Batang - Suasana Pendopo Kabupaten Batang tampak berbeda, deretan kursi terisi penuh oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga lokal yang antusias memeriksakan kondisi tubuh mereka. Memanfaatkan momentum Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menggelar aksi cek kesehatan gratis sebagai bentuk 'kemerdekaan' dari ancaman penyakit tersembunyi.
Batang - Suasana Pendopo Kabupaten Batang tampak berbeda, deretan kursi terisi penuh oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga lokal yang antusias memeriksakan kondisi tubuh mereka. Memanfaatkan momentum Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menggelar aksi cek kesehatan gratis sebagai bentuk 'kemerdekaan' dari ancaman penyakit tersembunyi.
Bukan sekadar formalitas, rangkaian pemeriksaan dibuat menyeluruh. Mulai dari pengukuran fisik seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, hingga Indeks Massa Tubuh (IMT). Tak berhenti di situ, tes laboratorium mendalam mencakup pengecekan gula darah, kolesterol total, LDL, HDL, hingga skrining kesehatan jiwa dan wawancara potensi tuberkulosis (TB).
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menegaskan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini agar faktor risiko penyakit bisa diantisipasi sebelum menjadi masalah serius. Hari ini kita melaksanakan kegiatan cek kesehatan gratis utamanya untuk ASN di sekitar Pemda, tapi juga untuk masyarakat di sekitar Pemda ini juga diperbolehkan untuk ikut.
“Bahwa evaluasi tubuh tidak bisa hanya bersandar pada satu indikator saja. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan pengukuran tekanan darah, kemudian pengukuran berat badan, pengukuran lingkar perut, kemudian tinggi badan ini untuk menentukan IMT, indeks massa tubuh antara berat badan, tinggi badan,” katanya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Melalui deteksi awal ini, Dinkes berharap setiap peserta menyadari kondisi tubuh mereka yang sebenarnya, terutama menyangkut penyakit yang sering muncul tanpa gejala awal.
“Kegiatan ini diharapkan kita bisa melakukan deteksi dini. Para ASN di sekitar Pemda ini diharapkan bisa melakukan deteksi dini pada dirinya masing-masing. Apakah tekanan darahnya masih bagus, masih normal, kemudian gula darahnya, lemaknya dan sebagainya,” harapnya.
Ia menambahkan bahwa indikator fisik sederhana pun punya peran vital. Sehingga harapannya ketika nanti sudah mengetahui status kesehatannya, para ASN ini bisa lebih baik lagi melakukan pencegahan, melakukan pemeliharaan kesehatannya.
Manfaat fasilitas bebas biaya ini dirasakan langsung oleh masyarakat umum. Diva (19), warga Kecamatan Batang yang sengaja datang sejak pukul 08.00 WIB, mengaku sangat bersyukur dengan adanya posko layanan kesehatan ini.
“Menurut saya ini baik, bagus programnya. Jadi untuk masyarakat umum sangat terbantu karena gratis juga,” ungkapnya.
Senada dengan Raihan (30), staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Batang, menilai langkah pencegahan seperti ini sangat penting untuk menjaga produktivitas kerja.
“Tadi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, terus di situ ada cek lab dan gula darah. Bermanfaat sekali,” ujar dia.
Semangat perayaan kemerdekaan kali ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan tak harus menunggu timbulnya gejala. Melalui layanan di Pendopo Batang, kesadaran akan pola hidup sehat diharapkan terus mengakar demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)