Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Melalui Edukasi Psikologi Konsumen dan Growth Mindset

Selasa, 18 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 46 kali IKM UKM UMKM
Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Melalui Edukasi Psikologi Konsumen dan Growth Mindset
Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Melalui Edukasi Psikologi Konsumen dan Growth Mindset
Batang Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Semrang melaksanakan rangkaian program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikan asap di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Batang – Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Semrang melaksanakan rangkaian program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikan asap di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Undip Semarang Alisha Naila Nur Rahadiant mengatakan, program ini digagas sebagai respons atas kondisi UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung yang masih dikelola secara tradisional, mulai dari tampilan lapak yang sederhana, minimnya identitas usaha, hingga pola pikir pelaku usaha yang cenderung pasrah menghadapi masa sepi pembeli. Padahal, produk ikan asap desa ini telah dikenal memiliki kualitas rasa yang baik dan potensi pasar yang cukup luas.

“Sebelum merancang program, tim KKN terlebih dahulu melakukan survei ke sejumlah UMKM ikan asap guna memetakan kondisi usaha, mulai dari aspek pemasaran, pengemasan, hingga kualitas air produksi yang digunakan,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).

Melalui presentasi bertajuk "Dari Dilihat, Jadi Diingat", yang menjelaskan bagaimana kesan pertama terhadap tampilan lapak, kejelasan identitas usaha, hingga informasi produk yang mudah dilihat dapat memengaruhi keputusan konsumen untuk mengenali dan mengingat suatu usaha.

“Priming effect itu sederhananya soal bagaimana kesan pertama membentuk ingatan konsumen. Kalau lapaknya mudah dikenali, informasinya jelas, dan gampang dicari lagi, peluang pembeli untuk balik lagi jadi lebih besar. Makanya kami dorong pelaku usaha untuk mulai dari hal-hal kecil dulu, seperti punya nama usaha yang jelas dan tampilan produk yang rapi,” jelasnya.

Pada rangkaian yang sama, tim KKN-R Desa Jrakahpayung turut menyerahkan sejumlah media pendampingan lain kepada pelaku UMKM ikan asap, di antaranya banner identitas usaha, label nutrition facts atau informasi nilai gizi produk, serta hasil pengujian kualitas air yang digunakan dalam proses produksi. Ketiga media ini disusun untuk saling melengkapi upaya penguatan daya saing UMKM, baik dari sisi branding, kepercayaan konsumen terhadap kandungan gizi produk, maupun jaminan higienitas proses produksi.

Alisha juga menyerahkan leaflet edukasi kepada pelaku UMKM yang memuat ringkasan materi psikologi konsumen serta pengenalan konsep growth mindset. Leaflet ini dirancang sebagai pengingat sederhana bagi pelaku usaha yang masih menjalankan usahanya secara tradisional, agar mulai terbuka terhadap cara berpikir baru dalam mengembangkan usaha, mulai dari berani mencoba hal baru, belajar dari masukan pembeli, hingga tidak mudah menyerah saat usaha sedang sepi.

Salah satu pelaku usaha ikan asap Sugiati yang menjadi lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan mahasiswa. “Kami jadi lebih paham cara menata lapak dan mempromosikan usaha biar lebih dikenal pembeli. Materinya juga gampang dimengerti, enggak terlalu berat,” ujar dia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMKM sebagai penggerak ekonomi desa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pendampingan inovasi branding dan promosi usaha, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi informasi gizi dan jaminan kualitas air produksi bagi konsumen. (MC Batang, Jateng/Alisha Naila/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 95
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 118
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 138
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 136
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 90
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 167