Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang berpartisipasi dalam pelaksanaan Posyandu Lansia yang diselenggarakan di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pendampingan pemeriksaan kesehatan lansia yang meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta membantu pendataan keluhan kesehatan dan pencatatan hasil pemeriksaan.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang berpartisipasi dalam pelaksanaan Posyandu Lansia yang diselenggarakan di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pendampingan pemeriksaan kesehatan lansia yang meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta membantu pendataan keluhan kesehatan dan pencatatan hasil pemeriksaan.
“Selain itu, warga lansia juga diberikan edukasi gizi secara langsung sesuai dengan hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan yang ditemukan, khususnya mengenai penerapan gizi seimbang dan pola makan sehat sebagai upaya pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular terutama hipertensi dikarenakan berdasarkan data posyandu sebelumnya banyak lansia yang mengalami hipertensi,” kata Mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Undip Semarang Viarel Mahza Viqia saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Pendampingan Posyandu Lansia ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa gizi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Lansia rentan mengalami masalah kesehatan seperti hipertensi, diabetes, hingga kolesterol tinggi. Melalui kegiatan ini kami tidak hanya membantu proses pemeriksaan, tapi juga memberikan edukasi gizi yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing lansia agar mereka lebih paham cara menjaga pola makan sehari-hari.
“Kegiatan berlangsung dengan tertib melalui alur pelayanan meja registrasi, pengukuran kesehatan, pendataan keluhan, hingga edukasi gizi. Warga lansia yang ditemukan memiliki keluhan kesehatan tertentu turut dirujuk kepada tenaga kesehatan yang bertugas di Posyandu untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jrakahpayung Amat Rozikin menyampaikan, apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung pelayanan kesehatan lansia di desanya.
“Kehadiran mahasiswa sangat membantu kelancaran kegiatan Posyandu Lansia, terlebih dengan adanya edukasi gizi langsung dari mahasiswa. Kami berharap kesadaran warga lansia terhadap kesehatan dan pola makan yang baik semakin meningkat,” terangnya.
Program ini merupakan bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan Kelompok Saintek yang dilaksanakan oleh Viarel Mahza Viqia dari program studi S1 Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui deteksi dini penyakit tidak menular pada lansia, serta berkaitan dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui edukasi pemenuhan gizi seimbang bagi kelompok lansia.
“Kegiatan Posyandu Lansia ini diharapkan dapat terus berjalan secara rutin dengan dukungan kader kesehatan desa, sehingga pemantauan kondisi kesehatan lansia di Desa Jrakahpayung dapat berlangsung berkelanjutan meski masa KKN telah usai,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Viarel Mahza/Jumadi)