Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang sukses menyelenggarakan program pendampingan penyusunan Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts) pada kemasan produk ikan asap, salah satu UMKM unggulan di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang sukses menyelenggarakan program pendampingan penyusunan Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts) pada kemasan produk ikan asap, salah satu UMKM unggulan di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Undip Semarang Viarel Mahza Viqia mengatakan, UMKM ikan asap merupakan salah satu sumber penghasilan utama masyarakat Desa Jrakahpayung dengan produk yang telah dipasarkan hingga ke luar wilayah Batang. Meski memiliki kualitas yang baik dan bernilai gizi tinggi sebagai sumber protein, kemasan produk ikan asap tersebut belum dilengkapi dengan informasi nilai gizi sehingga kandungan gizinya belum tersampaikan secara optimal kepada konsumen.
“Pelaku UMKM juga masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai cara penyusunan informasi nilai gizi serta manfaatnya dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan nilai jual produk sekaligus memberikan transparansi informasi kepada konsumen,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Viarel Mahza menyebutkan, ikan asap ini sebenarnya sumber protein yang bagus, tetapi selama ini konsumen tidak mendapat informasi kandungan gizinya. Kami mendampingi pelaku UMKM untuk mengidentifikasi bahan baku dan komposisi produk, lalu menyusun contoh Informasi Nilai Gizi yang bisa dicantumkan pada kemasan. Harapannya produk ini semakin dipercaya dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pelaksanaan program diawali dengan identifikasi bahan baku, komposisi, dan informasi produk yang diperlukan untuk penyusunan Informasi Nilai Gizi. Tahap selanjutnya adalah pemberian edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pencantuman informasi nilai gizi dan pelabelan pangan, yang juga diintegrasikan ke dalam katalog digital produk. Pendampingan diakhiri dengan penyusunan contoh Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts) pada demo kemasan produk ikan asap,” jelasnya.
Program ini merupakan bagian dari tema multidisiplin “Penguatan Daya Saing UMKM Berbasis Inovasi, Standarisasi, dan Digitalisasi” yang dilaksanakan bersama sepuluh mahasiswa lintas disiplin ilmu di Desa Jrakahpayung.
“Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan informasi gizi produk pangan, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan daya saing UMKM, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan pelabelan pangan yang informatif dan bertanggung jawab,” imbuhnya.
Salah satu pelaku UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung menyambut baik program pendampingan ini. “Kami senang dibantu mba mahasiswa KKN. Selama ini kami hanya jual produk apa adanya, sekarang jadi tahu cara mencantumkan informasi gizi di kemasan supaya pembeli lebih percaya,” ujar dia.
Kegiatan pendampingan ditutup dengan penyerahan demo kemasan berlabel Informasi Nilai Gizi kepada pelaku UMKM, disertai sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir. (MC Batang, Jateng/Viarel Mahza/Jumadi)