Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Ikan Asap Desa Jrakahpayung

Selasa, 18 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 132 kali IKM UKM UMKM
Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Ikan Asap Desa Jrakahpayung
Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Ikan Asap Desa Jrakahpayung
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Manajemen Hudan Al Birra Pamungkas, sukses menyelenggarakan program kerja Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Pelaku UMKM Ikan Asap di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (1882026). Pelaksanaan program pengabdian ini ditujukan sebagai ikhtiar akademis dalam mentransformasi tata kelola usaha lokal agar mampu berdaya saing tinggi serta mencapai stabilitas ekonomi yang mandiri.

Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Manajemen Hudan Al Birra Pamungkas, sukses menyelenggarakan program kerja Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Pelaku UMKM Ikan Asap di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026). Pelaksanaan program pengabdian ini ditujukan sebagai ikhtiar akademis dalam mentransformasi tata kelola usaha lokal agar mampu berdaya saing tinggi serta mencapai stabilitas ekonomi yang mandiri.

Hudan Al Birra Pamungkas menyampaikan, inisiatif strategis ini diimplementasikan secara terarah guna merespons tingginya potensi komoditas olahan ikan asap di Desa Jrakahpayung yang berpeluang merambah pangsa pasar lebih luas namun masih tertahan oleh minimnya kecakapan administrasi finansial para pengrajinnya.

“Melalui fokus pendampingan yang intensif kepada para pelaku usaha setempat, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial mereka dalam membukukan transaksi secara tertib, transparan, dan akurat demi menghasilkan marjin keuntungan usaha yang jauh lebih maksimal,” jelasnya.

Hudan Al Birra Pamungkas menyebutkan, bahwa rancangan intervensi pelatihan ini dirancang untuk menciptakan dampak keberlanjutan jangka panjang bagi ekosistem bisnis warga desa perintis. Dirinya mengidentifikasi bahwa kendala fundamental yang dihadapi produsen lokal selama ini berakar pada belum adanya kalkulasi harga pokok produksi yang presisi serta ketiadaan laporan keuangan terstandar yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk membuka akses permodalan perbankan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tahap implementasi program kerja ini diawali dengan pelaksanaan observasi lapangan mendalam guna memetakan alur operasional, struktur pembiayaan harian, serta kebutuhan spesifik yang dihadapi oleh pemilik unit usaha ikan asap tersebut. Setelah data dasar terkumpul, sesi edukasi dilanjutkan dengan pemaparan teori dasar akuntansi praktis yang mencakup standarisasi pencatatan arus kas masuk dan keluar hingga formulasi penyusunan neraca laba-rugi sederhana yang mudah dipahami oleh pelaku usaha mikro,” terangnya.

Agenda pelatihan kemudian beralih ke lokakarya teknis terapan di mana peserta dibimbing secara langsung menyusun buku kas harian serta mempraktikkan simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) riil menggunakan media pembukuan manual dan aplikasi digital lembar kerja Excel. Pemilik UMKM menunjukkan atensi yang sangat tinggi selama simulasi berlangsung, terlihat dari keaktifan mereka memasukkan data pengeluaran bahan baku ikan, biaya bahan bakar pengasapan, hingga tenaga kerja operasional ke dalam format kalkulasi baru.

“Secara makro, pelaksanaan program pelatihan akuntansi terapan ini berkontribusi nyata dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pilar pertama mengenai penanggulangan kemiskinan berbasis penguatan ekonomi kerakyatan (SDGs 1). Di samping itu, kegiatan ini turut memperkokoh penciptaan iklim kerja layak dan pertumbuhan ekonomi perdesaan yang inklusif (SDGs 8) sekaligus mengakselerasi modernisasi manajemen rantai nilai industri kecil berbasis inovasi akuntabilitas finansial (SDGs 9),” ungkapnya

Pihak pengelola UMKM Ikan Asap Desa Jrakahpayung memberikan apresiasi mendalam atas transfer pengetahuan praktis yang diberikan oleh mahasiswa KKN Undip karena merasa sangat terbantu dalam mengurai kelemahan tata kelola usahanya yang selama ini berjalan tanpa pencatatan tertib. Mereka menegaskan bahwa pemahaman baru mengenai kalkulasi HPP dan laporan laba-rugi ini memberikan kejelasan proyeksi keuntungan yang sebelumnya kabur, serta menumbuhkan optimisme untuk terus menerapkan sistem pembukuan terstruktur demi ekspansi skala usaha di masa depan.

Rangkaian kegiatan pendampingan manajemen keuangan ini dipungkasi dengan sesi konsultasi interaktif serta penyusunan komitmen bersama mengenai jadwal monitoring penerapan pencatatan arus kas secara konsisten pada operasional harian produksi ikan asap. Seluruh agenda pengabdian mahasiswa di Desa Jrakahpayung tersebut kemudian ditutup secara resmi dengan sesi penyerahan draf pembukuan mandiri, pembuatan qris serta dokumentasi foto bersama antara mahasiswa pelaksana dan pihak pengelola UMKM. (MC Batang, Jateng/Hudan/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 88
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 108
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 129
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 130
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 83
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 163