolah sering kali tidak terlihat jelas, tapi dampaknya bisa membekas lama pada korban. Menyadari hal ini, mahasiswa KKN Reguler TIM II Universitas Diponegoro Semarang menggelar program sosialisasi psikoedukasi bertajuk "TemanBaik, Gerakan Anti Bullying" untuk pelajar SDN 1 Kedungsegog.

Batang – Bullying di lingkungan sekolah sering kali tidak terlihat jelas, tapi dampaknya bisa membekas lama pada korban. Menyadari hal ini, mahasiswa KKN Reguler TIM II Universitas Diponegoro Semarang menggelar program sosialisasi psikoedukasi bertajuk "#TemanBaik, Gerakan Anti Bullying" untuk pelajar SDN 1 Kedungsegog.

Mahasiswa Psikologi Undip Semarang Permata Sarifazia Subakti yang tergabung dalam tim KKN, menginstruksikan salah satu pelajar dari tiap kelompok untuk tes kepercayaan menjatuhkan badan dan teman kelompok lainnya bertugas untuk menahan.

“Siswa diajak masuk ke sesi refleksi bertajuk "Bagaimana Perasaan Kamu?". Fasilitator mengajukan dua pertanyaan reflektif secara bergantian, yaitu bagaimana rasanya berada di tengah dan ditopang oleh teman-teman, dibandingkan dengan bagaimana rasanya ketika tidak ada yang menopang atau mendukung,” katanya saat ditemui di SDN 1 Kedungsegog, Kabupaten Batang, Rabu (19/8/2026).

Lewat dua pertanyaan sederhana ini, siswa diajak merasakan sendiri kontras antara rasa aman saat didukung lingkungan sekitar dan rasa kehilangan saat dukungan itu tidak ada, sebuah pengalaman yang langsung menghubungkan mereka dengan inti persoalan bullying. Sesi ini menegaskan bahwa kita semua butuh rasa aman dan dukungan dari lingkungan sekitar, dan tindakan bullying justru merampas rasa aman tersebut dari korbannya.

“Masuk ke aktivitas berikutnya yang mengenalkan siswa tentang istilah ‘bystander’, setiap kelompok pelajar mengambil satu gulungan kertas berisi situasi terkait bullying, lalu diminta menuliskan tindakan apa yang biasa mereka lakukan dalam situasi tersebut. Jawaban yang muncul beragam, mulai dari ikut tertawa, ikut-ikutan usil, dan pura-pura tidak melihat, sampai respons yang lebih suportif seperti mengajak korban main bareng, bertanya ke teman kenapa seseorang dikucilkan, atau menceritakan kejadian ke guru,” jelasnya.

Aktivitas ini dirancang untuk memetakan pemahaman awal siswa tentang perannya sendiri saat menyaksikan bullying, sekaligus membuka ruang diskusi tentang mana tindakan yang sebenarnya memperburuk situasi dan mana yang membantu. Pendekatan ini sejalan dengan kerangka kognitif-afektif-konatif yang digunakan tim, di mana kesadaran akan tindakan nyata sehari-hari menjadi pijakan sebelum masuk ke materi yang lebih formal.

“Setelah aktivitas reflektif dan diskusi kelompok, sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi inti. Bullying dijelaskan sebagai perilaku menyakiti orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang, sehingga membuat korban merasa tertekan, takut, atau sedih. Tim juga memperkenalkan empat jenis bullying yang perlu dikenali siswa, yaitu bullying fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying,” terangnya.

Materi kemudian berlanjut ke tiga peran yang bisa dimiliki seseorang dalam kejadian bullying, yaitu pelaku, korban, dan bystander, orang yang melihat atau mengetahui kejadian bullying namun tidak terlibat langsung. Penjelasan soal peran bystander ini menjadi jembatan balik ke aktivitas menulis situasi dan tindakan sebelumnya, sehingga siswa bisa merefleksikan ulang di posisi mana mereka biasanya berada saat menyaksikan bullying, dan apa yang sebenarnya bisa mereka lakukan.

“Program psikoedukasi anti-bullying ini menjadi bagian dari rangkaian intervensi psikologis tim KKN di Desa Kedungsegog yang dipetakan mendukung dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sekaligus, yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Lewat penguatan kesadaran akan hak-hak anak dan lingkungan belajar yang aman, program ini turut mendorong terciptanya ruang pendidikan yang bebas dari kekerasan sejak usia sekolah dasar,” pungkasnya.

Bagi tim, keberhasilan program ini tidak cuma diukur dari seberapa banyak siswa hafal definisi dan jenis bullying, tapi juga dari perubahan sikap dan keberanian mereka mengambil peran aktif saat menyaksikan bullying di lingkungan sekitar. Lewat program ini, tim berharap siswa SDN 1 Kedungsegog tumbuh menjadi #TemanBaik yang berani bersuara dan saling menjaga satu sama lain. (MC Batang, Jateng/Sarifazia/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Batang - Diskominfo Batang mengundang para admin data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Kecamatan untuk mengevaluasi hasil dari pendampingan dalam penyusunan data, tingkat kabupaten. Evaluasi tersebut merupakan upaya agar para admin dalam pengelolaan data sektoral harus berbasis metadata, sehingga menghasilkan keakuratan data.
15 Okt 2026 Jumadi 87
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Batang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi keamanan siber bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan perangkat desa di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (14102026).
15 Okt 2026 Jumadi 120
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Batang Pembangunan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang telah rampung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Fasilitas olahraga tersebut kini tinggal menunggu waktu peresmian sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat.
15 Okt 2026 Jumadi 79
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
Batang Wakil Bupati Batang Suyono mengusulkan agar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyimpan sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari dan mengirimkannya ke puskesmas terdekat atau dinas terkait untuk pemeriksaan laboratorium. Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat program MBG.
15 Okt 2026 Jumadi 109
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Batang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang terus menggencarkan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula. Langkah ini menyasar para pelajar sekolah hingga masyarakat di berbagai wilayah untuk mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
15 Okt 2026 Jumadi 129
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Batang PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15102026).
15 Okt 2026 Jumadi 64